Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^

Sunday, January 3, 2021

Makanan yang Menyembuhkan


Dalam sebuah seminar Hebalis Tibbun Nabawi, seorang pemateri menyampaikan sebuah pernyataan yang masi terus melekat di ingatan saya, dan menjadi pedoman hudup sehat pribadi.

"Sebenarnya penyakit itu dapat kita obati menggunakan makanan kita, ketika kita bisa memahami manfaat setiap makanan dan paham bagaimana cara mengkonsumsinya" kata beliau dalam membuka penyamaian materi. "Setiap makanan diciptakan oleh Sang Pencipta bukan hanya sekedar untuk melepaskan lapar dan dahaga saja, namun juga memeiliki khasiat untuk menjadi solusi terhadap berbagai penyakit", tambah beliau lagi. "Lalu kenapa saat ini banyak penyakit muncul karena makanan?, itu dikarenakan adaya kesalahan dalam mengolah dan mengkonsumsinya" tegas beliau.

Saturday, January 2, 2021

Kelebihan dan Kekurangan di Mata Pemimpin

Setiap manusia memiliki kelebihan. Setiap manusia juga memiliki kekurangan. Tidak ada manusia yang hanya memiliki salah satunya saja. Contoh, manusia yang baik saja atau manusia yang buruk saja. Kondisi ini merupakan kelebihan manusia dari makhluk ciptaan Sang Pencipta lainnya. Manusia akan menjadi makhluk terbaik bila mampu menguasai dua sisi dirinya itu. 

Manusia memang disiapkan Sang Pencipta sebagai wakilNya di Bumi. Sehingga, bekal dasar sebagai pemimpin dan pengatur disiapkan Sang Pencipta sebagai kemampuan dasar dari setiap manusia. Baik itu kemampuan mengendalikan diri maupun kemampuan mengendalikan yang lain.

Dalam Al-Qur'an Surah Al Baqarah mulai ayat 30, Sang Pencipta sudah menggambarkan tentang rencana penciptaan manusia di muka Bumi, walau awalnya rencana ini sempat dikhawatirkan oleh para Malaikat. Namun, diyakinkan pada ayat selanjutnya bahwa banyak hal yang belum diketahui malaikat tentang manusia sebagai penguat tetap akan diciptakannya manusia.

Friday, January 1, 2021

01 Januari 2021

Letupan demi letupan petasan sahut menyahut megejutkan mimpi-mimpi yang sedang berpetualang. Seperti mencoba mengambil alih tugas para jantan yang masih asyik bertengger di kandangnya. Jam baru menunjukkan pukul kosong-kosong lebih dua menit, masih dua jam kedepan kalau mau mendengarkan kokok para jantan.

Entah sudah kebal atau terlalu kuat mimpi menghias jagat kantuk, sehingga letupan demi letupan tidak lagi mengejutkan para pejuang mimpi malam. Mereka hanya sedikit bergerak dan lanjut berpetualang. Kemungkin juga karena letupan malam ini tidak senyaring tahun lalu, dengan suara yang terpisah-pisah tempat, sepertinya tentara Covid-19 berhasil menertibkan kondisi, sehingga para petasan taat pada protokol yang mengharuskan mereka jaga jarak dan tidak berkumpul pada satu titik. Akibatnya, suaranya pecah dan tidak menggelegar sedasyat suara persatuan dan kesatuan tahun sebelumnya.

Thursday, December 31, 2020

31 Desember 2020

Jam di dinding menunjukkan pukul empat belas lewat tiga puluh menit. Kalau diperkirakan, waktu Ashar masih sekitar dua puluh lima menit lagi. Deretan awan yang terlihat hilir mudik sejak pagi tadi mulai tampak lebih banyak dan lebih gelap. Terkadang cahaya mentari masih berusaha menembus celah-celah kerumunan awan, sehingga tampak seperti ada tiang panjang yang berdiri miring dari gumpalan awan hingga ke celah-celah pohon di tengah hutan.

Deretan awan yang tadi terlihat berkerumun mulai berbaris rapi dan rapat. Terlihat seperti barisan ombak berwarna abu-abu gelap yang berlapis-lapis memanjang. Angin mulai ikut sibuk menerobos celah-celah pepohonan dan gedung-gedung dengan kecepatan semakin meningkat. Dedaunan dan beberapa helai pelastik yang tadinya tergeletak diam mulai tinggal landas mengikuti pergerakan angin yang entah kemana tujuannya.

Wednesday, December 30, 2020

Home Education and Covid-19 Syindrom

Terhitung sejak semester awal di tahun 2019, sampai pada penghujung tahun, pandemi Coronavirus Disease (COVID-19) belum menampakkan kepastian akan berakhir. Sudah berbagai tidakan diberlakukan secara nasional oleh pemerintah kita, namun kondisi masih belum ada kepastian kondisi kedepannya. Berbagai sektor mengalami perubahan kondisi. Pendidikan tidak bisa melakukan tatap muka, ekonomi tidak bisa bebas bergerak, perkantoran dibatasi jam masuknya, masyarakat lebih disarankan untuk beraktifitas di rumah serta harus selalu mematuhi protokol kesehatan bila terpaksa harus keluar rumah.

Setiap orang akan berbeda menanggapi kondisi ini, sebagian besar menanggapinya bahwa ini adalah sebuah musibah mendunia. Sebagai hamba yang beriman kepada Sang Pencipta, kita selalu dituntut untuk menggali hikmah dalam setiap kejadian di alam ini. Salah satu hikmah terbesar adalah, kesempatan bersama keluarga lebih bayak dari pada saat kondisi normal.

Sunday, December 27, 2020

Tersesat Lima Meter


Salah satu jenis kerja bakti rutin hari Ahad yang paling ditunggu-tunggu para santri adalah mencari kayu bakar ke hutan. Kegiatan ini seperti pergi tamasya ke alam liar. Pelaksanaannya hanya sekali dalam sebulan, atau lebih bila mendekati bulan suci Ramadhan. 

Selalu banyak cerita yang sampai di asrama dari tim yang diutus kepada adik-adik yang tinggal di kampus. Mulai dari bertemu berbagai hewan alam, beraneka ragam pohon yang belum pernah dilihat, sampai menemukan buah-buahan yang bisa dikonsumsi. Namun sayangnya, hanya kelas empat SD ke atas saja yang boleh bergabung dengan tim petualang ini. Kebetulan diriku saat itu kelas lima SD. Terhitung sudah tahun kedua ikut dalam tim yang satu ini.

Friday, December 25, 2020

Bukan Hanya Sekedar Ucapan

Setiap penghujung tahun, fenomena ini selalu menjadi perdebatan, bukan perdebatan antara Islam dan Non-Islam, justru terjadi antara ummat Islam sendiri prihal boleh dan tidaknya kita memberikan ucapan Selamat Natal kepada yang melaksakannya ummat yang melaksanakan hari raya tersebut.Beberapa kelompok pendapat yang kemudian muncul ;

1. Mengucapkan selamat Natal haram dan dilarang dalam Islam, karena akan merusak aqidah seorang Muslim

2. Mengucapkan saja tanpa mengikuti ibadahnya boleh saja, karena tidak membuat kita masuk agama mereka. Dan ini merupakan bagian dari penerapan hidup bermuamalah sesama manusia.

3. Mengucapkan saja tanpa meyakini atau tanpa mengikuti ibadahnya merupakan aplikasi dalam meghormati sesama pemeluk agama dan termasuk dalam pengamalan toleransi beragama.

4. Mengucapkan dan bahkan ikut aktif membantu mensukseskan dan bahkan ikut dalam prosesi peribadatan tidak apa-apa, karena keimanan hanya Tuhan yang menilai.

5. Dan sebagainya

Thursday, December 24, 2020

KENAPA HARUS HUJAN DERAS ABII ....

Sinar Mentari baru saja barlalu. Jam menunjukkan pukul 16 lebih. Kalau melihat waktu, mestinya sinar Mentari masih cerah dan hangat. Aku masih asyik duduk di sova bambu depan rumah sambil menikmati camilan yang sedari tadi tak kunjung habis, entah karena banyak camilannya atau banyaknya gangguan yang mengalihkan.
 
Beberapa bocah berkumpul tepat di depan rumah. Entah apa yang dimusyawarahkan. Kalau diperhatikan lebih mirip orang debat, masing - masing sibuk dengan usulannya, tapi tak ada satupun yang mendengar usulan - usulan itu. Sementara itu, dari ufuk barat terlihat gumpalan mendung hitam dan gelap. Diiringi hembusan angin yang semakin kencang. Terjawab mengapa sinar Mentari tadi berlalu sebelum waktunya. 

Wednesday, November 18, 2020

BERTAHAN INDAH


Jam di dinding menunjukkan pukul 7.20 WIB
Sepuluh menit lagi apel pagi para santri dimulai
Sembari menunggu kesiapan barisan
Saya keliling - keliling menikmati taman depan sekolah
 
Beberapa pohon terlihat mendominasi kotak pot
Dan beberapa pohon lain terlihat kurus terdesak
Ada pula yang layu pucat dan mengering
Mungkin karena kurangnya santunan yang diterima
 

Wednesday, November 4, 2020

TETAPLAH CEMERLANG

 
Coba sejenak kita perhatikan ...
Bintang di langit malam
Rembulan di antara para bintang
Bunga teratai de tengan limbah rumah tangga
Dan dan dan ...
 
Lingkungan merupakan kekuatan luar biasa
Yang mempengaruhi warna-warni tiap kita
Kadang warnanya begitu indah mempesona
Kadang juga gelap membutakan rasa
 
Tidaklah salah bila kita terwarnai
Namun akan hilang jati diri bila hanyut dalam arusnya
 
Lihatlah ...
Bintang tetap memancar di tengah gelapnya langit malam
Rembulan bersinar lembut menerobos gelapnya pepohonan
Dan ... teratai merekah indah di tengah pekatnya air comberan

 
Tetaplah Cemerlang wahai iman
Di tengah gelapnya keadaan