Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^
Showing posts with label Dunia Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Dunia Ramadhan. Show all posts

Thursday, April 7, 2022

Ayo Berbagi Kebahagiaan


Sudahkah anda bahagia ?
Sudahkah anda bagi kebahagiaan itu kepada saudara-saudara kita ?

Supaya kebahagiaan itu terus bertambah dan kebahagiaan itu abadi sampai akherat.

Yuk Berbagi kebahagiaan bersama anak-anak Panti Asuhan Ar-Rahman Hidayatullah  !!!

Kami menyediakan beberapa paket pilihan kebahagiaan bagi yang ingin menitipkan investasi amal jariahnya, agar semakin Barokah dan menjadi harta abadi sampai akherat ..

Silahkan dipilih
>> Zakat, Infaq dan Shadakah
>> Paket Ta'jil Buka Puasa
>> Beasiswa Santri Dhuafa, Yatim & Piatu
>> Infaq Pembangunan Sekolah & Asrama
>> Infaq Rehab Masjid & Mushalla
>> Paket THR Santri

Semoga Ibadah Ramadhan kita selalu diterima Alloh SWT, dan menjadi pribadi sukses Ramadhan.
Aamiiin

===================
Alamat.
Jln Pangkalan Lima RT 08, Sungai Tendang, Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah

Rek. BRI 4545-01-000426-50-3
A.n. Yayasan Ar-Rahman Ponpes Hidayatullah

Contact Person
1. 0852-4965-8748 (Muttaqin)


Wednesday, April 6, 2022

Synergy of Cupping and Fasting

Is it permissible to cup while fasting? What are the Benefits of Cupping while fasting? What causes the ban on cupping while fasting?

These questions will certainly arise when we discuss one of the methods of treatment in Islam when it is done in the month of Ramadan. This is natural, because there are differences of opinion on this matter. 

Well, hopefully this article opens our insights a little about Cupping and Fasting

Propositions - propositions about Cupping in the Month of Ramadan

The first thing we need to know is the propositions - propositions related to cupping. There are several hadiths of the Prophet saw that explain this:

#First history

وَيُرْوَى عَنِ الْحَسَنِ عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مَرْفُوعًا فَقَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

Narrated from Al Hasan from some companions in marfu '(to the Prophet sallallaahu' alaihi wa sallam ). He said, “ People who do cupping and those who are cupped cancel their fast. ”[This hadith was also issued by Abu Daud, Ibn Majah and Ad Darimi. Shaykh Al Albani in Irwa '  no. 931 says that this hadith is saheeh ]

#Second history

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رى الله عنهما - أَنَّ النَّبِىَّ - صلى الله عليه وسلم - احْتَجَمَ

From Ibn 'Abbas radhiyallahu' anhuma  said that the Prophet sallallaahu 'alaihi wa sallam  cupped in a state of chanting and fasting.

Sinergi Bekam dan Puasa

Bolehkah Berbekam saat berpuasa ? Apa Manfaat Berbekam saat berpuasa ? Apa saja yang menyebabkan larangan berbekam ketika puasa ?

Pertanyaan - pertanyaan ini pasti akan muncul ketika kita membahas terkait salah satu metode pengobatan dalam Islam yang satu ini bila dilakukan di bulan Ramadhan. Hal ini wajar, dikarenakan adanya perbedaan pendapat terkait hal ini. 

Nah, semoga tulisan ini sedikit membuka wawasan kita tentang Bekam dan Puasa

Dalil - dalil tentang Bekam di Bulan Ramadhan

Hal yang pertama perlu kita ketahui adalah Dalil - dalil yang terkait dengan bekam. Ada beberapa hadits Rasululloh saw yang menjelaskan tentang ini :

#Riwayat pertama

وَيُرْوَى عَنِ الْحَسَنِ عَنْ غَيْرِ وَاحِدٍ مَرْفُوعًا فَقَالَ أَفْطَرَ الْحَاجِمُ وَالْمَحْجُومُ

Diriwayatkan dari Al Hasan dari beberapa sahabat secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Beliau berkata, “Orang yang melakukan bekam dan yang dibekam batal puasanya.” [Hadits ini juga dikeluarkan oleh Abu Daud, Ibnu Majah dan Ad Darimi. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ no. 931 mengatakan bahwa hadits ini shohih]

#Riwayat kedua

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ – رضى الله عنهما – أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – احْتَجَمَ ، وَهْوَ مُحْرِمٌ وَاحْتَجَمَ وَهْوَ صَائِمٌ .

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berbekam dalam keadaan berihrom dan berpuasa.

Tuesday, March 29, 2022

Happy Ramadan ... Prove it

Allah SWT says,

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ
 
The bounty of Allah and His mercy are better than what they amassed ”(QS. Yunus [10]: 58).

The good news about the coming of Ramadan as in the following hadith. 

 
ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

"has come to you Ramadan, a blessed month. God obligates you to fast on it. The gates of heaven were opened to him. The gates of Hell are closed. The demons are bound. In it there is a night better than 1000 months. Whoever is hindered from his goodness, then he is indeed hindered. " {HR. Ahmad in Al-Musnad (2/385). Rated authentic by Al-Arna'uth in Takhrijul Musnad (8991)}

Yaikh Shalih Al-Fauzan explained

ﻫﺬﺍ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ ﺑﺸﺎﺭﺓ ﻟﻌﺒﺎﺩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﺑﻘﺪﻭﻡ ﺷﻬﺮ ﺭﻣﻀﺎﻥ ؛ ﻷﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﺧﺒﺮ ﺍﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﺑﻘﺪﻭﻣﻪ ، ﻭﻟﻴﺲ ﻫﺬﺍ ﺇﺧﺒﺎﺭﺍً ﻣﺠﺮﺩﺍً ، ﺑﻞ ﻣﻌﻨﺎﻩ : ﺑﺸﺎﺭﺗﻬﻢ ﺑﻤﻮﺳﻢ ﻋﻈﻴﻢ

‏( ﺃﺣﺎﺩﻳﺚ ﺍﻟﺼﻴﺎﻡ .. ﻟﻠﻔﻮﺯﺍﻥ ﺹ 13 ‏)

ﺃﺗﻰ ﺭﻣﻀﺎﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﺗﻔﺘﺢ ﻓﻴﻪ ﺃﺑﻮﺍﺏ ﺍﻟﺠﻨﺔ ، ﻭ

Sunday, March 27, 2022

Satisfy Before Fasting ???

In the past... When we were still in school, we often heard the phrase that became a joke for us and our friends every time we approached the month of Ramadan, namely "Satisfy Before Fasting".

This expression is aimed at the pattern or style of consuming food, meaning that we eat as much as we can while it is still not the month of Ramadan, because it cannot be done during the month of Ramadan later.

Even though it's just a joke, it's never even been implemented in such a way, but sometimes we unconsciously do it, even if it's on a small and personal level. Acts like this can have a bad impact, whether it is viewed from the side of worship or from the other side. For example, if we examine it from the point of view of health, it will result, among others, as follows:

Saturday, March 26, 2022

Puaskan Sebelum Puasa ???

Dahulu ... Ketika masih sekolah, sering terdengar ungkapan yang menjadi candaan kami dan teman-teman setiap kali mendekati bulan Ramadhan, yaitu " Puaskan Sebelum Puasa".

Ungkapan ini ditujukan pada pola atau gaya dalam mengkonsumsi makanan, maksudnya agar kita makan sepuas-puasnya mumpung masih belum masuk bulan Ramadhan, karena hal itu tidak dapat dilakukan ketika bulan Ramadhan kelak.

Walau pun hanya sebatas candaan, bahkan tidak pernah juga sampai dilaksanakan sedemikian, namun secara tak sadar kadang juga kita melakukan hal itu, walau pada taraf yang kecil dan bersifat pribadi. Perbuatan seperti ini dapat berdampak kurang baik, entah itu dipandang dari sisi ibadah mau pun dari sisi lainnya. Misalnya, bila kita telaah dalam kaca mata kesehatan, maka akan berakibat antara lain seperti ini :

Friday, March 25, 2022

Bahagia Sambut Ramadhan ... Buktikan

Allah berfirman,

ﻗُﻞْ ﺑِﻔَﻀْﻞِ ﺍﻟﻠّﻪِ ﻭَﺑِﺮَﺣْﻤَﺘِﻪِ ﻓَﺒِﺬَﻟِﻚَ ﻓَﻠْﻴَﻔْﺮَﺣُﻮﺍْ ﻫُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻳَﺠْﻤَﻌُﻮﻥَ

“Katakanlah: ‘Dengan kurnia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Kurnia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan” (QS. Yunus [10]: 58).

Kabar gembira mengenai datangnya Ramadhan sebagaimana dalam hadits berikut.

ﻗَﺪْ ﺟَﺎﺀَﻛُﻢْ ﺭَﻣَﻀَﺎﻥُ، ﺷَﻬْﺮٌ ﻣُﺒَﺎﺭَﻙٌ، ﺍﻓْﺘَﺮَﺽَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺻِﻴَﺎﻣَﻪُ، ﺗُﻔْﺘَﺢُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ، ﻭَﺗُﻐْﻠَﻖُ ﻓِﻴﻪِ ﺃَﺑْﻮَﺍﺏُ ﺍﻟْﺠَﺤِﻴﻢِ، ﻭَﺗُﻐَﻞُّ ﻓِﻴﻪِ ﺍﻟﺸَّﻴَﺎﻃِﻴﻦُ، ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺧَﻴْﺮٌ ﻣِﻦْ ﺃَﻟْﻒِ ﺷَﻬْﺮٍ، ﻣَﻦْ ﺣُﺮِﻡَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻓَﻘَﺪْ ﺣُﺮِﻡَ

“Telah datang kepada kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu surga dibuka padanya. Pintu-pintu Jahim (neraka) ditutup. Setan-setan dibelenggu. Di dalamnya terdapat sebuah malam yang lebih baik dibandingkan 1000 bulan. Siapa yang dihalangi dari kebaikannya, maka sungguh ia terhalangi.” {HR. Ahmad dalam Al-Musnad (2/385). Dinilai shahih oleh Al-Arna’uth dalam Takhrijul Musnad (8991)}

Monday, March 21, 2022

Ramadhan 1443 Kurindu



Fajarnya mulai merekah
Cahayanya mulai terasa hangat
Hembusannya mulai lembut merambat
Belaiannya mulai membangunkan semangat
Bisikannya semakin jelas terdengar

Oh Ramadhan
Betapa rindunya insan beriman
Menantimu bersama zaman
Mengawasi kalender setiap halaman
Untuk segera merangkul teman

Oh Ramadhan
Pekanmu dinanti
Harimu dicari
Jam-jammu ditandai
Menit-menitmu diteliti
Detik demi detikmu diawasi
Demi mendapat kemuliaan hakiki

Monday, May 3, 2021

Ramadhan, Bulan Penuh Kue

 Langit masih tampak dominan biru muda cerah. Walaupun sudah sedikit menurun kecerahannya dibanding satu sampai dua jam sebelumnya. Sang Mentari juga sudah agak jauh turun ke arah barat. Beberapa gumpalan awan nampak menghiasi beberapa bagian, namun tidak begitu banyak. Sehingga menambah indah suasana hari itu, yang juga bertepatan dengan pekan terakhir di bulan Sya'ban.
Shalat Ashar baru saja selesai dilaksanakan. 
 
Para santri berkumpul di beberapa titik membentuk lingkaran-lingkaran kecil di dampingi satu orang pendamping. Selesai wirid sore dan tilawah beberapa ayat Al Qur'an, para ustadz biasa memberi tausiah ringan dan diskusi kecil-kecilan sebelum kemudian bubar menuju lapangan olah raga.
 
"Anak-anak, bulan Ramadhan sebentar lagi akan datang, bulan dengan penuh kemuliaan, pahala-pahala dilipatgandakan, berkah, rahmat dan ampunan akan tercurah limpah kepada orang-orang beriman yang melaksanakan Ibadah di bulan itu, kita sebagai ummat Islam harus berbahagia dengan datangnya bulan mulia ini" salah satu ustadz pendamping membuka pembicaraan.
 

Sunday, May 2, 2021

Juz Tiga Puluh Dua ???

Momen Ramadhan merupakan kesempatan besar bagi para santri untuk meningkatkan intensitas tadarrus Al Qur'an. Bahkan biasanya ada target berapa kali khatam dalam sebulan. Dan ini akan ditanya minimal sekali dalam sepekan.
Sore itu, sebelum bubar ke lapangan olahraga. Seorang Ustadz naik ke podium dan mulai menanyakan satu persatu sampai dimana posisi tadarrus di hari ke-20 Ramadhan. Mulailah ditanya satu persatu, sampailah pada salah satu santri SD yang berada di posisi agak ke tengah.
 
"Fulan yang di tengah, sudah juz berapa?" Kata Ustadz
"Juz 32 Ustadz" jawab si santri santai
 

Friday, April 30, 2021

TERCEBUR LAIL

Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya
Padahal tidak ada hujan sejak setelah Isya
Para santri kecil masih pada posisi masing-masing
Berselimut sarung yang menutupi hampir seluruh badan
Bahkan ada yang hanya terlihat seperti gembolan dalam sarung 
 
" Tok ... tok ... tok, Sholatul lail ... Sholatul lail ..." terdengar suara kakak-kakak dari kamar sebelah mulai mengetok dan membangunkan.
Beberapa santri hanya merubah posisi saja, dari rebahan menjadi duduk tertunduk tanpa memperlihatkan tanda-tanda kehidupan. Bahkan ada yang hanya merubah hadapan dari kiri ke kanan atau sebaliknya.
"Perasaan baru aja tidur ..." gerutu salah satu santri, padahal jam menunjukkan pukul 03.00 dini hari.
"Tok ... tok ... tok ... ayo bangun, buka pintunya" terdengar lagi suara itu, kali ini lebih nyaring dari yang pertama.
 

Bahagia Tanpa Batas

 
BAGAIMANA RASANYA APABILA ... 🤔🤔
🤔
ORANG TUA KITA DI ALAM BARZAH yG sDh TIDAK BISA MENIKMATI RAMADHAN, tiba2 BERBAHAGIA LUAR BIASA krN dPt kiriman PAHALA IBADAH RAMADHAN dRi kita sebagai anaknya, cuCunya atau keRaBatnya? 
 
BAGAIMANA BAHAGIANYA MENJADI ... 😍😍
😍
Org Yg TERBANYAK MenyeDiakaN maKan Sahur dan Buka PuaSa di HARI-HARI RAMADHAN bgi mrkA yang meMbutuHkan? 
 

Sunday, June 9, 2019

Sukses Ramadhan 1440 H

Bulan Ramadhan 1440 H baru saja berlalu meninggalkan kita. Banyak kesan dan pesan menghiasi kepergiannya. Bagi para Mujahid Ramadhan, momen ini akan menyisakan kesedihan yang luar biasa. Namun, tidak semua hamba Alloh bertipe seperti itu, bahkan ada yang merasa begitu memang dan bebas setelah lepasnya Ramadhan.

Bagi para Mujahid Ramadhan, cita-cita terbesar setelah Ramadhan adalah lulus sebagai pribadi sukses Ramadhan. Seperti mabrurnya orang berhaji, atau juga mumtaznya seorang pelajar, begitulah pula cita-cita para Mujahid Ramadhan.

Berbicara tentang sukses Ramadhan, maka tentunya ada ciri-ciri atau setidaknya indikator yang tampak dari seseorang yang sukses Ramadhannya. Para ulama memberikan ciri-ciri sederhana bagi mereka yang sukses Ramadhannya. Indikator terbesar adalah, ketika sebagian besar amalan-amalah baik di bulan Ramadhan dapat menjadi warna dalam kehidupan setelah Ramadhan. Secara umum dapat terlihat seperti ini :

Thursday, May 30, 2019

Puasa dan Ujian Praktek Iman


 
Dalam dunia persekolahan, sudah tidak asing bagi para murid untuk mengikuti ujian secara berkala. Ujian itu digunakan para guru untuk mengukur perkembangan para murid-muridnya.


Dalam kehidupan sehari-hari pun sebenarnya ini tetap berlaku bagi setiap manusia. Hanya saja sedikit yang mampu menyadarinya. Sebagai penguat proses itu bisa kita lihat pada penjelasan Sang Pencipta berikut ini :

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: `Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi? Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka. Maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan Sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS. Al-Ankabut ayat 2-3)

Ayat tersebut fokus menjelaskan tentang evaluasi keimanan. Dalam artian bahwa, sebenarnya setiap sisi kehidupan memiliki evaluasi tersendiri. Alloh menyiapkan media-media evaluasinya di berbagai sudut kehidupan.

Tuesday, May 7, 2019

Tips Khatam Al - Qur'an di Bulan Ramadhan

Alhamdulillah ... Tidak terasa kita sudah berada kembali di dalam bulan Ramadhan, tepatnya di tahun 1440 H. Sebuah kenikmatan yang luar biasa tentunya, karena banyak dari saudara kita dipanggil sang Pencipta sebelum sempat mencicipi kenikmatan di Bulan Ramadhan. Bahkan ada yang tinggal menghitung menit saja tidak sempat.
Maka, nikmat ini jangan sampai disia-siakan, salah satunya dengan membuat target-target kebaikan. Misalnya menargetkan Khatam Al-Qur'an dalam bulan Ramadhan.

Beberapa grup whatsapp ramai membagikan tips-tips atau pun trik-trik bagaimana agar bisa khatam Al-Qur'an di Bulan Ramadhan, saya coba bagikan disini, semoga bermanfaat.

Monday, July 7, 2014

Puasa Manusia atau Puasa Binatang

Puasa seperti apa yang kita pahami selama ini ? Tentu tentang pemahaman puasa hampir sebagian besar kaum muslimin memiliki pemahaman yang sama. Namun pada aplikasinya sangat beragam. Ketika Jurnal Taqin jalan-jalan ke Hidayatullah.com, ada tulisan yang cukup menarik untuk ditelaah. Selamat membaca ;

Sejumlah ular piton dapat bertahan hidup hingga satu tahun setelah memangsa buruan besar sebelum melahap mangsa berikutnya. Di dunia ikan, salmon termasuk yang cukup tenar dalam hal ‘puasanya’ Agar Tidak Seperti Puasa Binatang… Terkait

SESUNGGUHNYA, jika puasa diartikan sekedar tidak makan, tidak minum, dan tidak melakukan aktifitas jasmani lain selama sekian jam, maka tidak ada yang istimewa dengan puasa. Mengapa? Karena tubuh kita sejak bayi hingga tumbuh menjadi anak-anak dan dewasa sudah terbiasa berpuasa seperti itu. Benarkah demikian?

Semua manusia selalu “berpuasa”

Dalam kamus asal-usul kata bahasa Inggris (kamus etymology), kata “breakfast” yang berarti sarapan diketahui sudah ada sejak abad ke-15. Kata “breakfast” merupakan gabungan dari kata “break” (kata kerja) dan “fast” (kata benda). Dalam bahasa Inggris, “to break” artinya menghentikan (berbuka), sedangkan “fast” bermakna puasa. Jadi secara harfiah, menurut Farlex Trivia Dictionary 2011, “breakfast” yang berarti sarapan secara harfiah memiliki arti “breaking the fast”, yakni berbuka dari puasa yang telah dilakukan sepanjang malam, yakni di saat tidur.

piton Ketika tidur, manusia usia berapa pun, sehat ataupun sakit, sudah pasti tidak melakukan aktifitas makan, minum, maupun kegiatan lain selain tidur. Dengan kata lain mereka “puasa tidak makan dan minum” selama tidur malam. Oleh karenanya, ketika bangun pagi lalu sarapan, maka sarapan itu disebut sebagai “breakfast”, yakni berbuka puasa (“break”). “Breakfast” (sarapan) itulah kegiatan makan minum yang pertama kali dilakukan pasca tidur sekian jam tanpa makan dan minum alias puasa (“fast”).

Sungguh, jika puasa hanyalah bagian dari kehidupan yang dijalani manusia tanpa makan, minum, serta tanpa melakukan kegiatan fisik yang membatalkan puasa, maka semua manusia di bumi ini, dari ras mana pun dan agama mana pun, sudah dan selalu melakukannya setiap hari, sejak bayi hingga dewasa dan meninggal dunia. Tidak ada yang istimewa. Mereka semua melakukan puasa seperti itu ketika tidur, dan berbuka saat bangun dan sarapan.

Puasa binatang lebih hebat

Dilihat dari tingkat kesulitan fisik serta lama puasa, maka puasanya manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa di dunia satwa. Tidak ada yang dapat dibanggakan. Sebut saja kutu dan kecoak yang mewakili dunia serangga. Kecoak mampu tetap hidup tanpa minum hingga dua minggu dan tanpa makan hingga sebulan penuh. Lebih dahsyat lagi adalah kutu, yang setelah kenyang menghisap darah inangnya, mampu bertahan hidup tanpa makan hingga dua tahun.

Di dunia mamalia, beruang dan unta adalah contoh hewan yang mampu ‘berpuasa’ secara ekstrim, dalam lingkungan ekstrim pula. Beruang Hitam Amerika mampu bertahan hidup selama hibernasi (tidur di musim dingin) hingga 100 hari tanpa makan, minum, tanpa mengeluarkan kotoran, dan bahkan tanpa mengubah posisi tidur mereka. Unta pun tak kalah tangguhnya. Cuaca gurun pasir sangatlah ekstrim, suhunya dapat mencapai lebih dari 37 derajat selsius di siang hari, dan turun hingga di bawah nol di malam hari. Namun ini bukan masalah bagi unta. Dalam kelangkaan makanan dan air, unta mampu bertahan hidup selama seminggu atau lebih tanpa air, serta selama beberapa bulan tanpa makanan.

 Kura-kura, buaya, dan ular adalah tiga contoh sang ‘juara puasa’ dari kalangan reptil. Kura-kura Galapagos mampu bertahan hidup di musim kering, panas dan lembab di kepulauan Galápagos hingga satu tahun tanpa makan dan minum. Hewan ini memakan makanan yang tidak perlu diairi rutin seperti kaktus, buah, rumput, dan dedaunan. Tubuhnya mampu menyimpan makanan dan air dengan sangat baik. Demikian pula dengan buaya. Diantara masa perburuannya, buaya mampu bertahan tanpa makan selama berbulan-bulan. Beberapa diantaranya bahkan diketahui mampu terus hidup selama setahun penuh tanpa makan ataupun minum. Hal yang sama berlaku pada ular, sebut saja piton.

Sejumlah ular piton dapat bertahan hidup hingga satu tahun setelah memangsa buruan besar sebelum melahap mangsa berikutnya. Di dunia ikan, salmon termasuk yang cukup tenar dalam hal ‘puasanya’. Salmon menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di lautan Pasifik dan Atlantik. Saat mencapai usia kawin, salmon melakukan perjalanan kembali ke tempat lahirnya untuk bertelur dan membuahi telur di situ. Saat mengembara ratusan hingga ribuan kilometer melawan arus sungai ini, salmon tidak makan sama sekali hingga sembilan bulan.

Masih banyak lagi sebenarnya contoh hewan, bahkan tumbuhan dan mikroorganisme, yang mampu ‘berpuasa’ dengan rentang waktu lebih lama dan kondisi yang jauh lebih sulit dibandingkan manusia. Jika dibandingkan dengan makhluk hidup tersebut, maka rentang waktu maupun kondisi ekstrim yang dialami manusia saat berpuasa tidaklah ada apa-apanya. Tidak ada yang istimewa dengan puasa manusia.

Istimewanya puasa manusia

Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya kaum muslimin diwajibkan berpuasa. Bahkan ada ayat khusus dan terperinci mengenai syariat puasa Ramadhan ini. Belum lagi hadits-hadits Nabi Muhammad, yang banyak sekali, yang menjadi dalil maupun tuntunan kaum muslimin dalam berpuasa, khususnya di bulan Ramadhan. Beberapa di antaranya adalah:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS: Al Baqarah, 2:183)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan mengamalkannya maka Allah sudah tidak lagi memerlukan dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan malam Qadar -dengan ketaatan- karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. Dan barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari)

Allah berfirman, “Semua amal anak Adam baginya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang kalian sedang menjalani puasa janganlah dia berkata-kata kotor dan berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci atau memeranginya hendaklah dia katakan, ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa.’…” (HR. Bukhari)

Dari ayat Al Qur’an dan hadits tersebut, sudah cukup menjadi bukti bahwa istimewanya puasa Ramadhan dikarenakan ibadah ini menekankan aktifitas selama keadaan terjaga dan bukan ketika tidur. Puasa Ramadhan tidak hanya sekedar aktifitas jasmani berupa tidak makan, tidak minum, dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa saja. Tapi ada sisi pikiran, kejiwaan, dan perilaku yang perlu disiapkan menjelang puasa, dijaga selama berpuasa, dan diraih serta dipertahankan setelah puasa Ramadhan berakhir. Bahkan prestasi ini perlu ditingkatkan. Inilah yang membedakan, dan mengistimewakan puasa Ramadhan dari puasa hewan dan puasa manusia yang umumnya mereka lakukan ketika tidur.

Keimanan merupakan kondisi kejiwaan, pemikiran dan akal yang prima yang perlu dipersiapkan menjelang Ramadhan tiba. Selama Ramadhan, saat sedang dalam keadaan terjaga, orang-orang yang berpuasa dianjurkan selalu menjaga niat yang ikhlash, mengharap pahala Allah semata, memelihara pikiran dari pengaruh buruk di sekeliling, dan mempertahankan akhlak yang baik dari segala cobaan yang sulit.

Kaum muslimin juga diarahkan agar memiliki target dan hasil tertinggi dari aktifitas puasa Ramadhan yang dilakukan, yakni menjadi manusia yang bertakwa dan diampuni dosa-dosanya. Inilah yang sepatutnya dilakukan manusia, agar puasanya istimewa, dan bukan seperti puasa manusia umumnya, apalagi puasanya binatang. Wallaahu a’lam.

Oleh: Dr. rer. nat. Catur Sriherwanto
Sumber : http://www.hidayatullah.com/ramadhan/mutiara-ramadhan/read/2014/07/04/24554/agar-tidak-seperti-puasa-binatang.html

Friday, July 26, 2013

Memperkuat Prisai

Prisai merupakan alat yang digunakan sebagai pelindung untuk melindungi diri kita dari sabetan senjata lawan. Dia akan menjadi tabir antara kita dengan bahaya yang mengancam.
Demikianlah salah satu fungsi puasa bagi orang-orang yang beriman. Puasa akan menjadi wadah latihan dan penguatan untuk menghadang berbagai macam sabetan dosa yang akan mengoyak keimanan kita. Dengan puasa yang berkualitas akan menghasilkan prisai yang sangat kuat.
Kekuatan prisai ini sangat ditentukan oleh seberapa kuat kesungguhan kita dalam usaha meningkatkan kwalitas puasa kita di bulan Ramadhan. Semakin gigih kita, semakin bagus puasa kita, insyaAlloh semakin kuat prisai kita.
Oleh karenanya, ayo kita berusaha sekuat tenaga untuk menjaga dan meningkatkan kwalitas puasa kita, agar terbentuk sebuah prisai diri yang kuat yang akan melindungi kita dari daya rusak maksiat.
Dan kita berusaha untuk mempertahankannya sampai selesai Ramadhan, sehingga prisai itu dapan dipergunakan di luar bulan Ramadhan.

Sunday, August 21, 2011

Ayo I'tikaf

Bulan Ramadhan sudah memasuki 1/3 akhir, dan Alloh SWT melipatgandakan imbalannya bagi para pejuang Ramadhan. Rosul saw biasa meningkatkan ibadah dengan beri'tikaf di masjid, seperti dijelaskan;
Dari ‘Aisyah radhiallahu anha isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ


Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beri’tikaf pada sepuluh hari yang akhir dari Ramadhan hingga wafatnya kemudian isteri-isteri Beliau beri’tikaf setelah kepergian beliau.”
(HR. Al-Bukhari no. 1886 dan Muslim no. 2004)


Ada Berita besar Dari Alloh SWT

إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيمٍ
أَمْرًا مِّنْ عِندِنَا إِنَّا كُنَّا مُرْسِلِينَ


Artinya : ”Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi kami. Sesungguhnya kami adalah yang mengutus rasul-rasul.” (QS. Ad Dukhan : 3 – 5)

Nah, Ayo Berburu Lailatul Qodr

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:

تَحَرَّوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِي الْعَشْرِ الْأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ


"Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh hari terakhir dari Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)

Kemudian sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam lagi,

خَرَجْتُ لِأُخْبِرَكُمْ فَتَلَاحَى فُلَانٌ وَفُلَانٌ وَإِنَّهَا رُفِعَتْ وَعَسَى أَنْ يَكُونَ خَيْرًا لَكُمْ فَالْتَمِسُوهَا فِي التَّاسِعَةِ وَالسَّابِعَةِ وَالْخَامِسَةِ


"Sesungguhnya aku telah keluar untuk memberitahu kepada kalian (kapan Lailatul Qadar itu). Tetapi (di tengah jalan) aku bertemu dengan fulan dan fulan yang sedang bertengkar, sehingga aku terlupa kapan malam itu. Semoga ini lebih baik bagi kalian. Oleh karena itu, carilah malam tersebut pada (malam) kesembilan, ketujuh, dan kelima (dari sepuluh hari terakhir)." (HR. al-Bukhari)

Ayo, tunggu apa lagi, yuk berburu lailatul Qodr, Ayo I'tikaf ..... ^_^