Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^

Thursday, October 22, 2009

Teroris !!! Lembaga atau Individu ???


Beberapa waktu lalu kita dikejutkan oleh beberapa aksi penggerebekan yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Dimana dalam beberapa penggerebekan itu berhasil ditangkap dan dilumpuhkan beberapa gembong teroris yang selama ini dicari-cari, baik itu pelakunya maupun para pendukungnya. Kejadian-kejadian tersebut membawa dampak dan opini yang beragam di tengah-tengah masyarakat kita yang kemudian menimbulkan beragam pertanyaan pula. Antara lain setidaknya dalam diri kita terbetik kata Teroris !!! lembaga atau individu ??? yang menjadi pelakunya ???

Bila kita melihat aksi apart keamanan setelah kejadian, ada hal-hal yang mengusik pikiran sebagian kita, mungkin termasuk saya, lembaga tempat sang pelaku bernaung atau tempat mereka bekerja atau mungkin yang pernah tersangkut-paut dengan para tersangka ikut kebanjiran dampak negatif dari ulah kegiatan mereka, seperti yang diberitakan di beberapa daerah belakangan ini. Padahal bisa jadi sang pelaku hanya menggunakan lembaga-lembaga tersebut sebagai tameng atau mungkin hanya sebagai tempat berteduh yang tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatannya. Ia kalau semua dugaan tentang keterkaitan itu benar, kalau salah ????? Maka tidak bisa kita bayangkan bagaimana nasib lembaga-lembaga tersebut yang notabene selama ini mereka berusaha untuk melayani masyarakat dan ummat menjadi hamcur luar-dalam. Nama baiknya hancur dan lembaganya pun disegel. Kita berdo'a bersama, mudah-mudahan aparatur negara yang diberi amanah oleh Alloh untuk menangani kasus ini diberikan kekuatan untuk berfikit bening dan cerdas, agar apa yang kita khawatirkan bersama itu tidak terjadi. Amiiin.....

Thursday, October 15, 2009

Istilah Pengkotak Umat


Teman-teman mungkin pernah dengar beberapa istilah yang dikaitkan dengan para pemeluk agama dengan alasan disesuaikan menurut kadar kualitasnya. Seperti awam, fundamental, moderat, garis keras, dan sebagainya. Sekilas memang itu merupakan istilah biasa, namun dampaknya ternyata luar biasa bagi kehidupan umat beragama. Apa dampaknya ???

bila kita amati, para pemeluk agama yang menjalankan ajaran agamanya secara menyeluruh dan selalu mencari kesempurnaan, maka akan melekat pada dirinya sebuah sebutan sebagai kaum fundamentalis. Lian lagi halnya dengan yang sedikit berbeda, maka ada lagi istilah lain, yaitu kaum moderat. Bagi mereka yang rendah pemahamannya, disebut kaum awam dan sebagainya. Memang secara kasat mana tidak ada dampak yang begitu terlihat, namun dalam kehidupan bersosial dan bermayarakt, setidaknya istilah-istilah ini akan mengkotak-kotakkan umat ke dalam petak-petak yang akan membatasi ruang mereka. Masyarakt akan memandang ekslusif keberadaan mereka, sehingga akan menjadi tersa asing di tengah-tengah kerumunan. Sehingga setidaknya kita perlu cermati kembali beberapa istilah tersebut, sehingga diri kita tidak terjerumus nantinnya kedalam hal-hal yang merudak ini.

Wednesday, October 7, 2009

Newbie Bloger


Hai dunia, apa kabarnya ? Perkenalkan saya adalah seorang yang baru memasuki dunia baru yang disebut dunia blog. Entah pantas atau tidak saya disebut bloger itu tidak penting menurut saya, yang penting adalah bagaimana saya bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru dari dunia baru ini. Mungkin begitu banyak hal yang harus dilalui, baik itu ada atau tidak dalam sebuah aturan, namun sudah menjadi sebuah kewajiban bagi seorang manusia untuk belajar dan belajar mengenai apa-apa yang ada disekitarnya, baik itu dunia nyata maupun dunia maya.
Kalau sepintas diamati, ada beberapa istilah blog yang terasa masih begitu asing, namun syukurnya banyak bacaan yang mendukung akan hal tersebut. Sebagai contoh adalah makna Bloger itu sendiri, kemuadian Posting, Entri, Dasbor, Feed, Atom, Tag, Meta, SEO,dan sebagainya.
Oleh karenanya bagi bloger-bloger master saya ajukan sebuah proposal permohonan untuk bimbinganya :-), karena untuk menjadi seorang master itu setidaknya kita harus bisa bersahabat dengan para masternya pula. Oke semua, salam bloger, mari sama-sama kita ciptakan semangat go blog yang lebih meriah, semangat ....

Wednesday, September 16, 2009

Gagalkah Ramadhanku ? ? ?


"Betapa banyak orang yang berpuasa tidak ada nilai baginya kecuali lapar dan dahaga. Dan betapa banyak orang bangun malam tidak ada nilai baginya selain terjaga (tidak tidur) dan kepayahan" {HR Nasa'i, Ibnu Majah, dan Al-Hakim}
Demikian sabda Nabi saw dalam sebuah haditsnya yang menggambarkan beragam bentuk output Ramadhan, sekarang yang perlu kita muhasabah adalah diri kita, sukses atau gagalkah Ramadhan kita ?????
Apabila kita amati secara seksama menggunakan dalil aqliyah kita, maka ada bebrapa indikator yang bisa kita jadikan bahan untuk memuhasabah diri kita, apakah kita termasuk dalam kelompok orang-orang yang gagal Ramadhan atau tidak. Nah sekarang akan coba kita uraikan indikator-indikator tersebut :
1. Ibadah di luar Ramadhan tidak jauh beda pada saat Ramadhan
Apabila di luar Ramadhan amalan-amalan ibadah kita tidak jauh beda pada bulan Ramadhan, maka perlu diwaspadai, ada gelagat tidak baik dalam diri kita. Tidak jauh berbeda bukan berarti sama, akan tetapi mungkin mengalami kemajuan namun dengan persentase yang sangat kecil, misal di luar Ramadhan rajin sholat lima, di dalam Ramadhan juga rajin, cuma yang membedakan antara Ramadhan dan tidak hanya sholat tarawihnya saja, tidak ada keinginan untuk menambah amalan yang lainnya.
2. Amalan Ramadhan tidak memberi makna untuk diri
Bulan Ramahan merupakan bulan dengan beribu-ribu amalan dan berjuta-juta fadhilah, sudah barang tentu semua amalan itu bila dikerjakan dengan ikhlas dan antusias akan membekas pada pribadi-pribadi yang mengamalkannya, sebagai contoh dengan berpuasa akan mengasah kejujuran seseorang. Namun bila begitu banyaknya amalan yang dilaksanakan hanya serasa melakukan rutinitas tradisi tahunan, terasa biasa-biasa saja tanpa ada makna yang mewarnai kepribadian. maka gelagat ini pun perlu dicurigai.
3. Warna Ramadhan hilang di 10 hari terakhir
Sepuluh hari terakhir merupakan saat yang paling menentukan, dimana saat itu merupakan penetuan yang akan menetukan apakah orang tersebut sukses atau gagal Ramadhannya, fadhilah setiap amalpun melonjak levelnya, namun terkadang sebagian dari kita malah futur diakhir Ramadhan, bahkan ada yang sudah tidak merasakan lagi nuansa Ramadhan, aktivitas pindah ke pasar-pasar dan mall-mall dengan alasan untuk mempersiapkan hari lebaran. Sungguh aneh memang, Rasulullah dan para sahabatnya selalu bersedih di akhir Ramadhan karena takut ditinggal Ramadhan, sedangkan kita bersuka-cita. Apabila gelagat ini muncul pada diri kita, maka ini pun perlu dicurigai.
Itulah sedikit beberapa indikator diri-diri yang gagal Ramadhan yang bisa penulis angkat, bila ada yang ingin menambahi, silahkan dikomentari.
Yaa Alloh, lindungilah pribadi-pribadi kami dari kegagalan Ramadhan......


Saturday, September 12, 2009

Akhir Ramadhanku

Tanpa terasa kita sudah memasuki sepertiga akhir dari bulan Ramadhan. Entah persaan yang mana yang benar yang muncul dari dalam hati ini. Terkadang an-nafs yang tidak menginginkan kedatangan Ramadhan bersuka cita dengan akan berakhitnya Ramadhan, namun hati tempat bertenggernya iman tentu akan sangat sedih, karena bulan mulia yang dulu ditunggu-tunggu akan segera berlalu. Namun terlepas dari itu, ada satu malam mulia yang terdapat di akhir Ramadhan, malam apakah itu, tiada lain dia adalah malam Lailatul Qadr, malam yang nilai kemualiaannya menyamai 1000 bulan, subhanalloh....
Di dalam Alqur'an, tepatnya dalam surah al-Qodar ayat 1 - 3 dijelaskan dengan gamblang tentang keutamaan malam Lailatul Qodr ini. Di malam itu Alloh menurunkan beribu-ribu keutamaan kepada hambanya yang memburunya. Yang perlu digaris bawahi adalah, keutamaan yang begitu besar itu hanya akan diterima oleh mereka yang bersungguh-sungguh mencarinya, yaitu melalui i'tikaf dengan memperbanyak berbagai macam ibadah. Selama ini ada beberapa cerita aneh yang pernah kita dengan bahwa lailatul qodr turun kepada mereka yang sedang jalan di tengan sawah, yang sedang tidur nyenyak dan sebagainya yang pada mereka tidak ada sama sekali tanda-tanda melakukan i'tikaf, namun wallohu a'lam kalau itu memang benar adanya, namun kita tetap selalu berkeyakinan bahwa sebuah keutamaan itu akan dicapai bagi mereka yang benar berusaha mengejarnya.
Oleh karenanya, ayo kita perkuat ghiroh kita untuk sama-sama mengejar keutamaan besar itu, jangan sampai terlewat sia-sia dan hanya kita habiskan untuk tidur semalam suntuk saja.


Sunday, August 30, 2009

Menjaga Hati, Lisan, Mata dan Telinga

Sumber Hidayatullah.com
Imam Al-Ghazali mengatakan, mereka yang selamat dalam Ramadhan jika berada dalam kategori khususul khusus atau al-Khawwas. Mereka menjaga telinga, mata, lisan, tangan dari maksiat

Jika ada yang bertanya, sudah berapa kali anda berpuasa Ramadhan? Tentu kita bisa menjawabnya dengan mudah. Tapi jika pertanyaan itu diteruskan, apa hasil puasa anda selama itu? Terhadap pertanyaan tersebut, biasanya kita sulit menjawab. Mengapa? Dibandingkan dengan hikmah dan fadhilah yang ditawarkan Ramadhan, rasanya terlalu sedikit yang telah kita capai.

Revolusi kejiwaan yang semestinya terjadi setelah kita berpuasa sebulan penuh hingga puluhan kali Ramadhan masih juga belum kunjung tercapai. Yang terjadi justru hanyalah rutinitas tahunan: siang hari menahan diri dari lapar dan dahaga, selebihnya tidak terjadi apa-apa.

Imam Al-Ghazali mengelompokkan kaum Muslimin yang berpuasa dalam tiga kategori. Pertama, mereka yang dikelompokkan sebagai orang awam. Kelompok ini berpuasa tidak lebih dari sekadar menahan lapar, haus, dan hubungan seksual di siang hari Ramadhan. Sesuai dengan namanya, sebagian besar kaum Muslimin berada dalam kelompok ini.

Kedua adalah mereka yang selain menahan lapar, haus dan hubungan suami isteri di siang hari, mereka juga menjaga lisan, mata, telinga, hidung, dan anggota tubuh lainnya dari segala perbuatan maksiat dan sia-sia. Mereka menjaga lisannya dari berkata bohong, kotor, kasar, dan segala perkataan yang bisa menyakiti hati orang. Mereka juga menjaga lisannya dari perbuatan tercela lainnya, seperti ghibah, mengadu domba, dan memfitnah. Mereka hanya berkata yang baik dan benar atau diam saja.

Dikisahkan dalam kitab Ihya-ulumuddin, bahwa pada masa Rasulullah saw ada dua orang wanita. Pada suatu hari di bulan Ramadhan, saat mereka sedang berpuasa, rasa lapar dan haus tak tertahankan lagi hingga hamper-hampir saja menyebabkan keduanya pingsan. Maka diutuslah seorang pria untuk menghadap Rasulullah saw untuk menanyakan, apakah mereka boleh membatalkan puasanya. Rasulullah saw tidak langsung memberi jawaban, akan tetapi beliau justru mengirimkan sebuah mangkok, kemudian berpesan kepada utusan tersebut: “ Muntahkan
ke dalam mangkok ini apa yang telah dimakan”.

Peristiwa ini nampaknya mengundang perhatian banyak orang. Mereka yang menyaksikan peristiwa itu sangat terkesima melihat salah seorang wanita itu memuntahkan darah segar dan daging lunak sebanyak setengah mangkok, wanita satunya lagi pun memuntahkan hal yang sama hingga mangkok tersebut menjadi penuh. Setelah itu Rasulullah bersabda: “Dua perempuan tadi telah merasakan apa yang oleh Allah dihalalkan bagi mereka dan telah membatalkan puasa mereka dengan melakukan hal-hal yang dilarang Tuhan. Mereka telah duduk bersama dan bergunjing. Darah dan daging segar yang mereka muntahkan adalah darah segar orang yang telah mereka gunjingkan”.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: “Ada lima perkara yang membatalkan puasa, yaitu: berbohong, bergunjing, memfitnah, mengucapkan sumpah palsu, dan memandang dengan nafsu”.

Kelompok kedua ini juga bisa menjaga mata dari melihat segala sesuatu yang dilarang syari’at. Matanya tidak dibiarkan liar memandang aurat perempuan atau lelaki yang tidak halal, baik secara langsung, maupun melalui tontonan televisi, gambar dan foto. Mereka sadar bahwa mata adalah panahnya setan, jika dibiarkan liar maka mata itu bisa membidik apa saja dan nafsu manusia cenderung membenarkan dan mengikutinya. Tentang bahaya pandangan ini, Rasulullah mengingatkan: “Pengaruh ketajaman mata adalah hak. Bila ada sesuatu yang mendahului taqdir maka itu adalah karena pengaruh ketajaman mata”. [HR. Muslim]

Tak kalah pentingnya adalah menjaga telinga dari mendengar segala sesuatu yang menjurus kepada maksiat. Mereka yang termasuk kelompok ini tidak akan asyik duduk bersama orang-orang yang terlibat dalam perbincangan yang sia-sia. Termasuk perbuatan sia-sia adalah mendengar lagu-lagu yang syairnya tidak mengantarkannya pada mengenal kebesaran Allah. Mereka juga meninggalkan percakapan penyiar dan penyair yang menghambur-hamburkan kata tanpa makna.

Mereka segera meninggalkan orang yang sedang ghibah, apalagi memfitnah, karena mereka sadar bahwa orang yang mengghibah dengan orang yang mendengar ghibah itu sama nilai dosanya. Maka alternatifnya hanya dua, yaitu mengingatkan atau meninggalkan majelis tersebut.

Dalam hal ini Allah berfirman; “Maka janganlah kamu duduk bersama mereka sampai mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka”. [QS. An-Nisaa: 140]

Di bulan Ramadhan, kelompok ini juga menutup telinganya rapat-rapat dari segala suara yang dapat mengganggu konsentrasinya dalam mengingat Allah. Sebaliknya, mereka membuka telinganya lebar-lebar untuk mendengar ayat-ayat suci al-Qur’an, mendengar majelis ta’lim, mendengar kalimat-kalimat thayibah, dan mendengar nasehat-nasehat agama. Ketekunan dan kesibukan menyimak kebaikan dengan sendirinya akan mengurangi kecendrungan mendengar sesuatu yang sia-sia, apalagi yang merusak nilai ibadahnya.

Selebihnya, mereka juga menjaga tangan, kaki, dan seluruh anggota tubuhnya dari segala yang dilarang syari’ah. Mereka menjaga tangannya dari memegang sesuatu yang tak halal. Mereka juga mengendalikan kakinya dari melangkah ke tempat yang haram. Demikian juga terhadap perutnya, mereka menjaga agar perutnya hanya diisi makanan yang halal saja. Baik ketika sahur maupun pada saat berbuka puasa.

Dalam pandangan Islam, makanan haram itu sama dengan racun, sedangkan makanan halal itu adalah obat, jika diminum sesuai dengan porsi dan dosis yang tepat. Tapi jika jika dikonsumsi secara berlebihan, maka makanan itu bisa berubah menjdai racun yang sangat membahayakan kesehatan tubuh. Itulah sebabnya, orang-orang yang berpuasa secara benar terlatih untuk hanya memakan makanan dan minuman yang halal saja. Itupun dalam takaran dan dosis yang normal, tidak berlebih-lebihan. Mereka tidak akan berbuka puasa dengan cara makan dan minum berlebih-lebihan.

Jika kaum Muslimin berpuasa seperti puasanya kelompok yang kedua ini, sungguh akan terjadi perubahan social yang luar biasa. Antara sebelum dan sesudah Ramadhan pasti ada perubahan sikap, perilaku, dan tindakan yang khas. Jika perubahan itu dilakukan oleh sebuah masyarakat yang hidup dalam sebuah Negara yang bernama Indonesia, maka revolusi moral pasti terjadi secara nyata.

Tak perlu dibentuk Komisi Anti Korupsi, karena sudah tidak ada lagi pelakunya.
Sayang, untuk target minimal tersebut kita masih belum bisa melakukannya. Akibatnya, antara sebelum dan sesudah puasa tidak terjadi apa-apa. Yang sebelum Ramadhan merokok, sesudah puasa kembali merokok. Bila sebelum puasa korupsi, sesudah puasa, praktek itu diulangi kembali. Padahal jika target menjadi kelompok kedua ini tercapai, separoh permasalahan Negara dan bangsa bisa diatasi. Apalagi jika kita bisa mencapai target yang lebih tinggi, menjadi kelompok ketiga.

Adapun kelompok ketiga, menurut Al-Ghazali adalah mereka yang berada dalam kategori khususul khusus atau al-Khawwas. Mereka tidak saja menjaga telinga, mata, lisan, tangan, dan kaki dari segala yang menjurus pada maksiat kepada Allah, akan tetapi mereka juga menjaga hatinya dari selain mengingat Allah. Mereka mengisi rongga hatinya hanya untuk mengingat Allah semata-mata. Mereka tidak menyisakan ruang sedikitpun dalam hatinya untuk urusan duniawi. Mereka benar-benar mengontrol hatinya dari segala detakan niat yang menjurus pada urusan duniawi.[Hamim Tohari/www.hidayatullah.com]

Tuesday, August 25, 2009

Puasa itu Menyehatkan

www.hidayatullah.com
Tak seperti di Indonesia, di Belanda tak banyak ditemukan studi tentang Ramadhan dan puasa. Tapi kajian di Belanda, puasa tetap menyehatkan

Hidayatullah.com--Sudah disepakati bahwa puasa umat muslim tidak baik bagi kesehatan orang sakit. Tapi apakah baik bagi kesehatan secara umum? Atau ini hanya sekedar praktik agama yang tidak ada kaitannya dengan kesehatan?

Islam tidak memaksakan puasa, kecuali bagi orang muslim dewasa yang sehat. Pasien yang mengidap penyakit kronis dan hidup pendek, dibebaskan darinya.

Banyak cendekia hukum syariah mengatakan, puasa dilarang apabila merugikan kesehatan. Walaupun disepakati puasa tidaklah sehat bagi orang-orang sakit, tapi ada perbedaan pendapat mengenai manfaatnya bagi orang sehat.

Orang muslim mengatakan, Nabi Muhammad berkata: ''Berpuasalah supaya sehat". Sejumlah cendekia muslim berupaya mendapatkan dukungan dari dokter untuk membuktikan 'manfaat puasa bagi kesehatan'.

Banyak media yang mengalokasikan waktu siarnya setiap tahun untuk menyoroti manfaat puasa bagi kesehatan selama Ramadhan dan resiko kesehatan bagi mereka yang sakit apabila berpuasa.

Manfaat piskologis

Dokter Muhammad Alabdoni, Ketua Asosiasi Dokter Maroko Belanda, menolak keberadaan bukti ilmiah manfaat puasa Islam terhadap fisik, tapi ia mengatakan hal itu mungkin bermanfaat bagi kesehatan psikologis.

"Aspek positif berpuasa selama Ramadhan berkaitan dengan relaksasi yang timbul akibat sembahyang, yang meningkat selama bulan suci. Praktik pemujaan ini bisa memberi rasa rileks secara piskologis maupun fisik."

Di pihak lain, Dr. Alabdoni menjelaskan, puasa memiliki sejumlah dampak negatif terhadap kesehatan, tapi tidak menganggap hal itu 'merusak'.

"Dampak puasa terhadap orang sehat sangat terbatas. Dampak negatifnya adalah ketidaknyamanan, terutama di hari-hari awal puasa, seperti pusing, mual, ngantuk, dan sebagainya."

Menurut Alabdoni, apa yang dikatakannya itu adalah pendapat yang ada di kalangan profesi medis, setidaknya di Belanda. Ia mengakui, tidak ada studi ilmiah mengenai dampak puasa selama Ramadhan terhadap kesehatan, khususnya di Belanda.

"Studi-studi hanya ditujukan pada orang sakit, terutama pasien penyakit kronis. Ada banyak studi dalam bidang ini tapi mereka tidak memperhatikan dampaknya terhadap orang sehat."

Makan berlebihan

Dr Alabdoni belum pernah diminta media untuk berbicara mengenai dampak puasa selama Ramadhan, tapi ia biasanya menerima banyak pertanyaan dari kenalan mengenai dampak puasa terhadap kesehatan.

Ia menjelaskan, resiko yang muncul akibat gaya puasa populer, yaitu menghindari makanan dan minuman sepenuhnya selama siang hari dan makan besar sesudah buka puasa. Mereka yang bertanya padanya, mengaku menghadapi masalah ini selama Ramadhan, yaitu makan berlebihan dalam waktu singkat.

"Banyak orang setuju dengan saya ketika saya mengatakan puasa sekarang ini tidak membuahkan hasil seperti yang dimaksudkan oleh puasa Ramadhan. Mereka mengakui terlalu banyak makan gula dan lemak sesudah buka puasa, dan ini menyebabkan naiknya berat badan, bukannya mengurangi berat badan seperti yang diharapkan dalam puasa."

Mengomentari para dokter yang muncul di televisi Arab selama bulan Ramadhan, berbicara tentang manfaat puasa bagi kesehatan, Dr Alabdoni mengatakan, hak dokter bersangkutan apakah ia mau turut serta dalam acara televisi mengenai puasa.

Tapi, demikian tambahnya, harus ada pemisahan jelas antara profesi medis dengan profesi agama.

Thursday, August 20, 2009

Ayo Bertanya Kepada Diri

Assalamualaikum
Bulan Ramadhan sudah begitu dekat, terasa seperti sudah menampar wajah, bahkan ada yang merasa sudah dipelukannya, subhanalloh. Tapi ada yang masih merasa biasa-biasa saja, na'udzubillah. Sekarang coba tanyakan kepada diri kita masing-masing, bagaimana perasaan kita ketika datangnya bulan ramadhan, Bagaimana perasaanku ketika datang bulan Ramadhan

a. gembira
b. agak gembira
c. sedikit gembira
d. agak sedikit gembira
e. kadang-kadang gembira
f. biasa-biasa saja
g. biasa bercampur gembira
h. sedih
i. prihatin
j. meratap
k. lemah, letih, lesu
l. marah
m. sebel
n. kurang bersemangat
o. sedikit agak dongkol
p. opsi lainya ......

Wednesday, August 19, 2009

Merendah Diri Dalam Kebersamaan


oleh Hendi Burahman
http://www.hendiburahman.web.id
Setiap manusia dilahirkan sebagai pemimpin, terutama memimpin dirinya sendiri dalam menjalani kehidupan yang belum diketahui akhir keberlangsungannya. Sikap positiflah yang dapat menghindari pertanyaan kapan akhir dari keberlangsungan manusia untuk hidup, karena kehidupan ini adalah proses mencapai kehidupan yang hakiki tanpa adanya kenegatifan yang terjadi nantinya, maka wajarlah jika sang Maha Pencipta mengarahkan manusia untuk menjadi yang terbaik dengan menjadikan Al Qur'an dan Hadits sebagai undang-undang dalam menjalani kehidupan agar dapat menikmati kehidupan yang baik nantinya.

Salah satu sikap yang direkomendasikan dalam undang-undang tersebut adalah sikap merendah diri, merendah diri itupun harus karena Allah SWT dan bukan karena makhluk lainnya atau mengharapkan pujian dari orang lain yang pada hakikatnya pujian tersebut hanyalah milik Allah SWT. Merendah diri kepada Allah tidak akan menjadikan derajat manusia rendah dan hina dalam kehidupannya, bahkan sebaliknya yaitu akan mengangkat derajat manusia pada tingkat keridloan Allah, dalam artian sikap merendah diri adalah upaya pendekatan diri kepada Allah yang akan mendapat respon positif dari Allah, sebagaimana sabda Rasulullah saw.: "Siapa yang merendah diri kepada Allah, maka Allah akan mengangkat kedudukannya yang tinggi dan mulia" (Riwayat Abu Nu'aim)
Pada kenyataannya, masih banyak manusia yang lupa akan sikap merendah diri tersebut, bagi mereka merendah diri hanya kepada Allah dengan melakukan sholat saja, ternyata tidak. Merendah diri kepada Allah SWT adalah sikap yang tidak mengambil hak Allah sebagai Maha Pencipta, Maha Benar, Maha atas segala daya upaya di dunia dan akherat. Jadi manusia yang merendah diri tidak boleh merasa benar sendiri, sehingga dengan mudah memvonis orang lain salah, kafir, murtad dan lain sebagainya. Karena orang yang masih dalam proses menjalani kehidupannya bukanlah akhir dari segala perbuatannya, tidak menutup kemungkinan seiring dengan perjalanan waktu akan berubah dan lebih baik serta tidak menutup kemungkinan juga bagi yang merasa benar suatu saat akan lebih buruk dari orang yang dia vonis. Dapat diambil hikmah cerita seorang pelacur yang masuk surga? bertahun-tahun dia menjalani kehidupannya dengan penuh dosa dan menjadi hinaan masyarakat, akhirnya dengan waktu singkat ia mendapatkan surganya Allah karena keikhlasannya memberikan minuman kepada anjing yang kehausan. Tidak sedikit juga, orang yang merasa baik dan benar dalam beribadah tapi malah mendapatkan murka Allah SWT. Naudzubillahi min dzalik....

Bermacam-macam perbedaan dalam menyikapi hidup, tapi bukan berarti akhir dari hidup juga berbeda atau sebaliknya, tidak semua kesamaan manusia dalam beribadah kepada Allah akan memiliki kesamaan derajatnya dihadapan Allah. Maka, sebagai manusia yang tidak lepas dari kesalahan dalam bermuamalah, beribadah dan beraqidah kita dituntut untuk merendah diri kepada Allah dengan tidak semena-mena kepada orang yang memiliki perbedaan dengan kita, karena pada hakikatnya perbedaan adalah Rahmat dari Allah untuk menyatukan manusia dan saling menghargai satu sama lain alat pencapaiannya.

Semoga Bermanfaat..!!!

Lomba Blog Merah Putih Indonesiaku


Indonesia kini berusia 64 tahun. Telah banyak peristiwa dialami sebagai bangsa yang terus membangun ini. Bom JW Marriott, bom bali dan carut-marutnya dalam belajar berdemokrasi.

Namun sebagai orang indonesia, kita tetap bangga karena Indonesia mempunyai pulau-pulau eksotik yang keunikan budayanya tak ada duanya di dunia.

Pada ulang tahun kemerdekaan bangsa Indonesia itu, Blogdetik mengadakan lomba penulisan bertema "Bangga sebagai bangsa Indonesia". Hadiah yang bisa diperoleh adalah Blackberry, kamera digital dan juga merchandise dari blogdetik.

Syarat Peserta :
1.Tulisan menceritakan mengenai indonesia dari sudut pandang personal. Bisa menceritakan kecintaan mengenai suatu peristiwa, atau budaya atau produk yang membanggakan.
Atau bisa juga menceritakan kecintaan Anda ketika ikut merayakan pesta tujuh belasan, atau menyikapi kondisi indonesia zaman dulu sampai sekarang.
2.Tulisan harus original dan belum pernah di publikasikan di media manapun.
3.Peserta wajib memasang banner "merah putih indonesiaku" sebagai tanda keikutsertaan. Copy paste kode di link berikut ini ke widget anda.
Cara Pasang Banner bisa di klik di sini.
4.Memakai tag "merah putih indonesiaku di blogdetik" pada postingan
5.Keputusan Juri mutlak dan Tidak dapat diganggu gugat.
6.Peserta khusus menggunakan blogdetik.com (bagi yang belum mempunyai blogdetik silakan klik di sini
7.Tidak berlaku untuk keluarga besar Detikcom dan seluruh karyawannya
Cara Mengirimkan Tulisan:
1.Peserta harus mengirimkan url (alamat) tulisan ke email adminblog@detik.com dengan Subject: merah putih indonesiaku
2.Dalam email tersebut peserta mencantumkan:
* Nama
* Alamat
* Nomor telepon
3.Dengan mengirimkan email ikut serta pada kontes ini, peserta otomatis menyatakan kalau tulisan yang dikirimkannya adalah asli karya sendiri bukan merupakan hasil plagiat.
Kriteria Penjurian:
1.Pemenang adalah yang tulisannya inspiratif sesuai dengan tema lomba
2.Posting yang diikutkan harus dipublikasikan di blogdetik pada saat kompetisi sedang berlangsung, bukan posting yang sudah dibuat sebelumnya dan belum pernah dipublikasikan
3.Posting bisa berupa tulisan, gambar, atau foto
4.Artikel yang diikutsertakan wajib menggunakan bahasa Indonesia.
5.Isi artikel tidak berhubungan dengan periklanan internet, tidak mengandung unsur pornografi, tidak mengandung SARA.
6.Banyaknya jumlah komentar

Periode Lomba : 3 Agustus – 3 September 2009
Pengumuman Pemenang : 11 September 2009