Small Scratch to The World

Thursday, January 15, 2009

Kiat-kiat memperoleh sholat khusuk

Pada saat mulai berdiri menghadap kiblatm yakinilah
bahwa engkau kini tak sedetik pun luput dari pandangan
Allah. Karena itu berdirilah dengan sikap seolah-olah
engkau berada di hadapan salah seorang raja masa kini,
yaitu jika engkau belum mampu menyadari bahwa Allah
melebihi raja dari sekalian raja!

Sebelum takbiratul ihram hendaknya merenung sejenak
membayangkan kebenaran terhadap neraka dan nikmatnya
surga, serta menyadari kepada siapa kita akan
bersujud. Jauhkanlah hal-hal yang dapat meracuni
perasaan. Kemudian, kuatkanlah niatmu untuk memenuhi
dengan ikhlas perintah Allah akan kewajiban sholat
serta bertekad melaksanakannya dengan sesempurna
mungkin. Ingatlah sabda Rasulullah saw, "Allah swt
menghadapi ornag yang sedang sholat selama orang itu
tidak berpaling".

Pada waktu mengucapkan takbiratul ihram, camkanlah:
jika lidahmu telah mengucapkannya, maka janganlah
hatimu mendustakannya. Jika dalam hatimu masih ada
sesuatu yang lebih besar dan lebih berpengaruh dari
Allah swt, maka Allah pasti menyaksikan bahwa engkau
telah berdusta!

Pada waktu membaca doa iftitah, "wajjahtu wajhiya
lilladzi fatharas samawati war ardla...." (kuhadapkan
wajahku kepada Sang Pencipta Langit dan
Bumi..............), sadarilah bahwa yang dimaksud
wajah di sini adalah 'wajah hati'. Periksalah hatimu,
adakah ia menghadap Allah Sang Pencipta langit dan
bumi? Hati-hatilah jangan sampai awal ucapanmu dalam
munajat ini dimulai dengan bohong dan dusta!

Dan bila engkau berkata, "hanifan musliman....."
(sebagai seorang muslim yang lurus), maka ingatlah
sabda Nabi saw, "Seorang muslim ialah yang kaum
Muslimin lainnya selalu merasa aman dari gangguan
lidah dan tangannya". Tekadkanlah bahwa engkau ingin
menjadi Muslim yang baik dan sesalilah
kesalahan-kesalahanmu selama ini terhadap sesama
Muslim.

Dan bila engkau mengucapkan, "Wama ana minal
musyrikin" (Dan tidaklah aku termasuk orang yang
musyrik), maka bangkitkanlah perasaan bahwa ibadah
kita ikhlas, bukan mengharapkan pujian dari manusia.
Dan waktu mengucapkan, "wamahyaya wamamati lillah"
(hidupku dan matiku untuk Allah), maka tekadkanlah
bahwa kehidupan di dunia ini memang hanya semata-mata
untuk diuji dalam mematuhi perintah-Nya dan
meninggalkan larangan-larangan-Nya (!).

Pada waktu engkau mengucapkan "A'udzubillahi
minasysyaithanirrajim" (aku berlindung kepada Allah
dari setan yang terkutuk), maka ingatlah bahwa
sekarang setan sedang bersiap-siap memalingkan hatimu
dari Allah swt agar sholatmu kacau. Karena itu
pertebal kesiagaan supaya pikiran atau hati tidak
melantur diperdayai setan sehingga engkau tidak
memahami makna yang dibaca.

Apabila engkau mengucapkan "Bismillahirrahmanirrahim",
pahamilah bahwa engkau sedang mengatas-namakan Allah
Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Apabila Engkau mengucapkan "Alhamdulillah......", maka
hadirkanlah dalam hatimu perasaaan bersyukur atas
nikmat yang telah engkau peroleh. Ingat sabda
Rasulullah saw. Bahwa janganlah kita melihat orang
yang berada di atas kita, tapi lihatlah nasib orang
yang berada di bawah kita.

Apabila engkau mengucapkan, "maliki yaumiddin......"
(Sang Pemilik Hari Pembalasan), maka bangkitkanlah
perasaan takzim dan rasa taku dalam hatimu, karena Dia
lah yang menjadi satu-satunya Penguasa pada waktu Hari
Pembalasan nanti. Dialah yang akan menentukan tempatmu
di surga atau neraka.

Setelah itu, perbaharuilah keikhlasanmu ketika
mengucapkan "iyyaka na'budu" (hanya kepada-Mu kami
menyembah). Dan ketika mengucapkan "wa iyyaka
nasta'in" (dan kepada-Mu kami mohon pertolongan),
hadirkanlah perasaan bahwa dirimu tidak mampu mencapai
sesuatu tanpa pertolongan-Nya.

Kemudian ucapkanlah, "Ihdinasshirathal mustaqim"
dengan perasaaan berserah diri dan penuh harap Allah
akan selalu mengaturkan jalan hidup kita pada jalan
yang lurus.

Pada waktu ruku, ikutilah dengan ketundukkan hati
kepada Allah dan merendahkan diri kepada-Nya.

Bila mengucapkan, "sami'allahu iman hamidah" (Maha
mendegar Allah akan pujian orang yang memuji-Nya),
maka yakinilah bahwa Allah akan memenuhi apa yang
telah kita baca.

Kemudian iringi dengan perasaan syukur ketika
mengucapkan, "rabbana lakal hamd" (Ya Tuhan kami,
bagi-Mu segala puji).

Pada waktu sujud, rasakanlah kehinaanmu sehingga
ikhlas merendahkan diri meletakkan kepadamu di tempat
yang paling rendah. Hadirkanlah perasaan takzim dalam
menyembah ini. Ingatlah bahwa pada waktu sujud itu,
seorang hamba berada paling dekat dengan Tuhannya.

Demikianlah seterusnya, setiap lisan yang diucapkan
harus selalu diikuti oleh hati dengan penuh pengertian
akan maknanya. Semoga kita tidak termasuk kategori
orang yang dimaksud dalam sabda Rasulullah saw,
berikut:

"Banyak orang yang mengerjakan sholat, sementara
bagian yang didapat dari kerjanya adalah lelah dan
payah".
Share:

1 comment:

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT