Small Scratch to The World

Thursday, October 7, 2010

Nikmat yang Melenakan

Dua buah nikmat yang sering diabaikan menurut Rasulullah SAW adalah nikmat sehat dan waktu luang. Alangkah seringnya kita menyadari betapa nikmatnya sehat justru setelah kita tidak dapat melakukan apa-apa, ketika kita terbaring di atas tempat tidur, sakit. Justru seringkali pada saat kita sakit lah kita banyak menyebut nama Allah, istighfar bahkan membuat janji-janji perbaikan diri, janji untuk meningkatkan kualitas ibadah. Kita banyak membuat rencana-rencana perbaikan yang akan kita lakukan kalau diberikan kesehatan kembali. Dan yang lebih mengagumkan, pada saat sakit, kesadaran begitu tinggi bahwa tak ada yang besar, selain Allah. Tetapi lucunya setelah Allah mengembalikan nikmat sehat tersebut, tidak sedikit juga orang yang melupakan janji-janji perbaikan diri yang telah dibuatnya ketika sakit tadi. Artinya nikmat sehat kembali melenakan dia untuk menepati janji hidupnya. Naudzubillah.


Nikmat kedua yang juga tidak kalah seringnya diabaikan adalah waktu luang. Seperti nikmat sehat, nikmat waktu luang ini jarang kali mendapatkan perlakuan yang sesuai. Tidak sedikit di antara kita begitu yakin dengan melimpahnya waktu luang yang dianugerahkan ini sampai berani mengeluarkan pernyataan, ah kan masih ada hari esok! Di satu sisi pernyataan ini menunjukkan optimisme, khusnudzon, baik sangka terhadap akan datangnya kembali nikmat Allah. Akan tetapi di sisi lain, ini juga dapat berarti kita mengulur-ulur kesempatan, terutama kesempatan untuk melakukan kerja yang mengarah ke perbaikan dalam segala hal, baik perbaikan kualitas kehidupan apalagi perbaikan kualitas ibadah. Allah SWT menegaskan bahwa hidup dan kehidupan umat Muslim seharusnya selalu mengikuti jalur untuk ‘berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. (QS. Al Baqarah [2]:148). Kedua nikmat ini seharusnya dapat mengantarkan kita ikut dalam perlombaan kehidupan ini agar kita lebih bisa memberi makna terhadap kehidupan yang kita jalani. Bukankah menjadi pemenang, apapun bentuk kemenangan adalah sesuatu yang membanggakan? Nah fasilitas penunjang berupa sehat dan waktu luang ini seharusnya kita gunakan dengan maksimal.

Apabila diingat kembali sebenarnya kedua nikmat ini juga termasuk dalam empat pertanyaan akhirat yang mesti kita pertanggungjawabkan. Inilah pertanyaan pada hari ketika ‘Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. (QS. Yasin [36]:65).

Nah sekarang sebelum kita sampai kepada hari untuk mempertanggungjawabkan semua perbuatan, ada baiknya kita tanya diri kita terlebih dahulu, di mana kita habiskan nikmat sehat dan waktu luang yang Allah berikan. Adakah nikmat ini kita hambur-hamburkan di gardu-gardu ronda dengan papan karambol, gelas kopi, puntung rokok dan kulit kacang menjadi kajian? Ataukah di depan televisi mengagumi mimpi-mimpi?

Terakhir, coba tanya diri sendiri, adakah satu kebaikan kecil, satu saja niat suci yang, karena sesuatu dan lain hal, belum dapat anda laksanakan. Kalau ada marilah sekarang kita laksanakan niat suci tersebut mumpung ada kesempatan dan kita masih diberikan nikmat sehat.

Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT