Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^

Tuesday, January 12, 2021

Gaya Kepemimpinan Delegatif

Kepemimpinan Delegatif biasa disebut Laissez-faire dimana pemimpin memberikan kebebasan secara mutlak kepada para anggota untuk melakukan tujuan dan cara mereka masing-masing. Pemimpin cenderung membiarkan keputusan dibuat oleh siapa saja dalam kelompok sehingga terkadang membuat semangat kerja tim pada umumnya menjadi rendah. Jenis kepemimpinan ini akan sangat merugikan apabila para anggota belum cukup matang dalam melaksanakan tanggung jawabnya dan memiliki motivasi tinggi terhadap pekerjaan. Namun sebaliknya dapat menjadi boomerang bagi perusahaan bila memiliki karyawan yang bertolak belakang dari pernyataan sebelumnya.

Gaya kepemimpinan delegatif memiliki ciri-ciri yaitu pemimpin akan jarang dalam memberikan arahan, pembuat keputusan diserahkan kepada bawahan, dan anggota organisasi tersebut diharapkan bisa menyelesaikan segala permasalahannya sendiri (Thoha, 2006). Gaya kepemimpinan delegatif ini
memiliki ciri khas dari perilaku pemimpin didalam melakukan tugasnya sebagai pemimpin. Dengan demikian, maka gaya kepemimpinan seorang pemimpin akan sangat dipengaruhi adanya karakter pribadinya. 

Delegative Leadership Style

Delegative Leadership is commonly called Laissez-faire where the leader gives absolute freedom to members to carry out their own goals and ways. Leaders tend to let decisions be made by anyone in the group, which can sometimes lead to low team morale in general. This type of leadership will be very detrimental if the members are not mature enough in carrying out their responsibilities and have high motivation for work. On the other hand, it can be a boomerang for the company if it has employees who are contrary to the previous statement.

The delegative leadership style has characteristics, namely the leader will rarely provide direction, decision makers are left to subordinates, and members of the organization are expected to be able to solve all their own problems (Thoha, 2006). This delegative leadership style
has the characteristics of the leader's behavior in carrying out his duties as a leader. Thus, the leadership style of a leader will be greatly influenced by his personal character. 

Monday, January 11, 2021

Gaya Kepemimpinan Transaksional

Kepemimpinan transaksional adalah model kepemimpinan dimana seorang pemimpin lebih cenderung memberikan arahan pada bawahannya, dan memberi insentif serta hukuman pada kinerja mereka serta menitik beratkan terhadap perilaku untuk membimbing pengikutnya.(Maulizar dan Yunus, 2012).

Gaya kepemimpinan transaksional juga dikenal sebagai kepemimpinan manajerial yang berfokus pada peran pengawasan, organisasi, dan kinerja kelompok. 

Gaya kepemimpinan transaksional adalah gaya kepemimpinan dimana pemimpin mendorong kepatuhan pengikutnya melalui dua faktor yaitu imbalan dan hukuman. Para pemimpin dengan gaya kepemimpinan transaksional bekerja dengan cara memperhatikan kerja karyawan untuk menemukan kesalahan dan penyimpangan. Jenis kepemimpinan ini sangat efektif dalam situasi krisis dan darurat.

Transactional Leadership Style

Transactional leadership is a leadership model in which a leader is more likely to provide direction to his subordinates, and incentivize and punish their performance and focus on behavior to guide followers (Maulizar and Yunus, 2012).

The transactional leadership style is also known as managerial leadership which focuses on supervisory roles, organization, and group performance. 

Transactional leadership style is a leadership style in which the leader encourages the obedience of his followers through two factors, namely rewards and punishments. Leaders with a transactional leadership style work by paying attention to employee work to find faults and deviations. This type of leadership is very effective in crisis and emergency situations.


Sunday, January 10, 2021

Transformational Leadership Style

What is Transformational Leadership?
What are the characteristics like?

If quoted from your page, the library , transformational leaders encourage change. They enter the organization to turn things around, return a profit, or improve the culture. Alternatively, a transformational leader may have a vision for what customers, stakeholders, or constituents may need in the future and work towards achieving that goal. They are future-focused change agents. Examples of transformational leaders are Oprah and Robert C. Smith, billionaires who have offered to pay off student loan debt from the entire 2019 graduating class at Morehouse College.

Madu Kalulut atau Madu Klanceng

Madu merupakan cairan yang dihasilkan oleh lebah. Berbeda lebah maka akan berbeda pula jenis madu yang dihasilkan. Bahkan rasanya pun akan berbeda. Pada umumnya rasa madu adalah manis, namun ada pula yang asam dan pahit.

Ada salah satu jenis madu yang rasanya asam manis, kadang kecut. Madu ini biasa dijual degan harga sedikit mahal, karena diyakini memiliki manfaat yang lebih dari madu pada umumnya. Yaitu madu Klanceng, atau di daerah kami di Kalimanntan dikenal dengan nama Madu Kalulut. Madu klanceng ialah madu yang dihasilkan dari lebah tak bersengat, yaitu Lebah klanceng Trigona (Trigona sapiens dan Trigona clypearis). Lebah jenis ini bertahan hidup dengan menggigit, bukan menyengat.

Bila dilihat secara fisik, lebah Trigona berukuran lebih kecil dan berwarna hitam. Dari sarangnya pun memiliki perbedaan, kalau lebah pada umumnya membuat sarang dengan menempel pada pepohonan atau bebatuan, sedangkan lebah Trigona membuat sarang di dalam batang kayu yang berlubang atau batang kayu lapuk.

Saturday, January 9, 2021

Gaya Kepemimpinan Transformasional

Apakah Kepemimpinan Tranformasional itu ?
Seperti apa ciri-cirinya ?

Kalau dikutip dari Laman Kalian Pustaka Pemimpin transformasional mendorong perubahan. Mereka masuk ke organisasi untuk membalikkan keadaan, mengembalikan keuntungan, atau meningkatkan budaya. Sebagai alternatif, pemimpin transformasional mungkin memiliki visi untuk apa yang mungkin dibutuhkan pelanggan, pemangku kepentingan, atau konstituen di masa depan dan bekerja untuk mencapai tujuan tersebut. Mereka adalah agen perubahan yang berfokus pada masa depan. Contoh pemimpin transformasional adalah Oprah dan Robert C. Smith, miliarder yang telah menawarkan untuk melunasi hutang pinjaman mahasiswa dari seluruh kelas kelulusan 2019 di Morehouse College.

Berikut ini beberapa pengertian kepemimpinan transformasional dari beberapa sumber buku:

Friday, January 8, 2021

Democratic Leadership Style

In the previous discussion, we have tried to discuss the autocratic leadership style . On this occasion we will continue to discuss the Democratic Leadership Style. 

Democratic leadership in general can be seen in the implementation of democratic politics, where this leadership puts the people first, in accordance with the slogan "From the people, by the people, and for the people", where every goal and decision taken is for the benefit of the people. As applied by Indonesia.

In the concept of democratic leadership, subordinates (subordinates) have an important role and are involved in every decision. Each subordinate is given tasks from superiors according to their respective abilities or expertise. Creativity, honesty, effort, and responsibility, are very clearly visible through this one leadership style.

Manajemen Marah Islami

Siapa sih yang tidak pernah marah ?. Semua manusia pasti pernah mengalaminya. Sekuat apa pun seseorang dapat menahan emosi, tetap suatu saat akan keluar juga. Asalakan tidak dikeluarkan secara berlebihan, maka marah aka memiliki manfaat yang baik dalam kegiatan bersosial.

Adapun definisi Marah ( اَلْغَضَبُ ) yang dijelaskan dalam sebuah laman bernama almanhaj, Secara Bahasa Marah ( اَلْغَضَبُ ) mempunyai beberapa makna, di antaranya: 

1. اَلسُّخْطُ (kemarahan) atau عَدَمُ الرِّضَى بِالشَّيْءِ (tidak meridhai sesuatu). Kita katakan: غَضِبَ عَلَيْهِ غَضْبًا وَمَغْضَبَةً, yaitu benci atau tidak ridha, غَضِبَ لَهُ yaitu benci atau ia tidak ridha kepada sesuatu karenanya. 

2. اَلْعَضُّ عَلَى الشَّيْءِ (menggigit sesuatu). Kita katakan: غَضِبَتِ الْخَيْلِ عَلَى اللُّجْمِ, yaitu menggigit. 

3. اَلْعَبُوْسُ (kemuraman). Kita katakan: نَاقَةٌ غَضُوْبٌ وَامْرَأَةٌ غَضُوْبٌ yaitu bermuram muka. 

4. وَرِمَ مَاحَوْلَ الشَّيْءِ (membengkak disekitar sesuatu). Kita katakan: غَضِبَتْ عَيْنُهُ, yaitu matanya membengkak, غَضِبَتْ yaitu bengkak di sekitarnya. 

5. اَلْكِدْرُ فِي الْمُعَاشِرَةِ وَالْخُلُقِ (buruk dalam bergaul dan berakhlak). Kita katakan: هذَا غَضَابِي, yaitu buruk dalam bergaul dan berakhlak dengannya. 

6. Perisai dari kulit unta yang dipakai dalam peperangan. اَلْغُضْبَةُ, yaitu kulit yang keras dari kambing ketika disamak.

Adapun secara Istilah, marah (اَلْغَضَبُ) yaitu perubahan dalam diri atau emosi yang dibawa oleh kekuatan dan rasa dendam demi menghilangkan gemuruh di dalam dada, dan yang paling besar dari marah adalah اَلْغَيْظُ, hingga mereka berkata dalam definisinya: “Kemarahan yang teramat sangat.”

Thursday, January 7, 2021

Gaya Kepemimpinan Demokratis

Pada pembahasa sebelumnya, kita sudah coba bahas Gaya kepeminpinan Otokratis. Pada kesempatan ini kita akan lanjutkan pada pembahasana Gaya Kepemimpinan Demokratis. 

Kepemimpinan yang demokratis pada umumnya dapat kita lihat pada pelaksanaan politik Demokrasi, dimana kepemimpinan ini sagat mengedepankan rakyat, sesuai dengan slogan “Dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”, di mana setiap tujuan dan keputusan yang diambil adalah untuk kepentingan rakyat. Seperti yang diterapkan oleh Indonesia.

Dalam konsep kepemimpinan demokratis, anak buah (bawahan) mempunyai peranan penting dan dilibatkan dalam setiap keputusan. Setiap bawahan diberikan tugas dari atasan sesuai dengan kemampuan atau keahlian masing-masing. Kreativitas, kejujuran, usaha, dan tanggung jawab, sangat terlihat jelas lewat gaya kepemimpinan yang satu ini.