Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^

Saturday, December 11, 2010

Pelajaran Satu Juta Dolar

Seorang sopir taxi telah mengajarkan pada saya bagaimana memenuhi harapan dan kepuasan pelanggan. Sebuah pelajaran berharga satu juta Dollar. Mungkin anda harus mengeluarkan ribuan Dollar untuk membayar seorang pembicara profesional dalam sebuah seminar atau pelatihan motivasi bagi karyawan perusahaan. Tapi kali ini saya hanya cukup mengeluarkan ongkos taxi seharga 12 Dollar saja.

Ceritanya begini: Suatu hari saya terbang ke Dallas untuk menemui seorang klien. Waktu itu sangat sempit, karena saya harus segera kembali ke airport.

Saya menyetop sebuah taxi. Begitu tiba, dengan segera sopir taxi membuka pintu mobil untuk saya, dan memastikan bahwa saya telah duduk dengan nyaman di dalamnya.

Begitu ia duduk di belakang kemudi, ia menunjuk sebuah koran Wall Street Journal yang terlipat rapi di samping saya untuk dibaca. Lalu ia menawarkan beberapa kaset, dan menanyakan jenis musik apa yang saya sukai. "Wow," saya cukup terperanjat dengan pelayanan yang diberikannya. Saya menoleh ke sekeliling. Jangan-jangan ada program "Candid Camera" yang ingin menjebak dan mengolok-olok saya. Dengan penuh penasaran saya memberanikan bertanya pada sopir taxi itu, "Wah, kelihatannya anda sangat senang sekali dengan pekerjaan anda ini. Tentu anda punya cerita yang panjang mengenai pekerjaan anda ini"
"Anda salah," jawabnya, "Dulu saya bekerja di Corporate America. Tetapi saya merasa lelah karena berapa pun kerasnya usaha untuk menjadi yang terbaik dalam perusahaan itu, ternyata tidak pernah memuaskan hati saya. Kemudian saya memutuskan untuk menemukan sebuah ceruk dalam kehidupan saya dimana saya bisa merasa bangga dan puas karena mampu menjadi diri saya yang terbaik."
"Saya tahu," lanjutnya, "Saya takkan pernah bisa menjadi seorang ilmuwan roket, tetapi saya suka sekali mengendarai mobil dan memberikan pelayanan pada orang lain. Saya ingin merasa bahwa saya telah melakukan pekerjaan yang terbaik setiap harinya. Lalu, saya merenungi apa yang jadi kelebihan diri saya, dan wham.. saya menjadi seorang sopir taxi."
"Satu hal yang saya yakini, supaya saya meraih keberhasilan dalam usaha saya ini, saya hanya perlu memenuhi kebutuhan penumpang saya. Tetapi agar bisnis saya ini menjadi luar biasa, saya harus melebihi harapan penumpang saya. Tentu saja saya ingin meraih hasil yang luar biasa, ketimbang yang biasa-biasa saja."

Waw, sebuah pelajaran nyata yang luar biasa. Menurut anda, apakah saya memberinya tip besar atas pelayanan yang diberikannya? Anda salah! Dia adalah kerugian bagi Corporate America, tetapi teman perjalanan yang baik.

Disadur dari: Petey Parker, A Million Dollar Lesson

Hakikat Pengetahuan

Kesempurnaan manusia, dari dimensi ia sebagai maujud manusia, adalah suatu kesempurnaan yang didapatkan dengan pilihan dan ikhtiar. Karena itu bisa dikatakan, kekhususan gerak menyempurna manusia, dari dimensi ia sebagai maujud manusia, adalah gerak menyempurna ikhtiari. Dan ini tidak lain apa yang diisyaratkan di akhir ayat surah al-Ahzab sebagai amanat yang diterima oleh manusia:

"Sesungguhnya Kami telah amanatkan kepada langit dan bumi serta gunung-gunung, tetapi semua menolak dan enggan menerimanya, maka dipikullah manusia amanat itu, sesungguhnya manusia adalah zhâlim dan jâhil".[1]

Tentang pembahasan-pembahasan yang ada di seputar ayat ini dan tafsirannya, Anda dapat merujuk kepada tafsir al-Mizan.

Amanat dalam ayat ini, apapun bentuk tafsirannya, niscaya berhubungan dengan pilihan, ikhtiar, dan taklif. Dan ini menjadi tanggung jawab manusia dalam berhadapan dengan Tuhan Yang Mahaagung.

Adapun apakah amanat ini adalah hasil dari taklif (dimana dalam sebagian riwayat ditafsirkan dengan wilayat)[2] ataukah taklif itu sendiri dan ataukah mukadimah-mukadimah taklif, yang jelas, mempunyai hubungan dengan taklif.

Supaya manusia dapat memilih sesuatu dan bertanggung jawab terhadapnya, tentu terdapat syarat-syarat yang berhubungan dengan itu, pertama, ia mengenal sesuatu yang menjadi taklifnya dan mengetahui apa tanggung jawabnya berhubungan dengannya. Kedua, terdapat kecenderungan-kecenderungan yang saling berlawanan dalam konteks amal, sehingga tersedia basis untuk ikhtiar dan memilih. Ketiga, terdapat kemampuan untuk mengambil keputusan dan memilih, sehingga dapat memilih salah satu di antara kecenderungan-kecenderungan yang saling berlawanan. Keempat, apa yang dipilih dapat disampaikan pada tahap realisasi, yakni syarat-syarat pelaksanaannya dan kemampuan melaksanakannya, tersedia bagi dia.

Sumber dasar tiga syarat dari mukadimah-mukadimah ini, yakni potensi pengetahuan dan kecenderungan-kecenderungan, kemampuan mengambil keputusan, serta memilih, semuanya telah diadakan dalam institusi manusia secara fitri, akan tetapi syarat-syarat amal dan aplikasi berhubungan dengan sesuatu yang di luar dari wujud manusia. Oleh sebab itu, mesti tersedia juga syarat-syarat di luar (di samping kaki, tangan, dan wasilah-wasilah lainnya yang tersedia dalam diri manusia) sehingga manusia mampu melaksanakan suatu pekerjaan. Karena itu, pada tempatnya kita membahas tentang sumber-sumber dasar fitri yang Tuhan berikan dan bagaimana menyampaikannya pada tingkat aktualitasnya.



Pengetahuan

Kami sudah ungkapkan bahwa syarat yang pertama adalah ilmu, persepsi, atau dengan ungkapan lain pengetahuan. Dalam al-Qur'an, sangat banyak ayat-ayat yang menyinggung tentang masalah ini, dan ayat yang paling jelas mengungkapkan konteks ilmu dan hubungannya dengan ikhtiar dan tanggung jawab manusia, di antaranya:

a."Sesungguhnya Kami ciptakan manusia dari nutfah yang tercampur, kemudian Kami mengujinya, maka dari itu Kami menjadikannya mendengar dan melihat".[3]

Sesudah menyebutkan penciptaan manusia dari nutfah yang tercampur, ayat ini mengisyaratkan pada hikmah penciptaan dan tujuannya yang akan mendapatkan pengujian. Yakni ia akan menghadapi beberapa jalan sehingga tesedia medan untuk merealisasikan tanggung jawabnya. Selanjutnya ayat ini menyebutkan kemampuan persepsi dalam bentuk mendengar dan melihat yang Tuhan berikan kepada manusia.

Dengan memperhatikan hubungan dari kalimat-kalimat ini, kita akan menyimpulkan bahwa untuk "ujian dan cobaan" maka mesti tersedia pendengaran dan penglihatan (pemilihan mendengar dan melihat di antara persepsi manusia yang bermacam-macam, dikarenakan tingkat urgensi dan keluasan dua indera ini dalam mendapatkan pengetahuan). Kesimpulannya, supaya manusia layak untuk diuji dan tujuan penciptaannya di alam ini terjamin maka mesti mempunyai kemampuan mengenal dan mengetahui.

b. "Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibu-ibu kamu dalam keadaan tidak mengatahui sesuatu apapun dan menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan "af-idah" (pemahaman), semoga kamu bersyukur".[4]

Di sini terdapat beberapa bahasan:

- Apakah manusia sama sekali tidak mempunyai pengetahuan sebelum dilahirkan?

- Apakah masalah ini mencakup semua manusia?

- Apakah ilmu, hanya dapat diperoleh dari tiga jalan (mata, telinga, dan hati) ini?

- Jika tidak terbatas pada tiga jalan ini, apa sebabnya hanya tiga jalan ini disebutkan?

- Dalam hal pendengaran dan penglihatan, apakah maksudnya hanya dua organ indera ini ataukah yang dimaksud potensi penglihatan dan pendengaran?

- Mengapa pendengaran dibawakan dalam bentuk singular, sedangkan penglihatan dalam bentuk plural?

- Apa yang dimaksud dengan fuâd?

Sebagaimana yang disaksikan, pembahasan ini sangatlah kompleks dan untuk menjawab semua pertanyaan yang melingkupinya tidak dapat dicakup dalam makalah ini, oleh karena itu yang dapat kita utarakan hanyalah bahasan global tentang pendengaran, penglihatan, dan fuâd yang tentunya ini bukanlah dalam tataran batasan, tapi ditinjau dari dimensi urgensinya. Dan adapun apakah manusia sebelum dilahirkan sama sekali tidak memiliki pengetahuan ataukah tidak, berhubungan dengan beberapa pembahasan filosofis:


Apakah manusia, kecuali ilmu-ilmu yang diperoleh dari jalan pendengaran, penglihatan, dan sebagainya, mempunyai juga ilmu lain seperti ilmu hudhuri (presentif) ataukah tidak? Dengan kata lain, apakah nafs (jiwa) mempunyai ilmu terhadap dirinya ataukah tidak? Berasaskan pembahasan filsafat, setiap maujud non-materi (mujarrad) yang mandiri dan substansi, adalah mengetahui dirinya, karena itu ketika nafs mendapatkan keaktualan dan mempunyai tingkatan kenon-materian maka mesti ia memiliki suatu bentuk pengetahuan terhadap dirinya. Dalam masalah ini, mengapa ayat mengatakan bahwa ketika manusia baru terlahir dari perut ibu tidak memiliki pengetahuan sama sekali?
Dari dimensi lain, terungkap pertanyaan ini, apakah manusia memiliki ilmu-ilmu fitri ataukah tidak? Sebagian besar filosof berpandangan bahwa manusia mempunyai suatu bentuk pengetahuan fitri, namun mengapa ayat berkata demikian?
Juga sangat banyak terdapat dalam riwayat bahwa wujud suci Nabi mulia Muhammad Saw dan sebagian dari para Nabi serta Aimmah As, di dalam perut ibu telah mempunyai pengetahuan, bertasbih, dan terkadang dari dalam perut ibu berbicara dengan ibunya, oleh karena itu mengapa ayat berkata: "Tidak mengetahui sesuatu apapun"?



Dalam menjawab pertanyaan 1 dan 2, yang mesti diperhatikan "Ilmu" dalam tinjauan ini dimutlakkan dalam beberapa bentuk. Dalam masyarkat umum, ketika kita katakan ilmu, yang dimaksud ilmu adalah pengenalan dan pengetahuan. Namun dengan menggunakan pendekatan filsafat maka ilmu mempunyai makna bergradasi, yaitu "tidak tahu", "setengah tahu", dan "tahu". "Tidak tahu" adalah ilmu dimana manusia sama sekali tidak mempunyai persepsi tentangnya, bahkan sampai pertanyaan tentangnya, ia berkata: tidak tahu! Akan tetapi dengan eksperimen dan argumentasi akal, dapat dibuktikan bahwa pengetahuan dalam bentuk ini, tanpa diketahui, ada dalam kedalaman hati nurani seseorang.

"Setengah tahu", adalah ketika seseorang tidak tahu bahwa dirinya mengetahui, akan tetapi mungkin saja ia akan mendapatkan pengetahuan, sebagaimana banyak hal (obyek) yang kita ketahui yang kita lupakan dalam kondisi sekarang, akan tetapi dengan bertemu obyek itu, kita menjumpai bahwa kita mengetahuinya.

"Tahu", bermakna kita memiliki ilmu dan kita tahu bahwa kita mengetahuinya.

Oleh karena itu bisa dikatakan: dalam ayat yang menafikan ilmu dari manusia, pertama, dalam pandangannya terhadap ilmu yang diketahui keberadaannya, kedua, tidak bertentangan dengan ilmu yang ada pada manusia dalam bentuk tidak diketahui dan setengah diketahui, akan tetapi dikarenakan tidak memperhatikan pada kedua jenis ilmu itu maka ia tidak menghitungnya sebagai ilmu. Dengan pendekatan pandangan ini maka kita bisa menggabungkan antara ayat ini dan ayat-ayat lainnya yang menunjukkan keberadaan ilmu huduri manusia terhadap Tuhan, seperti ayat: "Bukankah Aku ini Tuhanmu? Mereka menjawab, betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi".[5]

Oleh karena itu ungkapan: "Kamu tidak mengetahui sesuatu apapun", tidak menafikan pengetahuan hudhuri tentang Tuhan (dalam awal penciptaan) yang tidak diketahui. Adapun tentang pertanyaan apakah ungkapan "Tidak mengetahui sesuatu apapun" itu berhubungan dengan seluruh manusia ataukah manusia-manusia pada umumnya? Jawabnya, anggaplah ayat ini penampakannya (lahiriahnya) berlaku bagi manusia umumnya, semua mereka tidak memiliki ilmu pada awal kelahirannya. Akan tetapi, keumuman ini bisa terkhususkan (maksudnya dapat dikecualikan dengan adanya pengkhususan terhadap anggota-anggotanya) dengan petunjuk-petunjuk luar (dalil khâriji). Di samping itu dapat dikatakan penampakan seperti ini dalam umum dan mutlak, tidaklah timbul dari ayat, akan tetapi ayat dalam kedudukan ihmâl (mengabaikan), berkeinginan memberi perhatian bahwa Tuhan memberikan nikmat-nikmat ini kepada manusia, sehingga manusia menghasilkan ilmu dari jalan pendengaran dan penglihatan. Pembahasan lain yang berkaitan dengan ayat ini tadi, mengapa ia hanya menyebutkan penglihatan, pendengaran, dan pemahaman (mata, telinga, dan hati) sedangkan yang lainnya tidak disebutkannya. Dalam menjawab pertanyaan ini mesti dikatakan bahwa jalan lain untuk memperoleh makrifat dan pengetahuan, bisa didapatkan dengan jalan umum yang ada pada ikhtiar semua orang, seperti penciuman dan perasa, ataukah dengan jalan yang tidak umum, seperti wahyu dan ilham yang terbatas hanya pada Nabi-Nabi dan wali-wali Tuhan. Dan ayat tidak berada pada tataran menjelaskan kelompok akhir ini, sebab mukhatabnya pada semua orang. Adapun tentang kelompok pertama (jalan umum; pencium, perasa, dan lainnya), dikarenakan tingkat urgensinya tidak seberapa besar maka tidak disebutkan. Jadi pada dasarnya ayat bermaksud menegaskan perkara bahwa mesti sarana dan wasilah untuk mendapatkan pengetahuan terhadap hak dan taklif ini digunakan, dan yang sangat penting dalam masalah ini, adalah ketiga potensi ini, serta potensi-potensi lainnya dalam masalah ini tidak mempunyai pengaruh yang berarti.



Penjelasan kata af-idah

Kata fuâd yang dalam al-Qur'an digunakan sinonim dengan qalb (hati), aslinya bermakna organ khusus dalam badan manusia atau hewan yang berperan memompa aliran darah serta berfungsi membersihkannya, namun dalam urf (tradisi, adat) digunakan dengan makna pusat persepsi, emosi, dan perasaan. Adapun hubungan antara makna leksikalnya dengan makna urfnya, kemungkinan timbul dari sisi kebanyakan masyarakat mengkonsepsi bahwa persepsi dan perasaan mempunyai hubungan dengan organ khusus ini, dan al-Qur'an al-Karim juga menggunakannya dengan berlandaskan istilah urf-nya tersebut:

- "Sesungguhnya penglihatan tidak buta, akan tetapi qulub (hati-hati) yang ada di dalam dada yang buta".[6]

Mungkin dapat dikatakan bahwa ini adalah suatu hubungan imajinasi, mengapa al-Qur'an secara terang-terangan mengesahkannya? Dalam menjawabnya dapat dikatakan, sebab al-Qur'an diturunkan dalam bahasa masyarakat, berbicara sesuai dengan istilah masyarakat, karena itu ia tidak mengesahkan apa yang masyarakat khayalkan sebagai kenyataan, pada hakikatnya ia berkata: saya tidak mengatakan mata yang ada di kepala kamu itu buta, akan tetapi saya mengatakan mata hati kamu yang ada dalam dada kamu yang buta.

Juga dapat dikatakan, yang dimaksud dengan dada, adalah bukan dada jasmani, tetapi yang dimaksud dengan hati, adalah potensi pemahaman dan yang dimaksud dengan dada, adalah batin manusia.

- "Sesungguhnya Allah Mahamengetahui apa yang ada di dalam dada".[7]

Tuhan mengetahui apa yang ada di dalam dada, maksudnya qalbu, yang berfungsi sebagai pusat persepsi, dan dada yakni suatu tingkatan dari batin. Dan juga bisa dikatakan, qalbu (hati), kendatipun bukan tempat emosi dan persepsi, ia adalah organ yang mendahului semua organ lainnya dalam kaitannya dengan ruh dan organ paling akhir yang tidak berfungsi ketika ruh terpisah dari badan. Hubungan ruh dengan badan dalam seluruh organ tubuh tidak dalam satu bentuk hubungan, pada sebagian organ tubuh, seperti hati dan otak, adalah utama. Dan mungkin hubungan ruh dengan hati dari semua yang lainnya adalah lebih utama.

Sebagai kesimpulan, dari berbagai aspek penggunaan fuâd dalam al-Qur'an, dihasilkan bahwa yang dimaksud dengannya bukanlah organ materi dari badan dan bukan juga potensi khusus dari ruh, akan tetapi meliputi potensi yang bermacam-macam.



Dari penelitian ayat-ayat diperoleh penisbahan "persepsi" terhadap qalbu:
"Apakah mereka tidak melakukan perjalanan di muka bumi, dan hati mereka merenungkan tentangnya?"[8]
"Dan sungguh akan Kami isi neraka jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati , tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah)… ."[9] Dalam ayat ini digunakan ungkapan "fiqh" yang bermakna pemahaman yang dalam dan mendapatkan hakikat, dan ungkapan ini dinisbahkan kepada qalbu. Dari sisi lain, perasaan dan emosi juga dinisbahkan kepada qalbu, apakah itu baik ataukah buruk.
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya".[10]
"Dan apabila yang disebut nama Allah yang Maha Esa, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat".[11]
"Dan hati ibu Musa menjadi kosong. Sungguh, hampir saja dia menyatakannya (rahasia tentang Musa), seandainya tidak Kami teguhkan hatinya, agar dia termasuk orang-orang beriman (kepada janji Allah)".[12] Di ayat ini kita jumpai bahwa kata fuad dan qalb, adalah satu, dan fuad serta qalb ini yang didatangi kondisi kegelisahan atau ketenangan.
"Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat".[13]
"Dalam hati mereka ada penyakit lalu Allah menambah penyakitnya itu".[14]
"Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka. Sekali-kali tidak! Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar terhalang dari (melihat) Tuhannya."[15]

Dari ayat-ayat di atas dapat kita ketahui bahwa hati adalah sesuatu yang dapat menyaksikan Tuhan, dan makna serta penegrtian seperti ini banyak dijumpai dalam riwayat. Dalam Nahjul Balâgah kita dapatkan ungkapan Imam Ali As: "Mata tidak mempersepsinya dengan penyaksian pandangan, akan tetapi hati yang mempersepsinya dengan hakikat iman". Jenis persepsi ini adalah ilmu atau pengetahuan hudhuri, karena itu dapat dikatakan bahwa hati dari sudut tinjauan al-Qur'an, adalah suatu maujud yang memiliki ilmu hudhuri dan juga mempunyai ilmu hushuli serta juga dapat dinisbahkan kepadanya perasaan, emosi, kegelisahan dan ketenangan. Oleh karena itu, secara ungkapan filsafat, hati bukanlah suatu potensi khusus. Dalam pembahasan filsafat, dikatakan bahwa setiap bentuk perbuatan yang keluar dari manusia, niscaya keluar dari suatu mabda khusus. Ketika kita menyaksikan beragam macamnya persepsi, maka kita akan mengatakan bahwa masing-masing dari mereka mempunyai satu potensi, seperti indera in common, khayal, memori, dan akal. Adapun untuk reaksi jiwa, perasaan, serta emosi jiwa tidak dipandang mempunyai mabda pelaku dan semua itu dinisbahkan kepada jiwa. Di antara filosof, populer pandangan bahwa akal bukanlah suatu potensi khusus, akan tetapi akal (rasionalitas) adalah pekerjaan jiwa. Pandangan ini dapat dikritik dan dikatakan bahwa akal juga dari sisi mempersepsi komprehensi-komprehensi, harus dihitung sebagai suatu potensi. Pada hakikatnya, yang dapat dinisbahkan kepada hakikat nafs, adalah ilmu huduri dan pekerjaan ruh adalah menyaksikan realitas, dan ini merupkan gradasi yang lebih tinggi dari persepsi komprehensi-komprehensi.

Dengan demikian, dapat dipahami makna ini, bahwa setiap bentuk perbuatan yang bersumber dari ruh maka yang dimaksud adalah suatu potensi khusus. Dengan pandangan ini, ketika kata hati kita jadikan bahan telaah, dengan memperhatikan kepada macam-macam penggunaannya maka berdasarkan istilah ini harus dikatakan: hati bukanlah suatu potensi khusus, sebab kepadanya dinisbahkan bermacam-macam perkara yang dari sisi mahiyah satu sama lain adalah berbeda. Sekelompok dari mereka masuk dalam mahiyah infiâl (affection, reaction) dan sekelompok lainnya masuk dalam mahiyah fi'il (act, actus).

Pekerjaan-pekerjaan juga bermacam-macam ragamnya, karena itu hati merupakan jiwa (nafs) manusia dari sudut tinjauan bahwa ia mempunyai persepsi, perasaan, dan emosi. Sehingga di samping itu al-Qur'an juga menisbahkan kepada hati masalah ikhtiar dan pilihan, seperti ayat-ayat:

- "Allah tidak menghukum kamu karena sumpahmu yang tidak kamu sengaja, tetapi Dia menghukum kamu karena niat (pilihan) yang dilakukan hati kamu".[16]

- "Dan tidak ada dosa atasmu jika kamu khilaf tentang itu, tetapi (yang diperhitungkan dosanya) apa yang sengaja oleh hatimu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang".[17]



Dengan demikian jika kita utarakan bahwa dengan memperhatikan perkara-perkara pengungkapan al-Qur'an terhadap hati, maka akan diperoleh bahwa hati sinonim dengan ruh atau nafs yang digunakan dalam filsafat, tentu ungkapan ini tidaklah termasuk sebagai suatu ungkapan yang tak berdasar. Satu-satunya hal yang dapat dikatakan yang dapat dinisbahkan kepada nafs tapi tidak dapat dinisbahakan kepada hati adalah pekerjaan-pekerjaan badan. Nafs memiliki suatu potensi kerja yang mana potensi ini mendorong badan kepada gerakan dan ini tidak pernah dinisbahkan kepada hati. Oleh karena itu, setiap sesuatu yang terkonsepsi memiliki suatu bentuk persepsi di dalamnya, apakah ilmu dan makrifat itu sendiri ataukah kualitas-kualitas ilmu, semuanya dinisbahkan kepada hati, akan tetapi sesuatu yang sama sekali tidak memiliki bentuk persepsi di dalamnya maka tidak dinisbahkan terhadap hati. (Perasaan dan emosi juga dibarengi dengan persepsi).

Kesimpulan: Dari keseluruhan ayat-ayat yang kita telaah, kita peroleh hasil bahwa Tuhan menciptakan bagi manusia wasilah-wasilah untuk memperoleh makrifat dan pengetahuan dan yang terpenting darinya adalah mata, telinga, dan hati.

Di samping ketiga alat persepsi yang disebutkan al-Qur'an tersebut sebagai wasilah manusia untuk mendapatkan ilmu, al-Qur'an juga dengan bahasa khusus berbicara tentang ilmu manusia dalam bentuk lain.

"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia tela menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Mahamulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."[18]



Jika yang dimaksud pena berupa suatu benda yang segera terbesit dalam ingatan kita, yakni pena biasa, dan isyarat ayat terhadap penulisan, pada dasarnya mengisyaratkan kepada suatu tahapan lain yang tahapannya lebih terakhir dari semua tahapan sebelumnya, yakni manusia melihat, mendengarkan, dan merenungkan, kemudian sesudah itu menuliskan pikiran-pikirannya.

Yang jelas, meskipun al-Qur'an telah memberikan perhatian khusus terhadap wasilah-wasilah yang beragam untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan, tapi ia juga meninjau pengetahuan lain bagi manusia yang tidak akan dihasilkan dari jalan-jalan biasa, di antaranya adalah ilmu dan makrifat yang didapatkan dari jalan wahyu: "(Allah) Yang Mahapengasih), Yang telah mengajarkan al-Qur'an."[19]

Kita akan mengetahui al-Qur'an dari jalan biasa (manusia pada umumnya), namun, Nabi Saw tidak mendapatkan pengetahuan al-Qur'an dari jalan umum. Dia – keselamatan atasnya beserta Ahlubaitnya yang suci – mendapatkan al-Qur'an dari jalan wahyu.

Dari kitab suci al-Qur'an ini juga kita memperoleh informasi bahwa pengetahuan-pengetahuan yang tidak umum ini juga, tidak hanya terbatas pada wahyu yang diperoleh para nabi As, tetapi kecuali mereka, terdapat orang-orang lain juga yang tidak dari jalan-jalan umum menjadi âlim dan ârif. Terkadang ilmu jenis ini disebut dengan ilmu ladunni, "Dan yang telah Kami ajarkan ilmu kepadanya dari sisi Kami"[20]. Yakni ayat ini mengisyaratkan terhadap pengetahuan yang tidak didapatkan dari jalan umum.

Dalam beberapa tempat, al-Qur'an juga menggunakan kata wahyu kepada selain para nabi As, yang mana maksud dari kandungannya adalah ilmu yang dihasilkan tidak dari cara umum:

"Dan Kami ilhamkan kepada ibunya Musa, "Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai. Dan janganlah engkau takut dan jangan bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul".[21]



Al-Qur'an tentang Hadhrat Maryam berkata:

"(Ingatlah), ketika para malaikat berkata, "Wahai Maryam! Sesungguhnya Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu tentang sebuah kalimat darinya (yaitu seorang putra), namanya Al-masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat, dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), dan dia brbicara dengan manusia (sewaktu) dalam buaian dan ketika sudah dewasa, dan dia termasuk di antara orang-orang saleh.[22]



Ilmu ini juga tidak tergolong ilmu biasa, dan kedua wanita agung ini, tidak termasuk nabi, karena itu ilmu tidak terbatas hanya pada jalan umum dan jalan yang tidak umum ini juga tidak terbatas hanya kepada nabi-nabi As. Poin lain yang perlu diperhatikan di sini yakni wahyu yang diungkapkan al-Qur'an terhadap kedua wanita agung tersebut, bukanlah wahyu yang terkhusukan kepada para nabi As. Sebab kata wahyu yang digunakan al-Qur'an, juga meliputi ilham, yakni persepsi atau pengetahuan yang diperoleh seseorang tidak dari jalan umum yang datang dari sisi Tuhan.

Sekarang timbul pertanyaan bagi kita, apakah alat-alat persepsi lahiriah ini yang berada dalam ikhtiar manusia dan juga alat-alat batin akal, adalah cukup bagi manusia untuk mendapatkan segala apa yang dibutuhkan dalam kehidupannya dan dengan alat persepsi lahir dan batin itu ia dapat menentukan mafâsid (keburukan) dan masâlih- nya (kebaikan), serta dengannya ia mampu mengiplementasikan tujuan penciptaannya?

Al-Qur'an dalam hal ini mengatakan bahwa ilmu serta pengetahuan yang telah diberikan kepada manusia, adalah ilmu dan pengetahuan yang tidak seberapa besar nilainya, dengan kata lain, persepsi dan pengetahuan biasa manusia adalah sangat terbatas. Sebab setiap alat persepsi yang ada pada manusia memiliki jangkauan persepsi yang terbatas, juga dalam terciptanya persepsi bergantung terhadap syarat-syarat, persepsi-persepsi ini tidak diperoleh pada setiap waktu dan setiap tempat, demikian juga terdapat kesalahan-kesalahan dalam persepsi-persepsi ini, oleh karena itu manusia dalam berpikir dan menganalisa juga tidak luput dari kesalahan.

Al-Qur'an terkadang mengutarakan:

"Dan tidaklah diberikan ilmu kepada kamu kecuali sedikit."[23]

Juga, berkata:

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui".[24]

Oleh karena itu tidak diragukan bahwa alat-alat persepsi manusia, bukan dalam kondisi yang mampu menjamin seluruh kebutuhan-kebutuhan manusia untuk mendapatkan kesempurnaannya. Dan keterbatasan ini sendiri merupakan keniscayaan daripada kenabian, sebab jika ilmu manusia dapat menjamin kebutuhan-kebutuhannya maka manusia tidak butuh terhadap wahyu. Sebab itu dengan memperhatikan hikmah Ilahi yang memestikan manusia mengenal mafâsid dan masâlih-nya serta mengetahui apa yang ia pilih, maka akal menghukumi bahwa mesti ada jalan lain selain persepsi lahiriah dan batiniah yang ada dalam ikhtiar mereka.

Penjelasan singkat ini dapat dirumuskan dalam bentuk dua mukadimah:

1. Tujuan Tuhan dari penciptaan manusia di alam ini adalah manusia dengan ikhtiarnya, melewati jalan ini.

2. Akal dan alat persepsi lain manusia tidak cukup untuk mengenal jalan benar dari jalan salah.

Jadi, mesti nabi-nabi diutus dan wahyu diturunkan. Kemestian ini bukanlah jenis perintah, akan tetapi keniscayaan silogisme itu sendiri. Yakni dengan tinjauan bahwa manusia mesti meraih tujuan yang telah ditetapkan oleh Tuhan dan akal melihat bahwa mukadimah-mukadimah untuk mengahasilkan perkara ini adalah nâqish (tidak sempurna, kurang), maka ia menghukumi keniscayaan jalan lain untuk itu.



Jika Tuhan menginginkan mencapai tujuan-Nya dari penciptaan manusia (niscaya menginginkan), mesti meletakkan jalan pengetahuan dalam ikhtiar manusia, dan karena apa yang ada dalam ikhtiar semua manusia secara umum tidak cukup maka mesti ada jalan lain yang secara khusus.

Yang jelas, tidak diragukan bahwa ilmu manusia secara umum adalah sangat terbatas, dan sebelumnya telah kami singgung bahwa al-Qur'an mempunyai dua macam tinjauan tentang ilmu: ilmu umum (biasa) dan ilmu khusus (tidak biasa).

Pengetahuan biasa, apakah ia husuli atau huduri, semuanya dalam ikhtiar manusia. Sedangkan pengetahuan khusus, adalah pengetahuan yang dikhususkan pada sebagian manusia yang juga apakah ia hushuli atau hudhuri.

Ilmu dan pengetahuan kenabian masuk dalam kategori ilmu yang tidak biasa (khusus) yang berada dalam ikhtiar para nabi As dan dari mereka berpindah kepada yang lainnya.

Adapun tentang hakikat wahyu, adalah ilmu bagaimana, apakah ia husuli atau huduri, merupakan bahan pembahasan dan pengkajian, dan karena kita sendiri tidak merasakan dan mendapatkan hakikat wahyu maka kita secara akurat tidak dapat menghukuminya. Secara global kita hanya dapat mengungkapkan bahwa dalam wilayah ini juga terdapat sejumlah ilmu hudhuri dan sejumlah ilmu hushuli. Dalam sebagian hal dari wahyu, sebagaimana yang datang dari al-Qur'an dan riwayat bahwa kalam dilontarkan kepada nabi atau suatu tulisan diperlihatkan kepadanya, kendatipun bahwasanya penglihatan terhadap yang tertulis dan pendengaran terhadap kalam pada hakikatnya dari jalan ilmu huduri, akan tetapi reaksi maknanya dalam akal, adalah ilmu husuli. Juga mungkin sebagian dari jenis wahyu, adalah huduri murni, akan tetapi kemudian nabi sendiri yang menafsirkannya secara husuli, sebagaimana kita kadang merasakan takut dan mendapatkannya dengan ilmu huduri serta kemudian kita memperoleh pemahaman darinya yang merupakan jenis ilmu husuli.

Pertanyaan lain yang dapat diutarakan adalah berhubungan dengan pengetahuan para nabi tentang hakikat alam. Apakah para nabi As mempersepsi seluruh hakikat alam dengan wahyu ataukah hanya sebagian?

Apa yang diniscayakan argumentasi ini dan dalil-dalil lainnya tentang wahyu dan kenabian, adalah setiap pengetahuan yang daruri bagi jalan kesempurnaan manusia dan tidak disediakan dari jalan akal maka mesti ia terjamin dari jalan wahyu.

Kemestian burhan ini tidak lebih dari ini, akan tetapi juga tidak menafikan yang lain, yakni mungkin saja terdapat sesuatu yang tidak dibutuhkan manusia, namun Tuhan secara melebihkan juga melontarkan kepada nabi dari jalan wahyu. Apa yang dari jalan wahyu berada dalam ikhtiar manusia, tidak diragukan adalah masalah-masalah yang terbatas, akan tetapi sampai batas apa yang para nabi As sendiri dapatkan dengan wahyu, harus dibuktikan dari jalan lain. Dalam konteks ini terdapat tinjauan yang beragam dari riwayat dan ayat: sebagian dari ayat dan riwayat, dari satu sisi, diperoleh kejelasan bahwa pengetahuan para nabi terbatas terhadap masalah-masalah khusus, dan dari sisi lain, dari sebagian ayat dan riwayat lain (dan secara khusus riwayat), diperoleh keterangan bahwa tidak hanya para nabi As, bahkan selain mereka, juga terdapat orang-orang yang mempunyai ilmu terhadap "apa yang ada dan terjadi" serta "apa yang akan ada dan terjadi". Di antara mereka itu adalah Salman al-Farisi Ra.

Pembahasan ini mempunyai aspek dan sisi yang beragam, yang mana dalam hal ini kita tidak dapat mengungkapkan seluruhnya. Yang urgen kami utarakan di sini adalah di dalam al-Qur'an terdapat sekelompok ayat yang menyebutkan bahwa ilmu gaib khusus bagi Tuhan:

"Katakanlah (Muhammad), "Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah".[25]



Dari sisi lain terdapat juga ayat-ayat yang menyebutkan bahwasanya terdapat orang-orang yang mempunyai ilmu gaib dan mengimformasikan juga kepada yang lain, misalnya salah satu dari mukjizat nabi Isa As menurut al-Qur'an adalah beliau berkata:

"Aku beritahukan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu".[26]



Dalam memecahkan masalah ini yang konteksnya masing-masing mempunyai ayat maka bagaimana harus menggabungkannya? Dapat dikatakan: Kata "gaib" yang bermakna "rahasia" atau "tersembunyi", digunakan dalam beberapa peristiwa atau hal yang dalam setiap peristiwa atau hal mempunyai kekhususan:

- Terkadang gaib dimaknakan dengan apa saja yang tersembunyi dari penginderaan kita, niscaya ini adalah suatu makna yang relativ, sebab mungkin saja sesuatu adalah tersembunyi dari penglihatan seseorang, akan tetapi sesuatu itu bagi orang lain adalah terlihat, dan mungkin saja sesuatu di bagian planet bumi tersembunyi bagi kita dan bagi penghuni bagian planet itu adalah nampak.

Gaib ini adalah gaib dari indera, yang mana akal dalam hal ini dapat mempersepsinya dan mengkonstruksi argumen atas keberadaannya, al-Qur'an terkadang menggunakan gaib dengan makna ini:

"Mereka beriman terhadap yang gaib".[27]



Semua orang beriman harus iman terhadap yang gaib dan mengetahuinya, sebab ketika mereka tidak ketahui, mereka tidak boleh beriman kepadanya. Semua kita memiliki ilmu terhadap keberadaan Tuhan, wahyu, dan hari kiamat (eskatologi) dan semua ini adalah gaib. Oleh karena itu, gaib dengan makna ini adalah gaib dari ilmu-ilmu biasa, namun ilmunya dalam ikhtiar semua manusia. Setiap manusia dapat memperoleh informasi tentangnya, kendatipun ini gaib dari panca indera.

- Terkadang gaib dikatakan dengan makna tersembunyi dari persepsi orang-orang biasa, apakah itu persepsi indera ataukah persepsi akal.

Kita tidak mampu mengetahui peristiwa dan kenyataan seribu tahun yang lalu (dan juga peristiwa yang akan datang), alat-alat penginderaan kita, sebelum keberadaan kita tidak memperoleh perentangan penginderaan, akan tetapi jika seseorang yang hidup di masa yang lalu memberitakan kepada kita maka kita akan mengetahui. Gaib dengan makna ini juga diungkapkan oleh al-Qur'an:

"Itulah sebagian dari berita-berita gaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), padahal kamu tidak bersama mereka (sehingga kamu menyaksikan sendiri mereka)".[28]

Bagi sebagian manusia mungkin saja mereka mendapatkan pengetahuan terhadap ilmu gaib ini, tapi mereka memperolehnya dari jalan tidak biasa, misalnya wahyu.

- Terkadang ilmu gaib dikatakan terhadap ilmu yang tidak diperoleh dengan usaha, ini merupakan kekhususan Tuhan, dan manusia dengan sendirinya tidak dapat menjangkaunya. Jika seseorang ingin sampai kepadanya maka ia mesti mendapatkan pengajaran Tuhan. Jadi makna ini yang dimaksud dari ayat-ayat al-Qur'an di bawah ini:

"Tidak mengetahui… gaib kecuali Allah."[29]

"Sungguh, segala yang gaib itu hanya milik Allah".[30]

"Dan disisi-Nya kunci-kunci gaib, tidak mengetahuinya kecuali Dia".[31]



Ilmu gaib bentuk ini, yang alim terhadapnya hanyalah Allah Swt dan ilmu gaib jenis ini bukan jenis iktisâbi (diperoleh dengan jalan usaha).

Dan adapun bagaimana kita mempredikasikannya dengan makna ini dan apa dalilnya? Dengan karinah dua kelompok ayat sebelumnya, al-Qur'an sendiri berkata kepada Nabi: Kami telah wahyukan kepadamu matlab-matlab gaib dan Nabi menjadi alim terhadapnya, dan juga orang-orang beriman yang mempunyai keyakinan terhadap gaib, niscaya mereka alim terhadapnya, karena itu, dalam dua bentuk ilmu gaib ini, tidak ada tempat keraguan dan pengingkaran.

Satu kelompok lainnya adalah jelas, semua kita mengetahui bahwa sangat banyak benda-benda yang gaib dari panca indera kita, tetapi kita dengan akal dapat mempersepsi dan mengkonsepsinya, misalnya ilmu terhadap eksistensi Tuhan, tidak ada tempat untuk ragu bahwa ilmu ini tidak hanya terbatas pada Tuhan sendiri. Atau ilmu-ilmu yang kita peroleh dengan wasilah pengajaran Tuhan, seperti keyakinan kita terhadap alam barzakh, dimana pengetahuan ini jika Tuhan tidak katakan kepada kita, tidak ada kemampuan bagi kita untuk mengetahui apa yang akan terjadi sesudah kematian anak manusia.

Oleh karena itu, apa yang gaib dari persepsi indera kita dan kita tidak mampu sampai padanya, kita akan menjadi tahu lewat pengajaran yang lain. Jadi ilmu gaib yang terbatas hanya bagi Tuhan, adalah ilmu gaib dzâti (hakiki).

Sebagai bukti lainnya sabda imam Ali As yang berulang-ulang kali diucapkannya: "Sebelum kamu kehilangan aku, apa saja yang engkau inginkan tanyakanlah!"[32] Suatu waktu seseorang bertanya: Apakah Kamu mengetahui yang gaib?" Imam As menjawab: "Pengajaran ilmu ini dari yang mengetahuinya, dan sesungguhnya saya belajar dari yang mengetahui gaib".[33]

Dengan demikian sudah jelas permasalahan bahwa ilmu yang terkhusus Tuhan adalah ilmu yang bukan iktisâbi. Oleh karena itu menurut al-Qur'an, kita tidak punya dalil bahwa nabi dan imam serta sebagian dari wali-wali, tidak mampu mengetahui yang gaib, justru kita mempunyai dalil kebalikan dari itu. Pada hakikatnya, kepengetahuan nabi pada kalam dan wahyu Tuhan, ini sendiri merupakan ilmu gaib dan karena itu al-Qur'an berkata:

"Dia mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridai-Nya…"[34]



Jadi pembawa pesan dan rasul yang Tuhan utus (apakah itu nabi ataukah malaikat), adalah alim terhadap gaib, akan tetapi Tuhan yang membuat mereka mengetahuinya, dan jika Tuhan tidak melakukan ini maka mereka dengan sendirinya tidak akan mempunyai ilmu terhadap gaib. Dan ini adalah penegasian ilmu gaib dzâti dari selain Tuhan. Adapun kisaran gaib seberapa kadarya, harus dikatakan bahwa semua nabi tidak sama dan satu dalam hal ini. Yakni mungkin sebagian dari nabi atau sebagian dari auliyâ Tuhan, mempunyai ilmu yang nabi lainnya tidak miliki. Kita tidak punya dalil bahwa setiap orang yang diangkat sebagai nabi maka pengetahuannya terhadap gaib adalah sama dan satu dengan para nabi lainnya, tetapi dapat dikatakan kita memilki dalil dari kebalikan makna ini.

Jika dikatakan: ketika sebagian dari nabi tidak alim terhadap gaib, maka sudah jelas orang-orang yang bukan nabi tidak akan mampu mempunyai pengetahuan terhadap gaib.

Ungkapan ini tidaklah benar, sebab kenabian adalah maqam khusus, dimana Tuhan berikan kepada sebagian dari manusia berasaskan sebagian dari maslahat dan hikmah-Nya, dan hanya dengan kenabian bukanlah dalil keutamaan atas seluruh makhluk dari yang paling awal sampai yang paling akhir. Terdapat kemungkinan seseorang bukan nabi, tetapi maqamnya lebih tinggi dari maqam-maqam para nabi As (kecuali nabi besar Muhammad Saw), sebagaimana para imam maksum As, kecuali Nabi Mulia Muhammad Saw, lebih utama dari semua nabi As bahkan dari Ulul Azhmi As.

Adapun kemungkinan seseorang bukan nabi memiliki pengetahuan terhadap gaib, hal ini menurut akal tidaklah mustahil. Sebab dari ayat-ayat tidak ada yang menafikan subyek ini, dan ketika kita mengetahui bahwa ilmu gaib terkhusus Tuhan adalah ilmu gaib dzati, maka jika Tuhan sendiri yang menghendaki seorang hambanya yang mempunyai kelayakan memperoleh pengetahuan gaib, siapakah yang dapat mencegah akan hal ini? [www.wisdoms4all.com]



Daftar Sisipan

[1] . Qs. al-Ahzab: 72.

[2] . Tafsir Nur Tsaqalain, Jilid, 4, Hal. 309-314.

[3] . Q.S: al-Insan: 2.

[4] . Q.S: an-Nahl: 78.

[5] . Qs. al-A'raf: 172.

[6] . Qs. Haj: 6.

[7] . Qs.: Lukman: 23.

[8] . Qs. Haj: 46.

[9] . Qs. al-Araf: 179.

[10] . Qs. al-Anfal: 2.

[11] . Qs. az-Zumar: 45.

[12] . Qs. al-Qasas: 10.

[13] . Qs. Ali Imran: 7.

[14] . Qs. al-Baqarah: 10.

[15] . Qs. al-Mutaffifîn: 14-15.

[16] . Qs. al-Baqarah: 225.

[17] . Qs. al-Ahzab: 5.

[18] . Qs. al-'Alaq: 1-5.

[19] . Qs. Ar-Rahman: 1-2.

[20] . Qs. al-Kahfi: 65.

[21] . Qs. al-Qasas: 7.

[22] . Qs. Ali Imran: 45-46.

[23] . Qs. al-Isra': 85.

[24] . Qs. al-Baqarah: 216.

[25] . Qs. an-Naml: 65.

[26] . Qs. Ali Imran: 49.

[27] . Qs. al-Baqarah: 3.

[28] . Qs. Ali Imran: 44, Yusuf: 102.

[29] . Qs. an-Naml: 65.

[30] . Qs. Yunus: 20.

[31] . Qs. al-An'am: 59.

[32] . Nahjul Balâgah, Khutbah 92, Hal. 264 dan Khutbah 231, Hal. 752.

[33] . Nahjul Balâgah, Hal. 389.

[34] . Qs. al-Jinn: 26-27.

Friday, December 10, 2010

All About Gold


Do you want to know the latest price of gold coins? Or you want to reap profits by investing in gold. Read this article first if you want to know the latest gold price in the market and visit Gold Coins Gain. Gold is the only currency that is not under government control and, therefore, is unable to influence politicians. Excessive global liquidity and money supply growth (M3) which causes the real devaluation of paper money. In Europe, interest rates under inflation and therefore negative.

Growth in money supply and inflation is the main reason that paper money "losing value daily. Gold is a safe place in a crisis scenario. While traditional diversifiers such as bonds and stock options often fail in tension and instability in the market, gold has proven to enhance performance in current portfolio stability as the financial instability during the last 5,000 years.

World population grew by about 100 million people a year. Exponential growth of population coupled with limited availability of natural resources like oil, gold, silver, platinum and other metals, most likely causing the price of gold is greater. For the latest prices of gold and get the best gold, goldcoinsgain.com is the site to visit. Gold best place just this site.

In addition, Gold Coins Gain also provides all the information about the gold that we need before we make an investment in gold.

Monday, December 6, 2010

Instal Office 2007 di Sabily Al-Quds 10.10


Sabily adalah distro Linux turunan Ubuntu. Dari yang kita ketahui selama ini, antara Linux dan Windows merupakan dua Sistem Operasi (OS) yang saling berseberangan. Aplikasi yang dijalankan di di salah satu OS tersebut tidak dapat dijalankan pada OS yang lain. Namun bukan berarti selamanya akan seperti itukan. Salah satunya adalah Ms. Office 2007 yang merupakan aplikasi perkantoran di Windows sekarang dapat dijalankan di Linux. Ane dan membuktikan, Ms. Office dapat jalan di Laptop ane yang berduet dengan Sabily Al-Quds 10.10

Kok bisa... ??? Para pakar tentunya tidak akan pernah diam bila melihat hal-hal semacam ini. Salah satu yang mereka lakukan adalah membuat aplikasi yang menjadi jembatan antara kedua OS tersebut, yaitu Wine. Wine adalah aplikasi Linux yang digunakan untuk menjalankan aplikasi-aplikasi windows di Linux. Aplikasi yang berjalan di Windows biasanya bereksistensi .exe
Jadi untuk bisa menginstal Ms. Office 2007 di Linux kita memerlukan Wine. Awalnya memang gagal terus-menerus,namun setelah ane update baru mau. Memang fungsi Wine sendiri adalah untuk mencoba-coba aplikasi,jadi tidak pakai selamanya. Tapi tidak ada salahnya untuk dicoba. Apalagi bagi anda yang baru migrasi dari Windows ke Linux dan belum sepenuhnya bisa meninggalkan windows. Karena memang terkadang file dokumen dari Ms. Office agak berantakan ketika dibuka dengan Open Office. Oke selamat mencoba kawan-kawan, selamat berpetualang ...

Wednesday, December 1, 2010

100 shortcuts windows


For some people who are familiar with using a computer keyboard in, it can take a shortcut formulas in use. On the Windows operating system there is a standard formula used to operate several applications, among others, as follows:


CTRL+C (Copy)
CTRL+X (Cut)
CTRL+V (Paste)
CTRL+Z (Undo)
DELETE (Delete)
SHIFT+DELETE (Delete the selected item permanently without placing the item in the Recycle Bin)
CTRL while dragging an item (Copy the selected item)
CTRL+SHIFT while dragging an item (Create a shortcut to the selected item)
F2 key (Rename the selected item)
CTRL+RIGHT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next word)
CTRL+LEFT ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous word)
CTRL+DOWN ARROW (Move the insertion point to the beginning of the next paragraph)
CTRL+UP ARROW (Move the insertion point to the beginning of the previous paragraph)
CTRL+SHIFT with any of the arrow keys (Highlight a block of text)
SHIFT with any of the arrow keys (Select more than one item in a window or on the desktop, or select text in a document)
CTRL+A (Select all)
F3 key (Search for a file or a folder)
ALT+ENTER (View the properties for the selected item)
ALT+F4 (Close the active item, or quit the active program)
ALT+ENTER (Display the properties of the selected object)
ALT+SPACEBAR (Open the shortcut menu for the active window)
CTRL+F4 (Close the active document in programs that enable you to have multiple documents open simultaneously)
ALT+TAB (Switch between the open items)
ALT+ESC (Cycle through items in the order that they had been opened)
F6 key (Cycle through the screen elements in a window or on the desktop)
F4 key (Display the Address bar list in My Computer or Windows Explorer)
SHIFT+F10 (Display the shortcut menu for the selected item)
ALT+SPACEBAR (Display the System menu for the active window)
CTRL+ESC (Display the Start menu)
ALT+Underlined letter in a menu name (Display the corresponding menu)
Underlined letter in a command name on an open menu (Perform the corresponding command)
F10 key (Activate the menu bar in the active program)
RIGHT ARROW (Open the next menu to the right, or open a submenu)
LEFT ARROW (Open the next menu to the left, or close a submenu)
F5 key (Update the active window)
BACKSPACE (View the folder one level up in My Computer or Windows Explorer)
ESC (Cancel the current task)
SHIFT when you insert a CD-ROM into the CD-ROM drive (Prevent the CD-ROM from automatically playing)
Dialog Box Keyboard Shortcuts
CTRL+TAB (Move forward through the tabs)
CTRL+SHIFT+TAB (Move backward through the tabs)
TAB (Move forward through the options)
SHIFT+TAB (Move backward through the options)
ALT+Underlined letter (Perform the corresponding command or select the corresponding option)
ENTER (Perform the command for the active option or button)
SPACEBAR (Select or clear the check box if the active option is a check box)
Arrow keys (Select a button if the active option is a group of option buttons)
F1 key (Display Help)
F4 key (Display the items in the active list)
BACKSPACE (Open a folder one level up if a folder is selected in the Save As or Open dialog box)


Micro$oft Natural Keyboard Shortcuts

Windows Logo (Display or hide the Start menu)
Windows Logo+BREAK (Display the System Properties dialog box)
Windows Logo+D (Display the desktop)
Windows Logo+M (Minimize all of the windows)
Windows Logo+SHIFT+M (Restore the minimized windows)
Windows Logo+E (Open My Computer)
Windows Logo+F (Search for a file or a folder)
CTRL+Windows Logo+F (Search for computers)
Windows Logo+F1 (Display Windows Help)
Windows Logo+ L (Lock the keyboard)
Windows Logo+R (Open the Run dialog box)
Windows Logo+U (Open Utility Manager)

Accessibility Keyboard Shortcuts

Right SHIFT for eight seconds (Switch FilterKeys either on or off)
Left ALT+left SHIFT+PRINT SCREEN (Switch High Contrast either on or off)
Left ALT+left SHIFT+NUM LOCK (Switch the MouseKeys either on or off)
SHIFT five times (Switch the StickyKeys either on or off)
NUM LOCK for five seconds (Switch the ToggleKeys either on or off)
Windows Logo +U (Open Utility Manager)
Windows Explorer Keyboard Shortcuts
END (Display the bottom of the active window)
HOME (Display the top of the active window)
NUM LOCK+Asterisk sign (*) (Display all of the subfolders that are under the selected folder)
NUM LOCK+Plus sign (+) (Display the contents of the selected folder)
NUM LOCK+Minus sign (-) (Collapse the selected folder)
LEFT ARROW (Collapse the current selection if it is expanded, or select the parent folder)
RIGHT ARROW (Display the current selection if it is collapsed, or select the first subfolder)

Shortcut Keys for Character Map

After you double-click a character on the grid of characters, you can move through the grid by using the keyboard shortcuts:
RIGHT ARROW (Move to the right or to the beginning of the next line)
LEFT ARROW (Move to the left or to the end of the previous line)
UP ARROW (Move up one row)
DOWN ARROW (Move down one row)
PAGE UP (Move up one screen at a time)
PAGE DOWN (Move down one screen at a time)
HOME (Move to the beginning of the line)
END (Move to the end of the line)
CTRL+HOME (Move to the first character)
CTRL+END (Move to the last character)
SPACEBAR (Switch between Enlarged and Normal mode when a character is selected)

Micro$oft Management Console (MMC) Main Windows Keyboard Shortcuts

CTRL+O (Open a saved console)
CTRL+N (Open a new console)
CTRL+S (Save the open console)
CTRL+M (Add or remove a console item)
CTRL+W (Open a new window)
F5 key (Update the content of all console windows)
ALT+SPACEBAR (Display the MMC window menu)
ALT+F4 (Close the console)
ALT+A (Display the Action menu)
ALT+V (Display the View menu)
ALT+F (Display the File menu)
ALT+O (Display the Favorites menu)
MMC Console Window Keyboard Shortcuts
CTRL+P (Print the current page or active pane)
ALT+Minus sign (-) (Display the window menu for the active console window)
SHIFT+F10 (Display the Action shortcut menu for the selected item)
F1 key (Open the Help topic, if any, for the selected item)
F5 key (Update the content of all console windows)
CTRL+F10 (Maximize the active console window)
CTRL+F5 (Restore the active console window)
ALT+ENTER (Display the Properties dialog box, if any, for the selected item)
F2 key (Rename the selected item)
CTRL+F4 (Close the active console window. When a console has only one console window, this shortcut closes the console)

Remote Desktop Connection Navigation

CTRL+ALT+END (Open the m*cro$oft Windows NT Security dialog box)
ALT+PAGE UP (Switch between programs from left to right)
ALT+PAGE DOWN (Switch between programs from right to left)
ALT+INSERT (Cycle through the programs in most recently used order)
ALT+HOME (Display the Start menu)
CTRL+ALT+BREAK (Switch the client computer between a window and a full screen)
ALT+DELETE (Display the Windows menu)
CTRL+ALT+Minus sign (-) (Place a snapshot of the active window in the client on the Terminal server clipboard and provide the same functionality as pressing PRINT SCREEN on a local computer.)
CTRL+ALT+Plus sign (+) (Place a snapshot of the entire client window area on the Terminal server clipboard and provide the same functionality as pressing ALT+PRINT SCREEN on a local computer.)

Microsoft Internet Explorer Navigation

CTRL+B (Open the Organize Favorites dialog box)
CTRL+E (Open the Search bar)
CTRL+F (Start the Find utility)
CTRL+H (Open the History bar)
CTRL+I (Open the Favorites bar)
CTRL+L (Open the Open dialog box)
CTRL+N (Start another instance of the browser with the same Web address)
CTRL+O (Open the Open dialog box, the same as CTRL+L)
CTRL+P (Open the Print dialog box)
CTRL+R (Update the current Web page)
CTRL+W (Close the current window)

Monday, November 29, 2010

Menghemat Baterai Hand Phone


Tidak peduli merek dan jenis telepon genggam yang Anda gunakan, kemungkinannya Anda pasti pernah mengeluhkan performa baterainya yang menurut Anda payah. Mungkin beberapa ponsel memang memiliki kemampuan baterai yang di bawah standar, tapi pada beberapa kasus, penggunaan yang kurang cermatlah yang sering menyebabkan baterai ponsel cepat terkuras.

Ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk menghemat baterai ponsel Anda.
1. Matikan fasilitas getar jika Anda sedang berada di meja kerja Anda, atau tidak sedang memerlukannya
2. Jangan mengaktifkan fasilitas getar dan dering secara bersamaan.
3. Main game cepat menguras baterai ponsel, sedapat mungkin janganlah bermain game di ponsel, jika Anda sangat membutuhkan ponsel dan tidak mungkin untuk recharge baterai dalam waktu dekat.
4. Menyusun atau membuat melodi secara manual juga memboroskan tenaga baterai.
5. Matikan fasilitas GPRS, hal ini juga membuat ponsel memakai baterai secara berlebihan.
6. Jangan terlalu sering menghidupkan/mematikan ponsel Anda. Tenaga yang dibutuhkan untuk mencari kembali jaringan pelanggan sangat besar. Hal ini akan mengurangi waktu stand by ponsel antara 1-2 jam.
7. Bila berada di daerah yang sulit mendapatkan sinyal, lebih baik matikan ponsel Anda. Ponsel akan terus berusaha mencari sinyal, yang berakibat borosnya baterai.
8. Matikan ponsel ketika melakukan recharge. Meskipun tidak ada larangan menyalakan ponsel ketika recharge, Anda akan mendapatkan hasil yang lebih optimal dengan mematikannya.
9. Charge baterai sesuai dengan kebutuhan, jangan biarkan baterai dicharge semalaman, karena akan berpengaruh pada performa baterai.
10. Matikan ponsel jika tidak sedang diperlukan, misalnya malam hari.

Sunday, November 21, 2010

Migration to Sabily Al-Quds 10.10


Keinginan untuk migrasi sistem operasi dari Windows ke Linux akhir-akhir ini muncul lagi, keinginan ini memang sempat terhenti dikarenakan banyak faktor. Mumpung lagi semangat-semangatnya tidak ada salahnya untuk tidak ditunda-tunda lagi, apalagi (Alhamdulillah) sekarang sudah ada laptop sendiri he..he..he..(narsis@lebay,com). MUlailah mencari Distro yang cocok, akhirnya teringat diakhir petualangan dulu tentang sebuah Distro Linux turunan Ubuntu yang bernuansa Islami yang bernama "Sabily". Setelah keluyuran kesana-kemari akhirnya ketemu juga, kebetulan juga baru rilis versi 10.10 dengan kede name "Al-Quds". Langsung Download dah, lumayan lama, Sabily Al-Quds 10.10 Full versi dengan kapasitas 1,5 GB memakan waktu 11 jam berjaan diatas kecepatan koneksi 50kb/s, lumayan mengganggu ketentraman adik yang sedang mabuk game online wkwkwkw...


Sabily adalah, sistem operasi opensource yang dirancang oleh dan untuk umat Islam. Hal ini dikarenakan salah satu Distro Linux populer adalah Ubuntu yang merupakan sistem operasi bebas, efisien dan aman. Tidak seperti Microsoft Windows dan sistem kepemilikan lainnya, Linux adalah terbuka untuk umum dan dikembangkan oleh kontributor. Bebas disini sudah termasuk semua aplikasi kelengkapan yang ada. Kalau kedepan undang-undang lisensi benar-benar sangat ketat,maka kita tidak perlu khawatir untuk mengeluarkan kocek hanya sekedar untuk membeli Sistem Operasi KOmputer yang mahal. Selain itu, karena Sabily sudah didesain Islami, maka sangat baik dimiiki oleh kaum Muslim, karena kita bisa bekerja sambil berdzikir, dan juga sudah disertakan berbagai aplikasi Islami yang akan menunjang pendalaman Kitab suci dan juga ilmu Agama.

Itu sedikit tentang LInux Sabily, kita kembali kepada kisah saya he..3x (narsis@lebay,com). Setelah selesai acara Donloading, karena tidak sabar langsung saja diburning ke sekeping DVD. Terus langsung Install, agar pengalaman kelam masa lalu tidak terulang lagi, semua data di back-up dulu ke media lain yang aman. Dulu karena masih super newbie, jadi data bergiga-giga lenyap sia-sia hehehe, dan karena sekarang masih tetap newbie bin awam,makanya perlu ada antisipasi wkwkwkwk...
Setelah proses instalasi selesai, luar biasa keren, sekarang di Laptop berjalan dual boot Sistem Operasi, Windows 7 dan Sabily Al-Quds 10.10. Bagi teman-teman yang mau coba,selamat mencoba,karena ane tidak bisa jelasin cara install, silahkan jalan-jalan ke postingan tata cara install linux sabily yang ditulis teman-teman lain. Salam Perubahan .....

Thursday, November 18, 2010

6 Ciri Orang Dewasa

Pada tulisan sebelumnya saya mencoba menyodorkan tentang 7 ciri orang belum dewasa, kali ini saya coba berikan 6 ciri orang dewasa. Banyak ciri yang bisa dilihat, namun setidaknya ada enam ciri yang begitu nampak dari luar. Enam ciri itu adalah :

1. Diam Aktif
Ciri khas umat Dewasa diawali dengan Diam Aktif yaitu kemampuan untuk menahan diri dalam berkomentar. Orang yang memiliki kedewasaan dapat dilihat dari sikap dan kemampuannya dalam mengendalikan lisannya, seorang anak kecil, saudaraku apa yang dia lihat biasanya selalu dikomentari.
Orang tua yang kurang dewasa mulutnya sangat sering berbunyi, semua hal dikomentari.,ketika dia melihat sesuatu langsung dipastikan akan dikomentari,ketika menonton televisi misalnya ; komentar dia akan mengalahkan suara dari televisi yang dia tonton . Penonton tv yang dewasa itu senantiasa bertafakur, acara yang dia tonton senantiasa direnungkan (tentunya acara yang bermanfaat) dan memohon dibukakan pintu hikmah kepada Allah, Subhanalloh.

2. Empati (memahami perasaan)
Ciri kedewasaan selanjutnya dapat dilihat dari Empati. Anak-anak biasanya belum dapat meraba perasaan orang lain, orang yang bertambah umurnya tetapi tidak dapat meraba perasaan orang lain berarti belum dapat disebut dewasa. Kedewasan seseorang dapat dilihat dari keberanian melihat dan meraba perasaan orang lain. Seorang ibu yang dewasa dan bijaksana dapat dilihat dari sikap terhadap pembantunya yaitu tidak semena-mena menyuruh, walaupun sudah merasa menggajinya tetapi bukan berarti berkuasa,bukankah di kantor ketika lembur pasti ingin dibayar overtime ? tetapi pembantu lembur tidak ada overtime ? semakin orang hanya mementingkan perasaannya saja maka akan semakin tidak bijaksana. Semakin orang bisa meraba penderitaan orang lain Insya Allah akan semakin bijak. Percayalah tidak akan bijaksana orang yang hidupnya hanya memikirkan perasaannya sendiri.

3. Hati-hati (wara')
Orang yang dewasa, cirinya hati-hati (Wara’),dalam bertindak. Orang yang dewasa benar-benar berhitung tidak hanya dari benda, tapi dari waktu ; tiap detik,tiap tutur kata , dia tidak mau jika harus menanggung karena salah dalam mengambil sikap. Anak-anak atau remaja biasanya sangat tidak hati-hati dalam bercakap dan mengambil keputusan.Orang yang bersikap atau memiliki kepribadian dewasa (wara’) dapat dilihat dalam kehati-hatian memilih kata, mengambil keputusan,mengambil sikap, karena orang yang tidak dewasa cenderung untuk bersikap ceroboh.

4. Sabar
Orang yang dewasa terlihat dalam kesabarannya (sabar), kita ambil contoh ; didalam rumah
seorang ibu mempunyai 3 orang anak, yang satu menangis, kemudian yang lainnya pun ikut menangissehingga lama-kelamaan menjadi empat orang yang menangis , mengapa ? karena ternyata ibunyamenangis pula. Ciri orang yang dewasa adalah sabar, dalam situasi sesulit apapun lebih tenang,mantap dan stabil.

5. Tanggung jawab
seseorang yang dewasa benar-benar mempunyai sikap yang amanah, memiliki kemampuan untuk bertanggung jawab. Untuk melihat kedewasaan seseorang dapat dilihat dari kemampuannya bertanggungjawab, sebagai contoh ; seorang ayah dapat dinilai bertanggung jawab atau tidak yaitu dalam cara mencari nafkah yang halal dan mendidik anak istrinya ? Bukan masalah kehidupan dunia ,yang menjadi masalah mampu tidak mempertanggungjawabkan anak-anak ketika pulang ke akherat nanti ? Ke surga atau neraka? Oleh karena itu orang tua harus bekerja keras untuk menjadi jalan kesuksesan anak-anaknya di dunia dan akherat.

6. Motivator
Kesuksesan kita adalah bagaimana kita bisa memompa diri kita dan menyukseskan orang-orang disekitar kita, tidak hanya sekedar bisa menilai dan menyalahkan. kalau ingin tahu kesuksesan kita coba lihat perkembangan keluarga kita, istri dan anak-anak kita maju tidak? lihat sanak saudara kita pada maju tidak? Jangan sampai kita sendirian yang maju, tapi sanak saudara kita hidup dalam kesulitan, ekonominya seret, pendidikan seret.,sedang kita tidak ada kepedulian. Berarti itu sebuah kegagalan.,kedewasaan seseorang itu,dilihat dari bagaimana kemampuan memegang amanah ?
Wallahu’alam

7 Ciri Orang Belum Dewasa

Bila ditinjau dari berbagai disiplin ilmu, maka akan kita temukan berbagai kriteria kedewasaan. Lin ilmu lain pula komentarnya. Namun semua memiliki maksud dan arah yang sama. Kali ini coba kita soroti dari segi kejiwaan. Ada beberapa artikel dari teman-teman Bloger yang membahas tentang ini, namun kebanyakan mereka memberikan tujuh ciri umum yang sangat nampak bila seseorang belum memiliki kedewasaan jiwa.

Ketujuh ciri itu adalah sebagai berikut:

1. Sensual
Anak-anak mengalami proses merasakan, bertindak dan berpikir. Sedangkan, pria dewasa berpikir, bertindak dan akhirnya merasakan. Tetapi saat ini, kebanyakan pria dewasa mirip seperti seorang anak kecil, mereka lebih suka bertindak dahulu baru berpikir, kemudian merasakan penyesalan atas tindakannya itu.

2. Egois
Pria yang tidak sadar akan keegoisannya adalah pria yang belum dewasa. Seorang pria yang belum dewasa sering kali tidak sadar akan keegoisannya, mari kita lihat contoh berikut: suatu keluarga, ayah, ibu dan seorang anak sedang makan pagi bersama. Di meja makan telah tersedia roti panggang, susu dan yang lainnya. Ketika sang anak hendak mengambil roti panggang, tangannya menyenggol gelas yang berisi susu hingga jatuh. Seketika itu juga ayahnya memandang dia dengan mimik muka yang marah sambil berkata: “kurang ajar! Susu aja tumpah, kamu gimana sih ngambilnya!” Sang anak tidak menjawab. Selesai makan, dia langsung masuk kamar dan menagis. Keesokan harinya, diwaktu yang sama, keluarga ini di meja makan lagi. Saat sang ayah hendak mengambil roti panggang, tangannya menyenggol susu hingga jatuh, sang ayah memandang marah kepada sang ibu dan berkata: “mama! Kenapa taruh susu disini!”

3. Tidak Konsisten
Tuhan dan wanita, menginginkan agar pria memiliki konsistensi, ketegasan dan kekuatan. Kesetiaan adalah batu penjuru dari karakter. Sering kali pria hanya mengutamakan dan menonjolkan kemampuan dan kharisma, tetapi tidak menekankan kesetiaan. Hanya kesetiaan yang dapat membuat pria terus berkembang dalam hidupnya. Kharisma bisa membawa Anda ke atas, tetapi hanya karakter yang dapat mempertahankannya.

4. Tidak Tepat Janji
Perkataan seorang pria adalah ukuran dari karakternya. Perkataan Anda membuktikan kepriaan Anda, kepriaan Anda membuktikan perkataan Anda.

5. Tidak Bertanggung Jawab
Hakikat utama menjadi seorang ayah adalah mengajar anak-anaknya bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Tanggung jawab seorang ayah bukanlah membuat keputusan bagi anaknya, melainkan membiarkan anaknya melihat bagaimana sang ayah membuat keputusan. Tanggung jawab terhadap kesuksesan tergantung pada kemauan untuk bertangung jawab terhadap kegagalan.

6. Suka Bersembunyi
Krisis tidak akan membentuk karkater seorang pria, krisis hanya akan mengungkapkan siapa dia sesungguhnya. Orang sukses melihat krisis sebagai kesempatan untuk berubah: dari yang kurang kepada yang lebih, dari yang kecil kepada yang lebih besar.

7. Hanya Berespon Terhadap Pemaksaan.
Pria yang belum dewasa adalah pria yang hanya berespon apabila dipaksa atau ditekan. Tuhan tidak menciptakan manusia untuk menjadi diktator, melainkan pemimpin.
Apabila ketujuh ciri ini masih melekat pada Anda berarti anda belum tepat dikatakan dewasa. Menjadi laki-laki adalah masalah kelahiran, menjadi pria sejati adalah masalah pilihan.

Nah itu beberapa ciri-ciri umum yang sangat tampak, wallohu a'lam...

Saturday, November 13, 2010

Setting GPRS Three (3)


Beberapa waktu lalu, ada keinginan untuk coba-coba keampuhan internet menggunakan koneksi GPRS. Akhirnya ane putuskan untuk beli modem, kebetulan dapat modem 3G. Lumayanlah, hitung-hitung dan dengar-dengar sich jAringan GPRS adalah jaringan dengan akses data tercepat saat ini. Mulailah ane adakan observasi ke beberapa operator seluler.

Dimuai dari "si merah" telkomsel, ternyata eh ternyata sinyal 3G telkomsel jatuh-bangun di daerah ane, dan sinyal GPRSnya tidak menggembirakan untuk koneksi ke komputer, ma'lumlah daerah pinggiran (pinggiran kota Palangkaraya), jadi dapet sinyal afkiran hehehe...
Lanjut ke "si biru" XL, walau belum ada sinyal 3G tapi GPRSnya lumayan kenceng, cuma pulsanya sama kenceng dengan sinyalnya. Bisa-bisa bangkut duluan neh kalau diteruskan wkwkwkwk...
Lanjut lagi ke "si hijau" Indosat. Sayangnya antara sinyal dan biaya tidak ada yang menggembirakan walaupun iklannya menggiurkan (korban iklan juga kayanya ... hehehe...)
terus waktu lagi nonton TV ada iklan three (3) yang katanya internetnya super murah. Wah kaya'nya bisa dijadikan objek observasi berikutnya neh. Akhirnya keliling-keliling nyari simCard three (3) tidak berhasil dapat karena memang operator pendatang baru (di daerah ane) walaupun spanduknya dah bertengger dimana-mana. Kaya'nya memang harus sabar nunggu. Setelah dua minggu ane coba nyari lagi, alhamdulillah dapat. langsung bongkar :D, setelah registrasi langsung ane isi pulsa untuk jaga-jaga. Akhirnya ane putusin untuk pilih paket unlimited 25.000/bulan dengan 500MB kuota yang tersedia, lumayanlah.
Pertama registrasi dulu ke *234# atau kirim sms dengan format "MAU 500MB" (tanpa tanda petik) ke 234. setelah dapat balasan keaktifan, semua format profil harus diubah dengan rincian:

Username : 3data
Password : 3data
APN : 3data

yang mana sebelumnya ane pakai:

Username : 3gprs
Password : 3gprs
APN : 3gprs

setelah selesai, sekarang waktunya konek. jreeng... wah lumayan cepat, rata-rata kecepatan lalulintas data adalah 6,50kb/s, lumayanlah ketimbang yang lain hanya mencapai 1,00kb/s, (wah sempat tidur tuh untuk nunggu tampil satu halaman hehehe..).
entah karena memang cepat (jaringan EDGE) atau karena memang masih minim yang pakai, Jadi kaya melaju dijalan tol yang sepi. Bagi teman-teman yang pengen nyoba, selamat mencoba ya :) :) :)