Small Scratch to The World

Saturday, March 12, 2016

Semampunya Yang Seperti Apa ?

Sobat sekalian. Ini ada artikel bagus dapat dari teman. Semoga bisa menjadi rujukan perbaikan diri kita. Yaitu tentang BATAS "TIDAK MAMPU" KITA dan kadang TERLALU RENDAH Kita sering sekali mendengar orang mengatakan MASTATHO'TUM (Semampumu) Maka banyak di antara kita yang mengatan 'INI YANG BISA SAYA LAKUKAN' entah itu di dalam hati atau terlahir dari lisan kita Dalam Al Qur'an, kata Masthatho'tum terdapat dalam surat At-Taghabun ayat 16 di korelasikan dengan kata taqwa. Maksudnya ialah "Maka Bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu (semampunya)" Mastatho'tum berarti sesuai kesanggupan atau semampunya, atau bisa di artikan bahwa kita diperintahkan oleh Allah Ta'ala untuk berTaqwa berdasarkan kesanggupan kita atau semampunya. Namun sering sekali kita membuat standar 'target' kita begitu lemah ❎ Saya biasanya cuma bisa baca Quran 2 halaman sehari ❎ Saya mampunya cuma ngajar aja ❎ Saya mampunya cuma............
Kita membuat standar yang menjadi batas diri yang ternyata sudah banyak orang yang melampauinya “Jika kau telah berada di jalan Allah, melesatlah dengan kencang. Jika sulit, maka tetaplah berlari meski kecil langkahmu. Bila engkau lelah, berjalanlah menghela lapang. Dan bila semua itu tak mampu kau lakukan, tetaplah maju meski terus merangkak, dan jangan pernah sekalipun berbalik ke belakang.” (Asy Syafi’i) Abdullah Al Azzam, seorang syekh teladan. Dihormati lg disegani, oleh para muridnya. Pd suatu saat beliau ditanya oleh muridnya, “Ya syekh, apa yg dimaksud dengan mastatho’tum”? Sang Syekh-pun membawa muridnya ke sebuah lapangan. Meminta semuanya muridnya berlari sekuat tenaga, mengelilingi lapangan. Setelah semua muridnya menyerah, dan menepi ke pinggir lapangan. Sang Syekh-pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan...hg akhirnya beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri. Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya, “Syekh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”. “Muridku, Inilah yang dinamakan titik mastatho’tum! Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita (bukan, bukan kita yang berhenti)”, Jawab Sang Syekh dengan mantab ! Mari berlindung kepada ALLOH dari malas dan lemah azzam, Mari menjemput limpahan karunia rahmatNYA dengan MASTATHO'TUM !!! ________________________________ Dalam ibadah dan bekerja, lakukan hingga batas tertinggi kemampuan kita.
Share:

HIT Obat Nyamuk

Ada apa dengan nyamuk ?, Darimana asalnya ?, Mengapa Nyamuk bisa begini ?, Mengapa Nyamuk bisa begitu ?. Dan sebagainya dan sebagainya. Yah, demikian mungkin yang terbesit didalam pikiran kreatif kita bila kita mmperhatikan makhluk hidup kecil unik yang satu ini. Apalagi pada saat kundisi musim hujan seperti ini. Tentunya kita akan merasakan kehadiran mereka yang lebih banyak dari hari biasanya.
Belum lagi efek yang ditimbulkan dari gigitannya. Mulai dari efek ringan sampai efek yang sangat berat. Jenis efeknya pun beraneka ragam dan beraneka rasa, seperti makanan saja hehe ... Mulai dari yang disertai gatal sampai yang disertai demam. Dikarenakan sedemikian uniknya makhluk ini, sampai-sampai dijadikan sebuah perumpamaan dalam kitab Al-Qur'an yang khusus dijadikan ujian pemikiran untuk orang - orang beriman. Wah, luar biasa ini si nyamuk. Tapi bukan itu yang menjadi pokok pembahasan kita. Yang perlu kita perhatikan adalah, bagaimana cara menghindari efeknya sekecil apa pun. Sebenarnya begitu banyak solusi yang dapat digunakan. Mulai dari pengasapan, pembersihan, penutupan dan pengobatan bagi yang sudah terlanjur kena. Dari berbagai ragam solusi itu tentunya kita perlu memilh yang mana yang terbaik untuk kita. Nah, dalam hal ini, sepertinya HIT obat nyamuk bisa menjadi pilihan yang luar biasa. Dari berbagai produk HIT obat nyamuk misalnya. Kita bisa menemukan berbagai pilihan untuk melindungi diri dari serangan nyamuk. Mulai dari yang menghasilkan asap, uap, cair dan menggunakan bantuan listrik. Cukup banyak ragam produknya yang bisa kita pilih. Yang Pastinya, HIT obat nyamuk bisa diperoleh dengan harga yang terjangkau tentunya kalau dibanding dengan obat nyamuk lain. Seperti yang sering kita dengar ; Kalau ada HIT, ngapai cari yang mahal. Nah, semoga HIT obat nyamuk bisa membantu kita untuk terhindar dari berbagai serangan nyamuk. HIT Obat nyamuk OK.
Share:

Saturday, February 6, 2016

Terbunuh di Zona Nyaman

Hai sobat Netter ... lama sekali rasanya halaman ini tak tersentuh. Entah berapa lama halaman ini kosong tanpa kabar dan kesan. Begitu banyak alasan bermunculan untuk membela kondisi ini agar selalu tampak indah. Atau bisa saja kondisi itu memang benar-benar indah, sehingga begitu berat untuk mengubahnya, atau bahkan meninggalkannya. Yach, terlalu nyaman. Mungkin itulah yang paling tepat untuk bisa menggambarkan kondisi itu.
Terkadang kita tidak sadar dengan kondisi yang sedang kita nikmati. Kenikmatan demi kenikmatan kecil yang selalu kita nikmati semisal sedang menikmati butiran gula satu demi satu yang terkadang melalaikan kita bahwa masih ada permen yang lebih besar dari pada butiran gula. Zona yang diduduki pun begitu melenakan, semisal kita sedang duduk di atas sebuah tikar lembut yang begitu wangi. Sampai kita melupakan bahwa masih ada permadani di luar sana. Tepat sekiranya bila kita sebut bahwa kita seperti tikus yang mati di lumbung padi. KIta terbunuh di Zona nyaman. iya kita terbunuh. Sekali lagi, Kita terbunuh di zona nyaman. Zona itu kadang membuat kita terlena, terbuai dan hanyut dalam kenikmatan standar, yang membuat kita merasa bahwa kita sudah cukup untuk berfikir, sudah cukup kreatif dan sudah cukup untuk bergerak. Sadarlah ... Bangunlah ... karena zona itu tidak cukup untuk jangka waktu yang lebih lama. Dan kapasitasnya pun sebenarnya tidak cukup untuk kita. Ayo sadarlah .... sadarlah ... sadarlah dari tidur panjang ini. Masih ada zona yang lebih nyaman dan lebih luas dari yang ada sekarang. Sadarlah ... bangunlah
Share:

Monday, June 22, 2015

Awas Garam (Gagal Ramadhan)

Share:

Thursday, May 21, 2015

Go to Ramadhan 1436 H

Share:

Tuesday, March 3, 2015

Warna Nabati dan Khasiatnya

Setiap makanan memiliki corak warnanya sendiri. Terutama makanan dari jenis tumbuh-tumbuhan atau Nabati. Nah kita akan coba perdalam Warna Nabati dan khasiatnya pada tulisan kali ini. Berikut ini manfaat beberapa jenis sayur dan buah sesuai warna:

1. Warna Merah
Warna merah pada buah seperti tomat, strawberry, pepaya, jambu biji, anggur, semangka, paprika dan jenis buah lain dengan warna kuning tua sampai warna merah menunjukan bahwa dalam buah tersebut terdapat kandungan lycopene yang mempunyai manfaat untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya serangan jantung dan kanker.

2. Warna Hijau
Warna hijau biasanya ditemukan pada sayuran, seperti sayur brokoli, sawi, bayam dan sayur lain. Warna hijau tersebut bahwa dalam sayur terdapat kandungan lutein zeaxanthin yang memiliki manfaat untuk mencegah sel-sel kanker, sehingga sangat baik untuk mengkonsumsi jenis sayuran dengan warna hijau

4. Warna Kuning Dan Jingga
Warna jingga dan kuning biasanya kita temukan pada jenis buah-buhan seperti kentang, pisang wortel dan mangga atau jenis buah lain yang mempunyai kandungan beta karoten yang berfungsi meningkatkan kekebalan tubuh dari berbagai serangan penyakit. Dalam sebuah penelitian juga dsebutkan bahwa mereka yang biasa mengkonsumsi buah dengan warna kuning dan jingga dapat menunda proses penuaan dini serta mencegah terjadinya kerusakan pada sel tubuh sehingga bisa tetap bekerja maksimal

3. Warna Biru Dan Ungu
Jenis buah dan sayur dengan warna ungu dan biru biasa kita temukan pada buah blueberry, bit dan buah anggur. Warna yang terdapat dalam buah tersebut menunjukan terdapat kandungan anthocyanins flavanoids yang berfungsi sebagai anti karsinogen

5. Warna Putih
Warna putih biasanya biasa ditemukan pada buah dan sayur seperti kembang kol, pkir dan bawang putih atau jenis buah lain yang menunjukkan bahwa buah tersebut mengandung zat allicin yang berfungsi sebagai pereda pilek atau flu, menurunkan kolesterol serta menghambat sel kanker.
Share:

Saturday, February 28, 2015

Padamkan Lampu Sebelum Tidur atau ... ?

KENAPA RASULULLAH MENYURUH MEMATIKAN LAMPU KETIKA HENDAK TIDUR ? "Padamkanlah lampu di malam hari apabila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman" (HR.Muttafaq'alaih).

Hal ini tentunya menjadi pertanyaan besar bagi sebagian orang. Namun hal itu bukan tanpa alasan tentunya. Rasulullah mensabdakan itu lebih dari 14 abad yang lalu. Ternyata, di abad modern ini baru diketahui manfaat medis dari tuntunan Rasulullah untuk memadamkan lampu ketika hendak tidur.

Ahli biologi Joan Robert mengungkapkan bahwa tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon melatonin ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit, termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Orang yang tidur dalam kondisi gelap, maka tubuhnya bisa memproduksi hormon ini. Sebaliknya, tidur dengan lampu menyala di malam hari, sekecil apapun sinarnya menyebabkan produksi hormon melatonin terhenti..

Pentingnya tidur di malam hari dengan mematikan lampu juga diteliti oleh para ilmuwan dari Inggris.
Peneliti menemukan bahwa ketika cahaya dihidupkan pada malam hari, bisa memicu ekpresi berlebihan dari sel-sel yang dikaitkan dengan pembentukan sel kanker.

Sebuah konferensi tentang anak penderita leukimia yang diadakan di London juga menyatakan bahwa orang bisa menderita kanker akibat terlalu lama memakai lampu waktu tidur di malam hari dibandingkan dengan yang tidak pernah memakai lampu waktu tidur.

Subhanallah... demikian luar biasa tuntunan Rasulullah. Setelah berabad-abad, hikmah medisnya baru terungkap. Wallahu a’lam bish shawab. Semoga Bermanfaat:
Share:

Pikiran Negatif dan Kesehatan

Dari hasil penelitian secara Ilmiah dan empiris, ternyata 80% orang sakit bukan karen fisiknya tapi karen EMOSInya. PIKIRAN NEGATIF TERNYATA TIDAK BAIK BAGI KESEHATAN.
Fakta-fakta tersebut adalah sebagai berikut :
1. MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.
2. DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, spt STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah). 
3. Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN..
4. Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.
 5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka. kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.
7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yg BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.
8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
10. Jika kita sering merasa APATIS (tdk pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.
11. Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES..
12. Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).
13. Jika kita sering BERSEDIH ; merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih)

Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water”. (by : Dr. Masaru Emoto)
Share:

Shaf di-Rebonding

Ajengan Rijaluddin, atau biasa disapa Ajengan Jalu, ketemu tetangganya di kota kabupaten. Tetangganya itu bernama Fulanah. Dulu, Fulanah sering turut mengaji bersama teman-temannya di majelis ta’lim ajengan Jalu, di kampung Hanjuang. Sekarang, setelah pindah di kota kabupaten, Fulanah lepas kerudung. Meski rada malu-malu, ia mencium tangan ajengan Jalu, seraya bertanya kabar. “Dari mana atau mau kemana, Fulanah?” tanya Ajengan Jalu.
“Dari salon, habis di-rebonding, Pak Ajengan,” jawabnya sambil menunduk. Sementara jarinya mengelus-elus rambut lurusnya yang terurai. “Rebonding itu bagaimana?” tanya ajengan saraya kulit dahinya hampir saja melipat. “Rambutnya dilurusin, Pak Ajengan, seperti ini,” jawabnya sambil menggerakkan kepalanya, sehingga rambutnya terlempar, seperti di iklan sampo. “Oooh,” ajengan manggut-manggut. Suatu hari, Ajengan Rijaludin memimpin sembahyang Magrib. Sebelum takbiratil ihram, ia menghadap makmun. “Tolong, shafnya di-rebonding!” sambil membenarkan pecinya. (Abdullah Alawi/nu.co.id)
Share:

Merokok dan Pesantren

Di salah satu pesantren, santri-santri dilarang keras merokok. Dan sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran. Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan sang Kiai. Bahkan ada juga yang tidak jijik merokok di dalam WC sambil pura-pura sedang BAB. Satu hari, saat malam telah larut, salah seorang santri perokok ingin kembali melakukan aksi terlarangnya. Meski sudah agak mengantuk karena kelamaan menunggu waktu yang aman untuk merokok, ia pun bergegas ke kebun belimbing, di belakang salah satu gedung pesantren itu. Santri itu lalu mendekati seseorang temannya di kejauhan yang sedang menyalakan rokok. Suasana disekitar yang jauh dari lampu penerangan membuat tempat itu memang agak gelap dan aman untuk merokok.
"Kang, minta rokoknya... sekalian dengan api-nya...sup." katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya. Temannya langsung menyerahkan sebungkus rokok yang dipegangnya. Santri perokok itu tanpa memperhatikan temannya itu langsung buru-buru mengisap rokok. "Alhamdulillah, asyik sup..." katanya. Diteruskan dengan isapan kedua, sambil memejamkan mata seakan menghayati isapan rokoknya. Rokok semakin menyala, dan... dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lama-lama kelamaan si santri mulai sadar dengan siapa dia sebenarnya saat itu sedang merokok bareng. Namun santri belum yakin betul dan diteruskan dengan isapan selanjutnya... Isapan yang dalam sehingga membuat rokok itu semakin menyala terang. Dan... Ternyata... yang dia mintai rokok adalah Kiainya sendiri. Bukan main, si santri itu sangat kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur, lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya. Sang Kiai pun marah besar sambil berteriak : "Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, Kang..."

 Sumber: http://www.ketawa.com/2010/10/6880-larangan-merokok-di-pesantren.html#ixzz3T3E6ECWE
Share:

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT