Small Scratch to The World

Saturday, January 3, 2009

Pengalaman Perdana Bareng Linux


Pengalaman... istilah ini bukan suatu yang baru, bahkan kita semua pernah mengalami khan... ???. Nah, kalo ngomong-ngomong soal pengalaman, saya punya pengalaman seru ne, yaitu ketika pertama kalinya saya memberanikan diri berkenalan dengan sebuah Operating Sistem (OS) komputer berbasis unix yang bernama Linux, yaitu sebuah Os yang bersifat open source dan free, yah... hitung-hitung nanti kalo bisa khan komputer di rumah ga khawatir kena sweping lisensi he...50x .

Seperti biasanya, saya punya sebuah prinsip hidup bahwa dari sebuah kesalahan ataupun kegagalan dalam proses pembelajaran itu terkandung ilmu yang sangat besar (ilmu bermanfa'at pastinya).
Sebagai permulaan saya mulai pembelajaran saya dengan proses instal-menginstal, saya carilah informasi bagaimana cara mendapatkan CD installernya. Akhirnya CD installernya bisa saya dapatkan dengan mudah, yaitu dengan membeli majalah komputer Info Linux akan dapat bonus CD sertaannya yang biasanya berupa CD installer Linux. Kebetulan Destro yang saya gunakan pertama adalah Fedora 8. Mulailah saya menghidupkan komputer, terus langsung booting melalui DVD Room, dengan perasaan berdebar-debar langkah demi langkah saya ikuti, sampailah pada sesi mempartisi hard disc, sampai di sini saya terhenti sejenak, memang untuk sesi yang satu ini saya pernah dengar sebelumnya, namun saya tidak memahami inti masalahnya. Akhirnya dari beberapa pilihan tersebut saya pilih poin gunakan seluruh hard disc (kebetulan sebagai pilihan default), proses pun berlanjut sampai dengan proses finhing instalation, dan jreng.... akhirnya intalasi selesai, dan tampilan linux yang begitu menawan telah muncul di layar komputer.
Namun ternyata masalah muncul kemudian, ketika komputer saya matikan dan saya bermaksud untuk booting ke Windows OS (sebagai OS sebelumnya), apa yang saya cari itu tidak ada, memang sich saya pernah dengar dan baca bahwa Windows dan Linux bisa jalam dalam satu PC, tapi kenapa Windowsnya ga ada, kemana ...??? perasaan pun semakin menegangkan ketika saya tahu bahwa semua data hilang tanpa bekas, oh tidak..... mana di situ banyak data-data penting yang ga bakal bisa dicari lagi. Akhirnya saya kembali menjelajah mencari solusi, berbagai artikel saya baca, buku-buku yang berkaitan dengan itu saya beli sebanyak mungkin ( sebatas dana he.. he.. he..) guna untuk memecahkan masalah saya ini.
Akhirnya saya menemukan akar permasalahannya, ternyata dengan mengunakan seluruh ruang hard disc sebagai proses instalasi mengharuskan proses memformat keseluruhan hard disc, yach kenapa baru tahu sekarang..... kenapa juga tidak terpikir sebelumnya untuk memback-up data dalam hard disc... huh.... ini bisa menjadi pelajaran penting bahwa back-up data itu tidak bisa dianggap main-main, jangan sampai hal ini terjadi kepada pembaca ya... !!!!!. Kemudian saya putuskan untuk menghentikan sementara perkenalan dengan si Linux sampai saya bisa memulihkan kembali data yang hilang.
Setelah saya bisa memulihkan kembali data yang hilang (walaupun tidak bisa mencapai 50%), proses perkenalan dengan Linux saya lanjutkan, kali ini persiapan ilmunya harus lebih matang, dengan usaha keras dan diikuti keinginan yang kuat dan antusias yang besar untuk mencoba hal baru, akhirnya saya bisa kenal juga, yah... walaupun tidak begitu akrab tapi kenal he... he... he... dan hasilnya jreng... jreng... jreng... konputer saya sudah bisa booting lebih dari satu OS, yang dulu pengen dua booting eh... sekarang malah tiga booting, wuah kerenz.......
Share:

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT