Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^

Wednesday, February 25, 2009

STAIN Palangka Raya


Di kota Palangka Raya, ibukota Kalimantan Tengah berdiri sebuah perguruan tinggi Islam Negeri yang bernama Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, STAIN Palangka Raya. Bloger “Jurnaltaqin” sendiri merupakan mahasiswa perguruan tersebut angkatan 2004 yang kebetulan berdomisili di Program Studi (Prodi) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Jurusan Dakwah, dimana Prodi ini berorientasi pada Ilmu-ilmu Komunikasi dan Jurnalistik.
Nah... dalam hal ini, ane (sang bloger) ingin sedikit bercerita tentang perguruan tersebut, yach... kale aja nanti ada yang baca tulisan ane, silahkan aja beri tanggapan.

Sekilas Tentang
STAIN Palangka Raya merupakan salah satu perguruan tinggi yang terdapat di kota Palangka Raya, ibu kota Kalimantan Tengah yang berciri khas Agama Islam, dengan demikian tentulah orientasi keilmuannya adalah ilmu-ilmu Keislaman. Setahu ane, perguruan tinggi yang satu ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi Islam yang berstatus Negeri di Palangka Raya, bahkan di Kalimantan Tengah (pada saat tulisan ini diposting).
STAIN Palangka Raya memiliki tiga Jurusan, dan masing-masing jurusan memilik beberapa Prodi. Adapun rincian jurusan dan prodi itu adalah sebagai berikut :
Jurusan Dakwah dengan Prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dan Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) plus Prodi program khusus Pendidikan Kader Ulama (PKU).
Jurusan Syariah dengan Prodi Al Ahwalu Asy Syahsyiah (Peradilan Islam) dan Ekonomi Syariah.
Jurusan Tarbiyah dengan prodi Pendidikan Agama Islam (PAI), Tidris Bahasa Inggris (TBI), Tidris Fisika (TFs) dan Tidris Biologi (TBg) plus PGMI...???
STAIN Palangka Raya terletak di jalan G. Obos km 4 komplek Islamic Center, lokasi tersebut cukup strategis untuk sebuah perguruan dengan alasan jauh dari pusat keramaian kota dan masih asri (kaya’ di desa gitu he...3x) sehingga membuat mahasiswanya tenang dan tentram dalam menjalani rutinitas perkuliahan.
Kalau dilihat dari segi sarana dan prasarana, perguruan ini sudah dapat dikatakan lengkap. Beberapa prodi sudah memiliki laboratoriaum sendiri sebagai media pembelajarannya, sebagai contoh prodi KPI memiliki Stasiun Radio dan Laboratorium Media yang dijadikan sebagai tempat praktek jurnalistiknya. Jurusan Tarbiyah secara keseluruhan sudah memiliki laboratorium bahasa dan Micro Theacing (laboratorium Pendidikan). Dan juga untuk sarana umum, perguruan ini sudah memiliki laoratorium komputer dan Internet, perpustakaan yang lengkap, serta sarana olah raga beberapa cabang olah raga. Sampai tulisan ini diposting, setidaknya STAIN Palangka Raya sudah mulai memasuki sistem adminitrasi cyber, yaitu dalam menjalankan sistem adminitrasi akademika, sebagian proses sudah tidak melibatkan cara-cara manual, melainkan sudah ada alat yang mewakilinya.
Untuk proses perkuliahan dan proses belajar-mengajar pun sudah terbilang sangat memuaskan, walaupun bila ditelaah secara mendalam masih terdapat kekurangan-kekurangan yang mengundang koreksi, karena itu sebuah kewajaran.

Kesanku
Kalau mau diutarakan kesan-kesan selama kuliah di perguruan yang satu ini, tentunya sangat banyak kesan yang bisa diceritakan. Tapi ada satu kesan yang paling dominan, apa kesan itu ? sebagai mahasiswa jurusan Dakwah tentunya kesan ini hampir semua sama, yaitu sunyi dan sepi he... he... he... Tujuan kuliah memang bukan untuk rame-rame, tapi setidaknya dengan banyak teman suasana akan berbeda, iya engga’ ???. Walaupun terbukti dengan sedikitnya orang tersebut kualitas lebih teruji (IPK rata-rata 3,5 he...3x) tapi kedepan setidaknya ane tetap berharap masyarakat jurusan Dakwah merupakan masyarakat yang besar. Adapun kesan-kesan yang lain ane rasa sama untuk setiap mahasiswa di seluruh Prodi dan Jurusan.

Sedikit Saran dan masukan
Sebagai kampus ane yang tercinta, tempat ane menuntut ilmu, ada beberapa saran dan masukan tentunya. Semoga saja masukan ini bisa membantu perkembangan STAIN Palangka Raya ke depannya nanti.
Salah satu cita-cita STAIN Palangka Raya sejak awala adalah bagaimana ia bisa tumbuh berkembang menjadi sebuah Institut atau yang disebut IAIN. Untuk mencapai ke sana, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi tentunya. Salah satunya adalah jumlah mahasiswa yang selalu meningkat dan seimbang di setiap jurusannya, ini menjadi salah satu bukti bahwa perguruan tersebut benar-benar diakui masyarakat secara umum sebagai sebuah perguruan yang benar-benar berkompeten dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Nah selama ini ada hal yang nampak memang sepele yang sepertinya sejak awal tidak begitu menjadi hal yang patut untuk diperhatikan, apa itu...??? Hal itu berkenaan dengan kegiatan sosialisasi perguruan yang dilaksanakan setiap mendekati masa peneriamaan mahasiswa baru, yaitu tentang personel yang diturunkan dalam kegiatan tersebut sebagian dari mereka bukanlah orang yang menguasai misi yang akan mereka jelaskan dilapangan. Sebagai contoh, ketika menjelaskan tentang jurusan Dakwah atau Syariah, kebanyakan dari para sosialisator tidak menguasai betul tentang jurusan Dakwah atau jurusan Syariah tersebut, akhasil penafsiran masyarakat tentang kedua jurusan itu sampai saat ini masih keliru, karena yang mereka dengar dari para sosialisator hanya kulitnya saja. Sehingga ketika mereka mau mendaftar sebagai calon mahasiswa, kedua jurusan tadi terkesan seperti hantu yang tidak enak untuk dibayangkan. Dan itu bisa kita lihat sekarang, kedua jurusan itu masih selalu sepi-sepi saja. Padahal ane sendiri pernah bertemu dengan beberapa pakar jurnalistik Palangka Raya, mereka begitu mengagumi prodi KPI yang berada di jurusan dakwah yang notabene merupakan satu-satunya prodi yang mengembangkan ilmu jurnalistik di Palangka Raya. Tapi kenapa kebanyakan masyarakat masih begitu ngeri bila membayangkan kata “Dakwah”.
Mudah-mudahan ini bisa menjadi masukan untuk kampus ane yang tercinta ini, kampus STAIN Palangka Raya. Agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Salah satu selogan mahasiswa dakwah adalah “Tidak penting apa materinya, tapi bagaimana cara menyampaikannya”, maksudnya adalah, walaupun kita menawarkan segunung emas, tapi cara kita menawarkan kurang menarik dan kurang menguasai materi, maka hasilnya pun tidak akan menarik perhatian.

Semangat untuk STAIN-ku...., maju terus...., masa depan memerlukan perananmu....

Thursday, February 19, 2009

Trik Google


Mungkin selama ini kita hanya mengenal Google sepintas biasa-biasa saja, namun ternyata dari yang biasa-biasa itu masih banyak diantara kita yang belum bisa menggunakannya secara maksimal, banyak trik tersembunyi yang masih belum diketahui. Sebenarnya Mencari informasi pakai google sudah dimudahkan oleh google itu sendiri. Hanya dengan mengetikkan beberapa kata (keyword) google langsung mengampilkan daftar website yang berhubungan dengan informasi yang kita cari.
Tapi terkadang TIDAK SEMUDAH itu?

Jujur saja walaupun Google sudah memudahkan kita namun terkadang kita sendiri yang mempersulit. Berikut beberapa Rahasia Google yang WAJIB anda ketahui (Saya katakan rahasia karena banyak orang yang tidak tahu).

1. Mencarilah secara spesifik

YA! ini mungkin kesalahan terbesar orang yang jarang pakai google. Jika melakukan pencarian informasi selalu tidak spesifik. Misalkan anda sedang mencari informasi berupa keyword(kata kunci) cinta, tapi informasi cinta apa? Apakah tips cinta, lagu cinta, lirik cinta, kisah cinta? Ada beragam kemungkinan tentang cinta

Sebagai contoh anda sedang mencari informasi tentang tips cinta. Tulislah tips cinta untuk mencari di google. Jika anda hanya mengetikkan cinta, google kemungkinan BESAR tidak akan memberikan hasil yang relevant kepada anda.

Cara mencari informasi spesifik adalah yang terbaik, bahkan kalau perlu gunakan sampai lebih dari lima kata

2. Gunakan keyword berbeda tapi artinya sama

Bagaimanapun informasi di internet itu dibuat oleh manusia. Cara manusia mengungkapkan sesuatu yang sama, bisa saja dengan bahasa yang berbeda. Misalnya: membuat komputer, bisa saja ada orang yang menulis artikel membuat komputer dengan ejaan lain semacam merakit komputer atau membuat pc.

Jadi jika pencarian informasi anda tidak kunjung berhasil coba pikirkan keyword-keyword lain yang kiranya artinya sama. Trik google yang satu ini membutuhkan kemampun anda dalam berbahasa, ya katakanlah semacam sinonim.

3. Jangan kebanyakan kata penghubung

Bagai contoh kita hendak mencari hal-hal tentang internet, jangan kita masukkan keyword yang terlalu panjang dengan banyak kata penghubung di dalamnya. cukup dengan kata singkat yang memiliki multi makna. contoh kata "tentang internet", "belajar internet", "rahasian internet", "trik internet" dan sebagainya.

4. Malu Bertanya Sesat di jalan

Jika anda sedang menggunakan google untuk menjawab pertanyaan? Cobalah juga gunakan kalimat tanya untuk melakukan pencarian informasi.
Siapa itu Adolf hittler
Apa rumus pytaghoras
Bagaimana cara menggunakan proxy
Bagaimana cara menggunakan google

hasilnya dengan trik google yang satu ini adalah selain lebih relevan juga pertanyaan anda langsung terjawab bukan !?

5. Paksa Google dengan “tanda kutip”

Umpamanya google anda suruh-suruh untuk mencari informasi kematian tokoh manga. Dia mungkin tidak akan memberikan hasil persis sesuai yang kita minta. Hasil pencarian mungkin akan menjadi seperti ini “kematian bla bla bla….tokoh di manga bla…bla”. OK! hasil seperti itu memang tidak bisa disalahkan karena ada faktor lain daripada hanya sekedar rangkaian keyword dalam menentukan informasi yang relevan.

Nah supaya menghasilkan pencarian informasi sesuai rangkaian keyword yang diinginkan. Gunakan salah satu trik google yaitu tanda kutip (” keyword “) menjadi “kematian tokoh manga”. Dengan cara seperti ini akan mengurangi hasil pencarian ditambah informasi yang ditampilkan akan semakin relevan

6. Gunakan tanda plus (+) dan Min (-)

Bukan hanya di aritmatika ada penjumlahan dan pengurangan . Google juga bisa kok. tentu saja fungsinya juga sama. Rahasia Google ini sangat jarang padahal sudah jelas-jelas ditulis di bagian HELP.

Tanda (+)
untuk menambahkan kata yang ingin dicari pada pencarian informasi. misalkan “kematian tokoh manga” (ingat pakai tanda kutip) lalu khusus untuk tokoh naruto saja . Maka cukup anda tulis di “kematian tokoh manga” +naruto. Hasilnya selain mencari keyword “kematian tokoh manga” google juga akan menempatkan hasil pencarian teratas jika ada keyword “naruto”.

Tanda (-)

Tentu saja digunakan untuk mengurangi hasil pencarian. Lalu apa gunanya? kenapa kita harus mengurangi hasil pencarian.Ini dikarenakan google mengindex semua halaman yang dianggapnya penting. Tidak peduli apakah itu sebenarnya hanya iklan, berita, bookmarking dsb.

Coba anda bayangkan kita akan mencari soal psikotes. tapi yang muncul hanya iklan dari orang yang menjual soal psikotes. Maka dari itu dan oleh karena itu kita gunakan tanda - untuk menghilangkan iklan. Menjadi “soal psikotes” -iklan.

Bisa juga anda menggunakan google supaya tidak mencari di situs tertentu. Terutama situs iklan baris atau situs bookmarking semacam digg.com atau lintasberita.com. contohnya “soal psikotes” - site:lintasberita.com

7. Informasi di internet itu bukan hanya website (file html)

Informasi di internet bukan hanya website ada beragam file semacam pdf, doc(ms word) bahkan flv (file video seperti di youtube). Caranya tinggal tambahkan kode filetype:”tipe “.

Misalnya ingin mencari soal psikotes dalam bentuk file pdf, Ya tinggal ketikkan saja “soal psikotes” filetype:pdf. Untuk melihat apa saja kode file yang didukung google bisa dilihat di http://www.google.co.id/advanced_search?hl=id

8. Ada Banyak Jalan menuju Roma

Google memang boleh dikata penguasa dalam penyedia dan alat mencari informasi di internet. Tapi masih banyak media lain yang dapat memberikan informasi. katakanlah yahoo, wikepedia, youtube, ask dsb. Anda bisa menggunakan 7 mesin pencari informasi di internet secara bersamaan dan mendapatkan hasil pencarian yang lebih banyak dan relevan.

Selain 8 diatas masih banyak kok rahasia google yang tidak saya tulis (Karena memang saya juga tidak tahu). Tapi saya harapkan dengan trik-trik google diatas dapat lebih memperkaya cara mencari informasi lewat google

sumber http://blogbintang.com/trik-google

Friday, February 13, 2009

Valentin Day, Pantaskah Dirayakan ???


Setiap tanggal 14 februari, biasanya para muda-mudi yang sedang dimabuk cinta saling mengungkapkan cintanya dengan berbagai cara. Kegiatan ini sudah begitu mendunia, bahkan tidak ketinggalan para pemuda muslim juga terlibat dalam ritual ini. Sebenarnya pantas tidak sich hal ini kita ikuti. Agar kita tidak sesat terus menerus, ada baiknya kita ketahui dulu sejarah bermulanya ritual yang satu ini.

Mari kita lihat kutipan dari beberapa sumber sejarah yang dapat dipercaya. The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day : “Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers.” kutipan lainnya menjelaskan "The origins of Valentine's Day trace back to the ancient Roman celebration of Lupercalia. Held on February 15, Lupercalia honored the gods Lupercus and Faunus, as well as the legendary founders of Rome, Romulus and Remus. In addition to a bountiful feast, Lupercalia festivities are purported to have included the pairing of young women and men. Men would draw women's names from a box, and each couple would be paired until next year's celebration. While this pairing of couples set the tone for today's holiday, it wasn't called "Valentine's Day" until a priest named Valentine came along. Valentine, a romantic at heart, disobeyed Emperor Claudius II's decree that soldiers remain bachelors. Claudius handed down this decree believing that soldiers would be distracted and unable to concentrate on fighting if they were married or engaged. Valentine defied the emperor and secretly performed marriage ceremonies. As a result of his defiance, Valentine was put to death on February 14. After Valentine's death, he was named a saint. As Christianity spread through Rome, the priests moved Lupercalia from February 15 to February 14 and renamed it St. Valentine's Day to honor Saint Valentine. What's Cupid Got to Do with It? According to Roman mythology, Cupid was the son of Venus, the goddess of love and beauty. Cupid was known to cause people to fall in love by shooting them with his magical arrows. But Cupid didn't just cause others to fall in love - he himself fell deeply in love. As legend has it, Cupid fell in love with a mortal maiden named Psyche. Cupid married Psyche, but Venus, jealous of Psyche's beauty, forbade her daughter-in-law to look at Cupid. Psyche, of course, couldn't resist temptation and sneaked a peek at her handsome husband. As punishment, Venus demanded that she perform three hard tasks, the last of which caused Psyche's death. Cupid brought Psyche back to life and the gods, moved by their love, granted Pysche immortality. Cupid thus represents the heart and Psyche the (struggles of the) human soul."
Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama–nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.

Ketika agama Kristen Katolik menjadi agama negara di Roma, penguasa Romawi dan para tokoh agama katolik Roma mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998). The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.

Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998). Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).

Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel “Should Biblical Christians Observe It?” (www.korrnet.org) mengatakan kata “Valentine” berasal dari Latin yang berarti : “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
Nah sekarang tinggal bagaimana kita bisa berfikir jernih mengenai hal ini.
Semoga bermanfaat
Sumber : http://rotogu.blogspot.com/2006/02/sejarah-valentines-day.html

Sunday, February 8, 2009

Strategi Kecil Untuk Negeriku

Apabila kita amati dengan seksama bagaimana keadaan negeri kita yang tercinta ini, ada semacam perasaan heran bercampur aneh yang diikuti berbagai macam pertanyaan yang mengherankan dan terdengar aneh pula. Sebenarnya perasaan-perasaan semacam itu wajar dialami oleh setiap orang yang masih memiliki seberkas cinta tulus kepada negerinya, mengapa ?, yah karena pada saat sekarang ini memang sangat sulit kita menebak keadaan seperti apa yang sedang menghampiri negeri kita. Dikatakan baik dan kondusif, kenyataannya tidak. Dikatakan tidak tapi kondusif, apa tidak membingungkan bila kita berada dalam situasi seperti itu, itu sebabnya dapat dikatakan wajar.

Contoh nyatanya adalah, sejak terkena dampak krisis moneter beberapa tahun belakangan, hingga kini negeri kita belum juga pulih dari sakitnya, padahal negara-negara tetangga tidak memerlukan waktu yang lama untuk memulihkan diri. Sebagai anak negeri yang masih memiliki rasa cinta tentunya, kita tidak mungkin membiarkan hal itu terjadi. Sekalipun kita menyadari bahwa untuk mengubah suatu keadaan seperti itu kita tidak memiliki kompetensi dan kemampuan yang mumpuni. Tapi setidaknya kita masih memiliki sedikit kemampuan yang ada untuk bisa berbuat semampu yang kita miliki. Bukankah Tuhan menciptakan setiap makhluknya memilki kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain.

Kalau tiba-tiba ada muncul pertanyaan, “Apa yang bisa saya lakukan untuk Negeri ini ?”, jawabanya tentu banyak yang bisa saya lakukan, walaupun hal itu hanya memiliki orientasi yang sangat kecil, namun bisa jadi itu merupakan hal yang mendasar. Baik, akan saya mulai dengan analisis kecil-kecilan yang pernah dan sering saya lakukan terhadap perkembangan negeri ini. Kalau kita perhatikan dengan seksama bagaimana keadaan negeri kita ini, tampak ada ketidakmerataan pola pikir, orientasi, pemahaman, visi dan misi antara pemimpin tingkat satu dengan pemimpin tingkat dua, antara pemimpin tingkat dua dengan pemimpin tingkat tiga, dan seterusnya. Yang mana hal itu mengakibatkan ketidaksingkronan antara opini yang dimiliki pemerintah dengan pemahaman masyarakat terhadap opini tersebut. Sungguh merupakan suatu hal yang lucu bila pemerintah kita begitu mengelu-elukan Demokrasi dan Reformasi sementara tidak semua masyarakat paham akan hal itu. Parahnya lagi, aparatur pemerintah pada tingkat bawah yang berkecimpung langsung di tengah-tengah masyarakat juga mengalami ketidakpahaman yang sama dengan masyarakatnya.

Sebenarnya kalau boleh menilai, hal itu terjadi disebabkan oleh faktor pendidikan yang tidak begitu mewarnai kehidupan masyarakat kita. Mengapa ?, karena sejak awal perkembangan negeri ini pendidikan tidak menjadi prioritas utama, kalau tidak kedua, ketiga, entah urutan yang keberapa terdamparnya. Berbeda dengan apa yang dilakukan oleh beberapa negara tetangga kita yang menjadikan pendidikan sebagai prioritas pertama. Mereka membangun sekolah-sekolah bagus dengan biaya belajar ditekan seminimal mungkin, namun kualitas pendidikannya bertaraf internasional, sehingga kita bisa lihat kenyataan sekarang bahwa peringkat mereka dalam dunia pendidikan berada di atas negeri kita. Sungguh keadaan yang ironis, padahal beberapa tahun lalu mereka masih menuntut ilmu di negeri kita. Dari kenyataan tersebut setidaknya kita bisa mengambil sebuah pelajaran penting bahwa bagaimana pun juga pendidikan harus selalu nomor satu. Karena faktor yang satu ini yang akan memperkuat kemampuan berfikir setiap orang, sehingga opini apapun yang dilemparkan pemerintah akan dengan mudah dipahami masyarakat. Dan singkronisasi opini pun akan mudah dicapai, yang akan membuahkan masyarakat cerdas dan berkualitas yang mampu menerjemaskan setiap visi dan misi pemimpinnya.

Sebenarnya banyak hal yang bisa kita lakukan, walaupun berskala kecil, yang penting seberapa kita mampu menyumbangkannya. Bukankah hal besar itu dimulai dari hal yang kecil dulu. Baik, sekarang kita lihat apa yang bisa kita lakukan :
Pertama, Menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan. Sebenarnya hal ini bisa dilakukan oleh semua orang, apalagi para bloger yang didominasi oleh kaum intelektual, tentunya hal ini sudah menjadi visi hidup. Bagaimana caranya ?, jawabannya tentu sangat beragam, bukankah banyak jalan menuju Roma, tergantung strategi apa yang mau kita gunakan. Saya rasa sebagian di antara kita sudah ada yang melaksanakannya, walaupun orientasinya hanya dilingkungan keluarga, tetangga se-gang, dan juga kalau terpenuhi bisa satu RT. Setidak-tidaknya mereka bisa menyadari kalau tidak berpendidikan itu akan mempersulit keberlangsungan hidup bermasyarakat, sehingga mereka akan memacu generasi penerusnya untuk menuntut ilmu.
Kedua, Berperan langsung dalam program pendidikan. Tugas yang satu ini bukan hanya tugas guru, tapi juga semua pihak. Baik kita sebagai pemimpin, aparat amaupun masyarakat terlebih sebagai orang tua. Pendidikan seorang anak bisa benar-benar sukses manakala pendidikan di rumahnya berjalan baik, adapun sekolah itu hanya berfungsi sebagai pengarah dan penajam bakat yang dimiliki si anak. Sehingga di sini ada semacam kewajiban bagi setiap orang untuk menjadi orang tua yang cerdas berilmu dengan harapan, nantinya dari merekalah akan ditelorkan generasi-generasi yang cerdas dan berkualitas.
Ketiga, Menjadi mediator bagi mereka yang tidak mampu. Banyak orang tua memberhentikan anaknya dari bangku sekolah dengan alasan tidak mempu membayar biayanaya. Sunggauh ironis bukan, dimana saat ini beasiswa-beasiswa, subsidi-subsidi dan sebagainya bertebaran dimana-mana. Sebenarnya bukan mereka tidak mau, tapi hanya karena mereka tidak tahu akan hal itu. Sudah menjadi kewajiban bagi kita yang tahu akan hal itu untuk menjadi mediator bagi mereka dan mengajarkan kepada mereka bagaimana cara mendapatkan bantuan-bantuan seperti itu.

Saya rasa, tiga poin tersebut apabila dilaksanakan dengan sungguh-sungguh sudah merupakan hal luar biasa yang dapat kita lakukakan sebagai bentuk permulaan yang baik untuk mengantar terbentuknya sebuah visi besar bangsa. Memang bila dilihat sekilas, tiga poin tersebut merupakan hal-hal sepele yang dapat dilakukan oleh semua orang. Tapi jangan salah, sangking sepelenya jarang ada yang mau terlibat dalam ketiga kegiatan tersebut. Ibarat kita diberi tugas untuk membersihkan semut yang berada di lapangan Badminton, ringan dan mudah memang bila sekedar dinilai, tapi coba dijalankan, maka akan terasa benar siapa yang memiliki niat sungguh-sungguh dan siapa yang hanya pintar memproduksi program.
Semangat untuk negeri.

Friday, February 6, 2009

Jenis Manusia Berdasarkan Intensitas Berbicara

Kakek-nenek kita dahulu sering mengatakan, "diam adalah emas". Bagaimanakah menurut anda? Apakah kata mutiara ini memang kata "mutiara"? Mari kita bahas bersama-sama.

Saya tidak akan (dan tidak suka) completely argumentative yang mengantarkan pada kesimpulan yang sangat relatif dan subjektif. Kita akan menyepakati suatu landasan yang dengannya kita mengacu. Sebagai seorang muslim tentulah landasan yang paling valid adalah kitabullah (Al-Quran) dan sunnah (yang diketahui dari hadist) Nabi saw. Di antara yang paling relevan dengan topik kita adalah hadist nomor 15 dari Hadist Arba'in yang diriwayatkan Imam Bukhari dalam shahihnya yaitu:

"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata benar atau diam." [al hadist]

Dari hadist ini, rasa-rasanya kita sudah bisa menebak bahwa "diam adalah emas" bukanlah konsep yang mutlak benar, namun tidak pula salah sama sekali. Saya merasa ungkapan "diam adalah perak" adalah konsep yang lebih tepat, mengapa? Mari simak pembahasan berikut.

Pada hadist riwayat Imam Bukhari di atas, Nabi saw menganjurkan kita agar berusaha untuk melakukan "berkata benar" terlebih dahulu, jika tidak bisa maka barulah diam dijadikan pilihan selanjutnya. Inilah makna Nabi saw menyebutkan terlebih dahulu fal yaqul khoiro (berkata yang benar) ketimbang yashmut (diam). Di sinilah seorang muslim dituntut untuk membiasakan diri mempertimbangkan kemanfaatan ucapannya sebelum mulutnya terbuka. Jika dirasa lebih bermanfaat maka hendaklah mengatakannya sedangkan jika kesia-siaan atau mudharatnya lebih besar ketimbang manfaatnya hendaklah menahan lisannya. Kembali membuka kitab Hadist Arba'in Imam Nawawi, di nomor 12 kita bisa menemukan hadist riwayat Tirmidzi berikut:

"Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya." [al hadist]

Berdasarkan kedua hadist di atas, kita dapat membagi manusia menjadi empat golongan:

Golongan I

Adalah mereka yang banyak bicara dan perkataannya sia-sia. Mereka tidak mempertimbangkan terlebih dahulu apa yang ingin mereka katakan dan mengikuti kecenderungannya yang banyak bicara. Golongan inilah adalah golongan yang paling buruk harus kita hindari karena pertanda Islamnya tidak baik.

Golongan II

Adalah mereka yang mempunyai kecenderungan pendiam namun tidak mendorong diri untuk berbicara yang bermanfaat. Pada beberapa kesempatan dimana ia bisa mengingatkan seseorang atau berbagi ilmu namun tidak ia lakukan. Ini juga prilaku yang harus kita hindari. Kita harus senantiasa berusaha untuk bermanfaat bagi orang lain. Bukankah Nabi saw bersabda, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain." [HR Bukhari dan Muslim]

Golongan III

Adalah mereka yang diam karena khawatir akan menimbulkan kesia-siaan jika terlalu banyak bicara. Inilah golongan perak. Rasulullah saw berkata bahwa inilah orang-orang yang baik Islamnya. Namun seharusnya mereka tidak berpuas diri dengan peringkat peraknya. Hendaknya mereka memperdalam ilmu, wawasan, kepekaan, dan keterampilan berbicaranya agar dapat berhijrah ke golongan yang keempat.

Golongan IV

Merekalah para ulama, orang-orang yang berilmu. Nyaring bunyinya tetapi bukan tong kosong. Banyak bicaranya tapi dengan pembicaraannya ia bermanfaat bagi lingkungannya dan pada hakekatnya, dirinya sendiri. Nabi saw telah menobatkan mereka sebagai manusia yang terbaik. Ternyata ungkapan yang benar adalah "banyak bicara* adalah emas" (harap perhatikan tanda bintangnya karena maknanya krusial). Mudah-mudahan kita semua tergolong golongan ini.
oleh : kiriman Mohamad Sani
Sumber : www.hidayatullah.com

Wednesday, February 4, 2009

My Link

Alexa
google page rank kecil
Page Rank Check
google page rank bulatPageRankdiigodiigo itAdd to diigoBlogvertiseAdvertise On This Blogstumbleupon


http://cdn.stumble-upon.com/images/badgeStumble.pngslashdotaddtoanyShare/BookmarkaddthisBookmark and Share
gbotvisitGoogle bot last visit powered by Gbotvisit.com
countrs4u
blogrnityBlog search directoryblog search directoryYousaytoMake Money BloggingdignowDigNow.netbloglines
Subscribe with Bloglines
top.orgPersonal (Humor) - TOP.ORGblogrankigPersonal Blogs - Blog Rankingsrss milionOn our way to 1,000,000 rss feeds - millionrss.comrumah blogerRumah BloggertopblogTopOfBlogs
blogflare
octofinderOctoFinderblogtoplist
Personal
blogtrackerfeedagePreview on Feedage: jurnal-taqinAdd to My Yahoo! >Add to Google! >
Add to AOL! >

Add to MSN >
Subscribe in NewsGator Online >Add to Netvibes >Subscribe in Pakeflakes >
Subscribe in Bloglines >
Add to Alesti RSS Reader >
Add to Feedage.com Groups >

Add to Windows Live >
iPing-it >Add to Feedage RSS Alerts >Add To Fwicki >Add to Spoken to You blo001 Blog Directory 001
blog folder< a href='http://www.blogfolders.com/' > Blog Folders Blog Directory< /a >blogerpediaBlog DirectorybloghubBlog Directory & Search engine
Blog Directory
bloger nowblog directorybloggorrifcblogoriffic.com
blogs.com

Find the best blogs at Blogs.com.

blogratingBlogs RatingbuzzerhutPromote Your Blogchef Chefs BlogsblogdigeryahooAdd to My Yahoo!feedrankRSSMicro FeedRank ResultsblogginggratisBloggingGratis Top 1,000,000 Sites : Blog With Dofollow