Small Scratch to The World

Wednesday, May 18, 2011

Ayo, Jadi Guru Idola

Mengaji itu penting … Belajar itu penting … Disiplin itu harus … paham itu wajib … beramal itu harus ikhlas tanpa disuruh … Siapa yang berkata seperti itu ? Jawabannya mudah saja; orang dewasa, para Guru atau para Ustadz/Ustadzah ! Bagaimana dengan Anak-anak ? Anak-anak adalah anak-anak, mereka bukanlah orang dewasa dalam ukuran mini. Adalah hal yang lumrah bin normal al-wajar bila anak-anak belum memiliki kesadaran setinggi itu, Bagi mereka yang terpenting adalah kenyamanan psikologis, kasih sayang, penghargaan, keceriaan, kegembiraan, bermain, enjoy dan segala hal yang terkait dengan itu, tidak bisa disalahkan karena memang itulah dunia mereka. Bagi anak-anak SUASANA HATI LEBIH PENTING dari pada SUBSTANSI MATERI AJARAN.
Nakalkah mereka ? Bandelkah mereka ? Justru orang dewasalah yang nakal dan bandel bila beranggapan demikian.

Kemudian hal apa yang harus dilakukan untuk mengarahkan mereka agar sesuai dengan yang diharapkan ? Sudah barang tentu mereka harus dibimbing ! Dan itulah tugas orang dewasa, sekaligus menjadi tantangan yang unik. Kenapa unik ? Jawabnya adalah karena dituntut sukses tanpa ada permasalahan dan tekanan, baik untuk pihak anak maupun pihak pembimbing itu sendiri.
Banyak para pakar memberikan alternatif metode, salah satunya adalah HAPPY LEARNING (pembelajaran yang menyenangkan), dimana pendidik harus bisa menciptakan suasana yang sesuai dengan dunia anak ketika belajar, sehingga tanpa ada tekanan anak dapat menerima materi dengan senang hati. Lalu apa peluru yang harus disiapkan ? Setidaknya yang menjadi dasar adalah:
1. Setiap pendidik harus memiliki pemahaman tentang anak; Kita semua pernah anak-anak, cobalah kita ingat kembali masa-masa itu, bagaimana waktu kita belajar? Apa yang kita paling sukai pada saat itu? Sikap guru yang bagaimana yang sangat kita senangi? Mungkin sedikit gambaran itu dapat menjadikan kita paham apa yang akan kita buat. Karena pada dasarnya anak-anak akan menyerap lebih banyak bila ia BAHAGIA dan TIDAK STRES.
2. Setiap pendidik harus paham bahwa dia adalah PENDIDIK, GURU, PENGAJAR; Seorang anak menginginkan seorang pendidik yang dapat melarutkan emosi mereka. Pendidik yang dapat membuat mereka tertawa, sedih, senang, asyik dan sebagainya. Mereka juga suka dengan pendidik yang murah senyum, pandai bercerita, dapat mengajarkan ilmu dengan penuh keceriaan dan tidak suka melakukan tekanan. Sehingga dengan itu kita dapat menyesuaikan diri dan membekali diri agar dapat terpenuhi sebagai pendidik yang ideal di hati mereka.
3. Menyediakan lingkungan yang menunjang dan mengundang; Sebagai salah satu faktor penting adalah lingkungan yang membuat anak betah dan selalu mengundang mereka untuk datang. Mereka memerluakan tempat yang asyik dan menyenangkan. Sehingga mereka merasa seakan-akan berada di rumah sendiri.
4. Memiliki beberapa kreatifitas yang menyenangkan; Bukan suatu hal yang mustahil bila seorang pendidik dituntut untuk serba bisa, setidaknya keterampilan dasar seperti BERMAIN, BERCERITA, MENYANYI dan BERAKTING. Karena yang perlu dicamkan dalam setiap hati adalah KECERDASAN ANAK SANGAT DIPENGARUHI OLEH TINGKAT KREATIFITAS PENDIDIKNYA. Makanya terbukti bahwa, anak-anak cerdas selalu lahir dari ORANG TUA KREATIF, terutama seorang IBU.
Nah, mudah-mudahan peluru dasar tersebut sudah kita miliki sebagai PENDIDIK. Jika belum, mari adakan evaluasi hasil didikan kita, apa yang mereka butuhkan, maka menjadi kewajiban untuk MEMUASKAN mereka.
Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT