Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^

Saturday, February 28, 2015

Pikiran Negatif dan Kesehatan

Dari hasil penelitian secara Ilmiah dan empiris, ternyata 80% orang sakit bukan karen fisiknya tapi karen EMOSInya. PIKIRAN NEGATIF TERNYATA TIDAK BAIK BAGI KESEHATAN.
Fakta-fakta tersebut adalah sebagai berikut :
1. MARAH selama 5 menit akan menyebabkan sistem imun tubuh kita mengalami depresi selama 6 jam.
2. DENDAM & MENYIMPAN KEPAHITAN akan menyebabkan imun tubuh kita mati.. Dari situlah bermula segala penyakit, spt STRESS, KOLESTEROL, HIPERTENSI, SERANGAN JANTUNG, RHEMATIK, ARTHRITIS, STROKE (perdarahan / penyumbatan pembuluh darah). 
3. Jika kita sering membiarkan diri kita STRESS, maka kita sering mengalami GANGGUAN PENCERNAAN..
4. Jika kita sering merasa KHAWATIR, maka kita mudah terkena penyakit NYERI PUNGGUNG.
 5. Jika kita MUDAH TERSINGGUNG, maka kita akan cenderung terkena penyakit INSOMNIA (susah tidur).
6. Jika kita sering mengalami KEBINGUNGAN, maka. kita akan terkena GANGGUAN TULANG BELAKANG BAGIAN BAWAH.
7. Jika kita sering membiarkan diri kita merasa TAKUT yg BERLEBIHAN, maka kita akan mudah terkena penyakit GINJAL.
8. Jika kita suka ber-NEGATIVE THINKING, maka kita akan mudah terkena DYSPEPSIA (penyakit sulit mencerna).
9. Jika kita mudah EMOSI & cenderung PEMARAH, maka kita bisa rentan terhadap penyakit HEPATITIS.
10. Jika kita sering merasa APATIS (tdk pernah peduli) terhadap lingkungan, maka kita akan berpotensi mengalami PENURUNAN KEKEBALAN TUBUH.
11. Jika kita sering MENGANGGAP SEPELE semua persoalan, maka hal ini bisa mengakibatkan penyakit DIABETES..
12. Jika kita sering merasa KESEPIAN, maka kita bisa terkena penyakit DEMENSIA SENELIS (berkurangnya memori dan kontrol fungsi tubuh).
13. Jika kita sering BERSEDIH ; merasa selalu RENDAH DIRI, maka kita bisa terkena penyakit LEUKEMIA (kanker darah putih)

Sumber : Buku “The Healing & Discovering the Power of the Water”. (by : Dr. Masaru Emoto)

Shaf di-Rebonding

Ajengan Rijaluddin, atau biasa disapa Ajengan Jalu, ketemu tetangganya di kota kabupaten. Tetangganya itu bernama Fulanah. Dulu, Fulanah sering turut mengaji bersama teman-temannya di majelis ta’lim ajengan Jalu, di kampung Hanjuang. Sekarang, setelah pindah di kota kabupaten, Fulanah lepas kerudung. Meski rada malu-malu, ia mencium tangan ajengan Jalu, seraya bertanya kabar. “Dari mana atau mau kemana, Fulanah?” tanya Ajengan Jalu.
“Dari salon, habis di-rebonding, Pak Ajengan,” jawabnya sambil menunduk. Sementara jarinya mengelus-elus rambut lurusnya yang terurai. “Rebonding itu bagaimana?” tanya ajengan saraya kulit dahinya hampir saja melipat. “Rambutnya dilurusin, Pak Ajengan, seperti ini,” jawabnya sambil menggerakkan kepalanya, sehingga rambutnya terlempar, seperti di iklan sampo. “Oooh,” ajengan manggut-manggut. Suatu hari, Ajengan Rijaludin memimpin sembahyang Magrib. Sebelum takbiratil ihram, ia menghadap makmun. “Tolong, shafnya di-rebonding!” sambil membenarkan pecinya. (Abdullah Alawi/nu.co.id)

Merokok dan Pesantren

Di salah satu pesantren, santri-santri dilarang keras merokok. Dan sang Kiai pengasuh pondok pesantren itu tidak segan-segan memberikan takzir (hukuman) berat pada santri yang ketahuan melanggar aturan merokok di pesantren itu. Namun tentu saja ada santri nakal yang nekat melakukan pelanggaran. Bahkan, sering beberapa santri yang tidak tahan ingin merokok mencari-cari kesempatan di malam hari, pada saat gelap di sudut-sudut asrama atau di gang-gang kecilnya, atau di tempat jemuran pakaian atau di pekarangan sang Kiai. Bahkan ada juga yang tidak jijik merokok di dalam WC sambil pura-pura sedang BAB. Satu hari, saat malam telah larut, salah seorang santri perokok ingin kembali melakukan aksi terlarangnya. Meski sudah agak mengantuk karena kelamaan menunggu waktu yang aman untuk merokok, ia pun bergegas ke kebun belimbing, di belakang salah satu gedung pesantren itu. Santri itu lalu mendekati seseorang temannya di kejauhan yang sedang menyalakan rokok. Suasana disekitar yang jauh dari lampu penerangan membuat tempat itu memang agak gelap dan aman untuk merokok.
"Kang, minta rokoknya... sekalian dengan api-nya...sup." katanya sambil menyodorkan jari tengah dan telunjukknya. Temannya langsung menyerahkan sebungkus rokok yang dipegangnya. Santri perokok itu tanpa memperhatikan temannya itu langsung buru-buru mengisap rokok. "Alhamdulillah, asyik sup..." katanya. Diteruskan dengan isapan kedua, sambil memejamkan mata seakan menghayati isapan rokoknya. Rokok semakin menyala, dan... dalam gelap dengan bantuan nyala rokok itu lama-lama kelamaan si santri mulai sadar dengan siapa dia sebenarnya saat itu sedang merokok bareng. Namun santri belum yakin betul dan diteruskan dengan isapan selanjutnya... Isapan yang dalam sehingga membuat rokok itu semakin menyala terang. Dan... Ternyata... yang dia mintai rokok adalah Kiainya sendiri. Bukan main, si santri itu sangat kaget dan ketakutan. Dia langsung kabur, lari tunggang langgang tanpa sempat mengembalikan rokok yang dipinjamnya. Sang Kiai pun marah besar sambil berteriak : "Hei rokok saya jangan dibawa, itu tinggal satu-satunya, Kang..."

 Sumber: http://www.ketawa.com/2010/10/6880-larangan-merokok-di-pesantren.html#ixzz3T3E6ECWE

Sembunyi Dari Pencuri

Suatu malam seorang pencuri membobol rumah Nasruddin. Untung saja Nasruddin melihatnya. Karena takut, dengan cepat Nasruddin bersembunyi di dalam sebuah kotak besar yang terletak di sudut ruangan. Si pencuri sedang mengaduk-aduk isi rumah Nasruddin mencari uang ataupun barang berharga yang dimiliki Nasruddin. Dia membuka lemari, laci-laci, kolong-kolong, dan lain-lain. la tapi tidak menemukan satu pun barang berharga. Pencuri itu hampir saja menyerah dan memutuskan untuk keluar dari rumah Nasruddin. Tapi tiba-tiba matanya tertuju pada kotak besar yang terletak di sudut ruangan kamar Nasruddin. Dia sangat senang karena dia yakin dalam kotak itulah disimpan harta benda yang dia cari.
Walaupun kotak itu terkunci kuat dari dalam, tapi dengan kekuatan penuh, pencuri itu berhasil membuka kotak tersebut. Pencuri itu sangat kaget ketika melihat Nasruddin berada di dalam kotak itu. Pencuri itu sangat marah dan berkata, "Hei! Apa yang kau lakukan di dalam situ?" "Aku bersembunyi darimu," jawab Nasruddin. "Kenapa?" "Aku malu, karena aku tak punya apapun yang dapat kuberikan padamu. Itulah alasan mengapa aku bersembunyi dalam kotak ini."

Sumber: http://www.ketawa.com/2008/12/5405-bersembunyi-dari-pencuri.html#ixzz3T3CnlZZ7

Monday, February 16, 2015

5 Pesan Rosululloh saw

Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata, Rasulullah Saw. bersabda, “Siapakah yang mau mengambil beberapa kalimat dariku, lalu mengamalkannya atau mengajari orang yang mau mengamalkannya?” Aku berkata, “Saya, wahai Rasulullah!” Maka beliau memegang tanganku dan menyebutkan lima hal, “(1) Hindarilah perkara yang haram, niscaya kamu menjadi manusia yang paling banyak beribadah. (2) Ridhalah terhadap apa yang dibagikan Allah untukmu, niscaya kamu menjadi orang yang paling kaya. (3) Berbuat baiklah kepada tetanggamu, niscaya kamu menjadi mu’min. (4) Senanglah bila orang-orang mendapatkan apa yang kamu senangi untuk dirimu sendiri, niscaya kamu menjadi muslim. (5) Janganlah banyak tertawa, karena banyak tertawa itu dapat mematikan Qolbu (hati).” (H.R. Tirmidzi)

Saturday, February 7, 2015

Psikologi Chatting ?

Kalau membaca judulnya, sepertinya terlalu berlebihan. Seakan-akan mau melahirkan mata kuliah atau ilmu baru. Tidak ada maksud kesana tentunya. Sekedar ingin mengaji lebih fakus saja pada apa yang kita tuju. Sebelum lanjut, kita perlu tahu dahulu beberapa konsep dasar yang akan kita bahas. Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.

Chatting berasal dari bahasa inggris yaitu “chat” yang berarti obrolan yang dilakukan dua individu atau lebih. Namun Makna kata chatting telah mengalami pengembangan makna, obrolan yang dilakukan dalam sebuah jalur internet yang dilakukan dengan aplikasi tertentu dalam bentuk teks juga disebut chatting. Aplikasi yang dipergunakan untuk melakukan chatting disebut dengan Internet Messanger atau IM. Dan pelakunya disebut Chatter. Nah,

kedua hal ini yang akan coba kita kaji lebih dalam. Harapannya akan menjadi lebih menarik bila kita gunakan judul di atas. Kalau kita yang berpengalaman bergelut dengan dunia chat, maka tentunya kita bisa mengadakan bahwa kondisi dunia chat tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Hanya saja, seakan-akan kita sedang mengobrol dengan orang yang berada di balik tirai. Lantas, bila lawan bicara tidak tapak, apakan kemudian keadaan mental dan jiwa juga tidak tampak. Jawabannya adalah tidak. Sekalipun kita tidak bertatap muka langsung, namun dari tutur kata dan susunan kata yng tertulis, kita sudah dapat menebak-nebak karakter seseorang. Sehingga, untuk melahirkan sebuah komunikasi yang indah dalam dunia chat bukanlah sebuah hal yang susah apalagi mustahil.

Bagi mereka-mereka yang baru memasuki dunia chat. maka terkadang tidak bisa dihindari gesekan-gesekan komunikasi yang diakibatkan oleh gagalnya memahami lawan obrolan.

Sama halnya dengan di dunia nya, intonasi nada bicara sudah cukup untuk menimbulkan pemahaman yang beragam. Kalau di dunia chat tidak menggukanan intonasi suara, namun dalam penulisan ada juga yang namanaya tekanan-tekanan kata yang dapat mewakili tekanan intonasi. Sehingga tidak jarang mengakibatkan bentrokan-bentrokan dalam obrolan. Dan hal demikian merupakan wajar bila dialami oleh para pemula. Namun akan tidak wajar bila dialami orang yang sudah begitu lama menggeluti dunia chat. Bisa jadi, mereka adalah tipe orang yang perasa atau sangat sensitif atau orang yang memang tidak terbiasa hidup bersosial. Sehingga ketersinggungan, gesekan dan sebagainya sangat mudah terjadi. Inilah sedikit pancingan kalau saja ada yang ingin meneliti hal ini lebih mendalam lagi, sehingga bisa masuk ke dalam salah satu daftar mata kuliah ... :-D

Tuesday, October 14, 2014

Edit Grub di Linux Menggunakan "Grub Customizer"

Bagi teman - teman yang menggunakan Dual Boot Linux dan Windowa pasti tidak asing dengan yang namanya grub. Sebuah halaman yang tampil pada saat komputer pertama kali menyala sebagai tempat untuk memilih sistem operasi apa yang akan dihidupkan.
Biasanya, urutan posisi paling atas akan terpilih secara otomatis. Nah,untuk meletakkan posisi - posisi ini maka kita harus mengeditnya. Biasa diedit secara manual menggunakan teks editor. Namun akan sangat kesulitan bagi mereka yang belum terbiasa.
Sekarang ada solusinya. Dengan menggunakan aplikasi editor grub yang khusus digunakan untuk mengedit grub tanpa harus melakukan edit manual. Yaitu "Grub Customizer.

Thursday, July 10, 2014

Pray For Gaza

Doa untuk Gaza


 اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين 

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum Muslimin

 اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَاننَاَ الْمُسلِمِين وَ المُجَاهِدِينَ فِي فِلِسْطِين 

Ya Allah, tolonglah kaum Muslimin dan Mujahidin di Palestina

 اللَّهُمَّ ثَبِّتْ إِيمَانَهُمْ وَ أَنْزِلِ السَّكِينَةَ عَلَى قُلُوبِهِم وَ وَحِّدْ صُفُوفَهُمْ 

Ya Allah, teguhkanlah Iman mereka dan turunkanlah ketenteraman di dalam hati mereka dan satukanlah barisan mereka

اللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ

Ya Allah, hancurkanlah kaum kuffar dan kaum musyrikin

 اللَّهُمَّ دَمِّرِ الْيَهُود وَ إِسْرَآئِل وَ شَتِّتْ شَمْلَهُم وَ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ

Ya Allah, binasakanlah kaum Yahudi dan pasukan Israel dan cerai-beraikanlah kesatuan mereka

 اللَّهُمَّ انْصُرْ المُجَاهِدِينَ عَلَى أَعْدَائِنَا أَعْدَاءَ الدِّين

Ya Allah, menangkanlah kaum Mujahidin atas musuh kami musuh agama

 بِرَحْمَتِكَ يَآ أَرْحَمَ الرَّحِمِينَ آمِينْ يارب العالمين

Alfatihah

By Ust. Zaenal Muttaqien

Monday, July 7, 2014

Puasa Manusia atau Puasa Binatang

Puasa seperti apa yang kita pahami selama ini ? Tentu tentang pemahaman puasa hampir sebagian besar kaum muslimin memiliki pemahaman yang sama. Namun pada aplikasinya sangat beragam. Ketika Jurnal Taqin jalan-jalan ke Hidayatullah.com, ada tulisan yang cukup menarik untuk ditelaah. Selamat membaca ;

Sejumlah ular piton dapat bertahan hidup hingga satu tahun setelah memangsa buruan besar sebelum melahap mangsa berikutnya. Di dunia ikan, salmon termasuk yang cukup tenar dalam hal ‘puasanya’ Agar Tidak Seperti Puasa Binatang… Terkait

SESUNGGUHNYA, jika puasa diartikan sekedar tidak makan, tidak minum, dan tidak melakukan aktifitas jasmani lain selama sekian jam, maka tidak ada yang istimewa dengan puasa. Mengapa? Karena tubuh kita sejak bayi hingga tumbuh menjadi anak-anak dan dewasa sudah terbiasa berpuasa seperti itu. Benarkah demikian?

Semua manusia selalu “berpuasa”

Dalam kamus asal-usul kata bahasa Inggris (kamus etymology), kata “breakfast” yang berarti sarapan diketahui sudah ada sejak abad ke-15. Kata “breakfast” merupakan gabungan dari kata “break” (kata kerja) dan “fast” (kata benda). Dalam bahasa Inggris, “to break” artinya menghentikan (berbuka), sedangkan “fast” bermakna puasa. Jadi secara harfiah, menurut Farlex Trivia Dictionary 2011, “breakfast” yang berarti sarapan secara harfiah memiliki arti “breaking the fast”, yakni berbuka dari puasa yang telah dilakukan sepanjang malam, yakni di saat tidur.

piton Ketika tidur, manusia usia berapa pun, sehat ataupun sakit, sudah pasti tidak melakukan aktifitas makan, minum, maupun kegiatan lain selain tidur. Dengan kata lain mereka “puasa tidak makan dan minum” selama tidur malam. Oleh karenanya, ketika bangun pagi lalu sarapan, maka sarapan itu disebut sebagai “breakfast”, yakni berbuka puasa (“break”). “Breakfast” (sarapan) itulah kegiatan makan minum yang pertama kali dilakukan pasca tidur sekian jam tanpa makan dan minum alias puasa (“fast”).

Sungguh, jika puasa hanyalah bagian dari kehidupan yang dijalani manusia tanpa makan, minum, serta tanpa melakukan kegiatan fisik yang membatalkan puasa, maka semua manusia di bumi ini, dari ras mana pun dan agama mana pun, sudah dan selalu melakukannya setiap hari, sejak bayi hingga dewasa dan meninggal dunia. Tidak ada yang istimewa. Mereka semua melakukan puasa seperti itu ketika tidur, dan berbuka saat bangun dan sarapan.

Puasa binatang lebih hebat

Dilihat dari tingkat kesulitan fisik serta lama puasa, maka puasanya manusia tidak ada apa-apanya dibandingkan puasa di dunia satwa. Tidak ada yang dapat dibanggakan. Sebut saja kutu dan kecoak yang mewakili dunia serangga. Kecoak mampu tetap hidup tanpa minum hingga dua minggu dan tanpa makan hingga sebulan penuh. Lebih dahsyat lagi adalah kutu, yang setelah kenyang menghisap darah inangnya, mampu bertahan hidup tanpa makan hingga dua tahun.

Di dunia mamalia, beruang dan unta adalah contoh hewan yang mampu ‘berpuasa’ secara ekstrim, dalam lingkungan ekstrim pula. Beruang Hitam Amerika mampu bertahan hidup selama hibernasi (tidur di musim dingin) hingga 100 hari tanpa makan, minum, tanpa mengeluarkan kotoran, dan bahkan tanpa mengubah posisi tidur mereka. Unta pun tak kalah tangguhnya. Cuaca gurun pasir sangatlah ekstrim, suhunya dapat mencapai lebih dari 37 derajat selsius di siang hari, dan turun hingga di bawah nol di malam hari. Namun ini bukan masalah bagi unta. Dalam kelangkaan makanan dan air, unta mampu bertahan hidup selama seminggu atau lebih tanpa air, serta selama beberapa bulan tanpa makanan.

 Kura-kura, buaya, dan ular adalah tiga contoh sang ‘juara puasa’ dari kalangan reptil. Kura-kura Galapagos mampu bertahan hidup di musim kering, panas dan lembab di kepulauan Galápagos hingga satu tahun tanpa makan dan minum. Hewan ini memakan makanan yang tidak perlu diairi rutin seperti kaktus, buah, rumput, dan dedaunan. Tubuhnya mampu menyimpan makanan dan air dengan sangat baik. Demikian pula dengan buaya. Diantara masa perburuannya, buaya mampu bertahan tanpa makan selama berbulan-bulan. Beberapa diantaranya bahkan diketahui mampu terus hidup selama setahun penuh tanpa makan ataupun minum. Hal yang sama berlaku pada ular, sebut saja piton.

Sejumlah ular piton dapat bertahan hidup hingga satu tahun setelah memangsa buruan besar sebelum melahap mangsa berikutnya. Di dunia ikan, salmon termasuk yang cukup tenar dalam hal ‘puasanya’. Salmon menghabiskan sebagian besar masa dewasanya di lautan Pasifik dan Atlantik. Saat mencapai usia kawin, salmon melakukan perjalanan kembali ke tempat lahirnya untuk bertelur dan membuahi telur di situ. Saat mengembara ratusan hingga ribuan kilometer melawan arus sungai ini, salmon tidak makan sama sekali hingga sembilan bulan.

Masih banyak lagi sebenarnya contoh hewan, bahkan tumbuhan dan mikroorganisme, yang mampu ‘berpuasa’ dengan rentang waktu lebih lama dan kondisi yang jauh lebih sulit dibandingkan manusia. Jika dibandingkan dengan makhluk hidup tersebut, maka rentang waktu maupun kondisi ekstrim yang dialami manusia saat berpuasa tidaklah ada apa-apanya. Tidak ada yang istimewa dengan puasa manusia.

Istimewanya puasa manusia

Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya kaum muslimin diwajibkan berpuasa. Bahkan ada ayat khusus dan terperinci mengenai syariat puasa Ramadhan ini. Belum lagi hadits-hadits Nabi Muhammad, yang banyak sekali, yang menjadi dalil maupun tuntunan kaum muslimin dalam berpuasa, khususnya di bulan Ramadhan. Beberapa di antaranya adalah:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS: Al Baqarah, 2:183)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan ucapan dusta dan mengamalkannya maka Allah sudah tidak lagi memerlukan dia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassallam bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan malam Qadar -dengan ketaatan- karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu. Dan barang siapa yang berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Bukhari)

Allah berfirman, “Semua amal anak Adam baginya, kecuali puasa. Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang kalian sedang menjalani puasa janganlah dia berkata-kata kotor dan berteriak-teriak. Apabila ada orang yang mencaci atau memeranginya hendaklah dia katakan, ‘Sesungguhnya saya sedang berpuasa.’…” (HR. Bukhari)

Dari ayat Al Qur’an dan hadits tersebut, sudah cukup menjadi bukti bahwa istimewanya puasa Ramadhan dikarenakan ibadah ini menekankan aktifitas selama keadaan terjaga dan bukan ketika tidur. Puasa Ramadhan tidak hanya sekedar aktifitas jasmani berupa tidak makan, tidak minum, dan tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa saja. Tapi ada sisi pikiran, kejiwaan, dan perilaku yang perlu disiapkan menjelang puasa, dijaga selama berpuasa, dan diraih serta dipertahankan setelah puasa Ramadhan berakhir. Bahkan prestasi ini perlu ditingkatkan. Inilah yang membedakan, dan mengistimewakan puasa Ramadhan dari puasa hewan dan puasa manusia yang umumnya mereka lakukan ketika tidur.

Keimanan merupakan kondisi kejiwaan, pemikiran dan akal yang prima yang perlu dipersiapkan menjelang Ramadhan tiba. Selama Ramadhan, saat sedang dalam keadaan terjaga, orang-orang yang berpuasa dianjurkan selalu menjaga niat yang ikhlash, mengharap pahala Allah semata, memelihara pikiran dari pengaruh buruk di sekeliling, dan mempertahankan akhlak yang baik dari segala cobaan yang sulit.

Kaum muslimin juga diarahkan agar memiliki target dan hasil tertinggi dari aktifitas puasa Ramadhan yang dilakukan, yakni menjadi manusia yang bertakwa dan diampuni dosa-dosanya. Inilah yang sepatutnya dilakukan manusia, agar puasanya istimewa, dan bukan seperti puasa manusia umumnya, apalagi puasanya binatang. Wallaahu a’lam.

Oleh: Dr. rer. nat. Catur Sriherwanto
Sumber : http://www.hidayatullah.com/ramadhan/mutiara-ramadhan/read/2014/07/04/24554/agar-tidak-seperti-puasa-binatang.html