Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^

Tuesday, August 18, 2009

Mengkader atau Mati !!!!!!!!!

Dalam kehidupan ini, merupakan suatu kewajiban adanya regenerasi.Tujuan intinya adalah bagaimana setiap yang ada di dunia ini memiliki penerus yang akan meneruskan setiap apa yang dibawa olehnya. Apalagi hal-hal tersebut merupakan suatu yang urgen. Sebagai contoh adalah visi-misi perjuangan kebaikan.

Tanpa adanya sebuah regenerasi, maka nilai-nilai luhur kebaikan itu akan mati. Itulah yang saya maksud "mengkader atau Mati". Kader sendiri memiliki pengertian adalah orang yang menjadi inti penggerak dalam sebuah pergerakan, baik itu bersifat pribadi maupun golongan. Mengkader berarti bagaimana kita punya sebuah usaha untuk melahirkan kader-kader penerus yang akan meneruskan setiap cita-cita mulia yang sedang kita pikul, apabila proses pengkaderan ini terputus, terhenti, alias macet, maka tunggulah saat-saat hilangnya nama dan cita-cita kita dari muka bumi ini.
Oleh karenanya, proses pengkaderan haruslah ada dalam agenda hidup setiap orang, apalagi bagi mereka-mereka yang memimpikan untuk memiliki umur yang panjang, (bukan hidup yang panjang lho, tapi lebih lama untuk diingat dunia) karena tanpa adanya kader penerus perjuangan, maka mustahil cita-cita akan ada yang meneruskan.
Salam perjuangan untuk perubahan......

Saturday, August 15, 2009

Anak Belajar Dari Pengalaman

Jika anak hidup dengan kritikan,
Ia belajar melawan.

Jika anak hidup dengan hostilitas,
Ia belajar berkelahi.

Jika anak hidup dengan ajekan,
Ia belajar merasa malu.

Jika anak hidup dengan dipermalukan,
Ia belajar merasa bersalah.

Jika anak hidup dengan toleransi,
Ia belajar bersabar.

Jika anak hidup dengan dorongan,
Ia belajar percaya diri.

Jika anak hidup dengan pujian,
Ia belajar menghargai.

Jika anak hidup dengan kejujuran,
Ia belajar adil.

Jika anak hidup dengan rasa aman,
Ia belajar mempercayai.

Jika anak hidup dengan persetujuan,
Ia belajar menyukai diri sendiri.

Jika anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan,
Ia belajar menemukan kasih sayang di dunia.

Monday, August 10, 2009

Ilmu Wajib Ramadhan

Sebelum kita melangkah memasuki bulan Ramadhan yang mulia, ada baiknya kita pelajari dulu segala bentuk peraturan dan segala hal yang berkaitan dengannya. Adapun ilmu yang wajib ada adal diri kta setidak-tidaknyasebagai berikut

1. Makna Puasa
2. Syarat syah puasa
3. Pembatal Puasa
4. Perusak puasa
5. Amalan wajib Ramadhan
6 Amalan sunnah Ramadan

Yaa setidaknya enem poin itu dulu, tidak usah banyak-banyak bila nantinya juga tidak teramalkan, ayoooooooo dicari.................


10 Langkah sambut Ramadhan

Bulan Ramadhan sebentar lagi, bahkan hawanya sudah terasa, apa yang harus kita lakukan untuk menyambut tamu mulia ini. Nabi saw memiliki 10 amalan sambut Ramadhan, apakah itu, inilah dia:
1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)

Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.
2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.
3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).
Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.
4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]
6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.
7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]
8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.
9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:
• buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.
• membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.
10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Saturday, July 18, 2009

Susah Juga Jadi Pemimipin

Hai netter sekalian, hampir 90% posting blog ini memang bertemakan leadership yang dalam bahasa kita disebut ilmu kepemimpinan. Sengaja memang hal itu dilakukan, karena blogernya sendiri memang sangat menggemari ilmu kepemimpinan. Cie...cie... promosi nih ceritanya he..he...he...., enggak kok, cuma beriklan.....
Walaupun banyak memposting tema kepemimpinan, bukan berarti si bloger pemimpin sejati lho, iya apa iya...????

Beberapa waktu lalu, ada pengalaman baru yang dilalui blogger, apa itu ?, ya apalagi kalau bukan yang berkaitan dengan leadership. Blogger diamanahi sebagai ketua asrama anak yang selama ini blogger tempati. Wuih... seru.... Seru apanya, ini nie baru tahu rasa jadinya, bloger harus bisa mengamalkan apa yang selama ini selalu keluar dari otak blogger yang diposting di jurnal taqin. "Akhirnya aku jadi pemimpin benerah ha... ha... ha...." demikian mungkin suara yang keluar dari dalam lubuk hati si blogger. Eit.. tunggu dulu, setelah beberaa hari baru terasa, ternyata "susah juga jadi pemimpin" ini terbukti ketika kita dituntut untuk bisa menguasai rakyat sekaligus juga kita harus tahu apa isi hai mereka, sehingga setiap ada kebijakan yang akan dikeluarkan, tidak berbenturan dengan hati nurani rakayatnya (bukan selogan politik lho...), yang hasilnya tentu adalah, bagaiman kebijakan diterima, dan hati rakyat juga gembira dan antusias. Nah maka dari itu, marimkita belajar jadipemimpin sejak dini. Agar nantinya tidak ada lagi muncul ungkapan "susah banget jadi pemimipin"

Monday, July 6, 2009

Kriteria Pemimpin Sejati

Bila kita berbicara tentang apa saja dan seperti apa kriteria pemimpin yang sejati, Islam sudah punya setandar umum. Seperti yang tergambar dalam falsafat sholat berjamaah yang insyaallh kita laksanakan lima kali dalam sehari itu. Apakah itu, mari sama-sama kita lihat apa saja kriteria itu.

Dalam sholat berjamaah, terdapat begitu banyak nilai dan ilmu yang dapat dipetik untuk diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam hal ini coba kita angkat tentang kriteria pemimpin sejati. Antara lain akan saya coba ankat tiga kriteria, yaitu :
1. Berada di depan
Dalam hal ini, seorang pemimpin hendaklah selalu berada di depan dalam segala hal, karena ia merupakan publik figur yang menjadi tauladan bagi masyarakat yang dipimpinnya. Merupakan hal yang lucu bila seorang pemimpin memerintahkan masyarakatnya untuk riku' dan sujud sedangkan dia sendiri masih berdiri.
2. Menerima bila diingatkan
Salah satu sifat pemimpin sejati adalah keterbukaan terhadap koreksi dari masyarakatnya, contohnya bila tiba-tiba imam lupa gerakan, maka ma'mum menegur dengan cara yang sudah ditetapkan oleh syar'i
3. Mengikuti Syariat Alloh
Hal ini merupakan sebuah keharusan yang mutlak. Merupakan hal yang mustahil bila seorang imam tiba-tiba menambah gerakan dalam sholat, maka dikhawatirkan akan diikuti oleh ma'mum-ma'mum yang awam.

Itulah sedikit yang bisa saya terangkan, Saya yakin para pembaca masih lebih pintar dan lebih banyak lagi yang mengetahui apa-apa yang tidak saya ketahui. Silahkan dikomentari...


Friday, July 3, 2009

Konsisten Dalam Berjuang

Oleh: Dr. Abdul Mannan
www.hidayatullah.or.id
Misi Mujahid dakwah adalah amar ma’ruf nahyi munkar, menegakkan kebenaran dan menghindari kemungkaran, di mana pun berada dan bagaimanapun keadaannya. Menyuruh berbuat baik jelas tidak ringan, apalagi mencegah berbuat munkar, jauh lebih berat lagi. Konsistensi dan teladan seorang mujahid dakwah jelas dituntut, baik di rumah tangganya sendiri, di tengah masyarakat, di hadapan penguasa Negara, dan di teratak pertarungan ideology. Dahsyat memang! Tapi semua itu harus ia jalankan demi memperoleh ridha dari Sang Penguasa Langit dan Bumi. Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT).

Kata seorang sufi kepada anak didiknya, “Engkau lebih baik di benci oleh semua makhluk di alam semesta dari pada di benci Allah SWT. Bagitu pula engkau lebih mulia di cintai Allah SWT dari pada di cintai makhlluk yang durhaka.”

Pekerjaan dakwah akan diridhai Allah SWT jika didasarkan atas niat karena Allah SWT. Mulai dari memungut sampah di teppi jalan, hingga menegakkan Khilafah Islamiyah. Semua itu dakwah. Itulah peradaban Islam.

Jika dakwah didasari atas dimensi peradaban Islam seperti itu akan mudahlah mencerna ajaran-Nya. Bukan gontok-gontokkan antara umat Islam sendiri. Gontok-gontokkan sesame Muslim bukanlah perangai Islami. Justru akan mencoreng nama baik ajaran Ialam yang mulia.

Dulu, Islam dipentaskan oleh pelaku peradaban Islam angkatan pertama, yaitu Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa SAllah (SAW) bersama para sahabatnya, dengan perilaku yang berdab berkat sentuhan iman. Kini, keberadan umat Islam marginal dan semua aspek.

Mengapa marginal? Ini terjadi karena umat Islam yang indah dan mempesona. Lunak dalam penampilan, tegar dalam pendirian. Sayangnya, semua itu sudah pudar dari diri umat Islam. Terjadi banya faksi dalam tubuh kaum Muslim sebagai konsekuensi pudarnya keyakinan.

Sudah waktunya umat Islam bangkit. Dari mana memulainya dan apa patokannya? Jika patokannya dimulai sejak wafatnya rasulullah SAW, lantas di beri nama apa peradaban terseut? Bukankah peradaban itu dibangin atas dasar ide yang turun dari langit? Bukankah semua pakar peradaban, baik yag bertolak dari pemikiran religi hinggga sekuler, sepakat bahwa peradaban itu di bangun dari ajaran agama?

Dalam hal ini, Hidayatullah telah menetapkan bahwa membangun peradaban Islam dimulai sejak turunya wahyu pertam (al-Alaq). Al- Alaq mengandung metodologi ajaran “kesadaran” akan ber-tuhan dengan benar dan menyadarkan bahwa diri manusia itu penuh limitasi. Oleh karena itulah peradaban Islam dibangun atas dasar ajaran tauhid yang terus menurunkan segala aspek aturan hidup dan kehidupan.

Metode kesadaran yang dieksplorasi dari wahyu pertama ini melahirkan manusia ulung dan agung sepanjang sejarah keumatan. Para sahabat sebagai inner circle mendapat predikat ‘asyaratul kiram (sepuluh sahabat mulia) yang dijamin masuk surga tanpa hisab setelah itu empat puluh sahabat yang lain, dan seratus lima belas sahabat yang lain lagi.

Kader inti Rasulullah Saw tersebut merangkai kekuatan antara Mujahidin (dari Makkah) dan Anshar (penduduk madinah) untuk menjadi satu kekuatan di bawah komando Rasulullah Saw. Kekuatan ini terbukti mampu membebaskan Makkah dari kesyirikan.

Kekuatan ini muncul dari kajian wahyu yang pertama yang refleksinya memancar pada kekuatan spiritual yang di bangun melalui qiyamul lail, tartitul Qur’an, dan dzikir yang kontinyu. Tiga sarana pemberdayaan spiritual ini melahirkan jiwa yang sabar (konsisten) dalam berjuang, hijrah, dan tawakal.

*Sahid Juni 2009

Thursday, June 18, 2009

Leadership Function

In this paper I try to keep a few notes on lecture material about Leadership, in case there are friends there who also need similar material.

Especially in the discussion of Leadership Functions
Leadership has several functions in its application. We try to discuss a small part of the magnitude of the leadership function, starting with the main functions of leadership which include:

As a decision maker
In this case, a leader is required to be able to take a decision that occurs in an organization he is leading. This decision-making is carried out by holding a decision-making consideration meeting with his subordinates. So the leader does not seem dictatorial.

Motivating subordinates or subordinates
A leader must be able to motivate and inspire subordinates so that subordinates are able to increase their enthusiasm as long as they carry out their duties as desired by their leaders.

As a source of information, the leader in this case acts as a source of information because the leader is a place for subordinates to ask questions when they experience problems in carrying out their duties.

Creating justice
Leaders act as creators of justice because if a leader is not fair, it will have an impact on division within an organization. In resolving conflicts that arise in an organization, a leader should be impartial so that problems can be resolved without any ongoing negative impacts.

As a mediator
The leader as a mediator. This means that the leader is the mediator of a conflict that occurs in an organization or institution. The emergence of conflict in an organization is usually caused by differences of opinion, differences in interests in the organization. Automatically in this case, a leader must be able to overcome conflicts that arise. What is happening is that the leader becomes a mediator or as a mediator.

In another discussion, the leadership function according to Hadari Nawawi has two dimensions, namely:
1) Dimensions related to the level of ability to direct the leader's actions or activities, which are seen in the responses of the people he leads.
2) Dimensions relating to the level of support or involvement of the people who are led in carrying out the main tasks of the group or organization, which are described and manifested through the decisions and policies of the leader.

In connection with these two dimensions, according to Hadari Nawawi, operationally five main functions of leadership can be distinguished, namely: 

Instructive function
The leader functions as a communicator who determines what (content of orders), how (how to carry out orders), when (time to start, carry out and report). results), and where (where to execute orders) so that decisions can be implemented effectively. So the function of the person being led is to carry out orders.

Consultative function
Leaders can use the consultative function as a two-way communication. It is used when the leader is in an effort to make decisions that require consideration and consult with the people he leads.

Participation function
In carrying out the participation function, the leader tries to activate the people he leads, both in making decisions and in implementing them. Each group member has the same opportunity to participate in carrying out the activities described from the main tasks, according to their respective positions.

Delegate function
In carrying out the function of delegation, the leader delegates the authority to make or make decisions. The function of delegation is actually the trust of a leader to people who are entrusted with the delegation of authority by carrying out it responsibly. This delegation function must be realized because the progress and development of the group cannot be realized by a leader alone.

Control function
The control function assumes that effective leadership must be able to regulate the activities of its members in a directed manner and in effective coordination, thus enabling the achievement of shared goals to the fullest. In carrying out the control function, the leader can realize it through activities of guidance, direction, coordination, and supervision.

This is a little article related to the Leadership Function which of course if we learn more, there will be more discussions out there. Hopefully this little can complement the existing one.


Reference
  • http://blog.ub.ac.id/ragilheriniwilujeng/2013/03/08/material-elektro-kepemimanan/ (Accessed on 12-05-2019)
  • http://daqoiqul.blogspot.com/2012/05/task-dan-function-kepemimpan.html (Accessed on 12-05-2019)

Wednesday, June 3, 2009

Befikir Cerdas



Dari hasil memancing, Aqin mendapatkan lima ekor ikan yang kemudian ia masukkan dalam sebuah bak air kecil. Setelah itu, ia tinggal sebentar ikannya untuk sebuah keperluan di dalam kamar mandi.
Ketika bak ikan ditinggal Aqin, datang seekor kucing, mengetahui ada ikan dalam bak kucing segera mendekati bak dan mulai beraksi dan berusaha untuk mendapatkan ikan dalam bak. Karena ulah si kucing, akhirnya dua ekor ikan lompat dan jatuh ke rawa-rawa yang ada di bawah kolong rumah Aqin. Belum sempat kucing mendapatkan ikannya, Aqin kembali dan mengusir sang kucing, ketika ditengok ternyata ikan Aqin tinggal tiga ekor yang ada di dalam bak.


Pertanyaan muncul "Berapa ekorkah ikan yang selamat dari keganasan kucing dan juga selamat dari keganasan Aqin ???"

Nah, dari pertanyaan ringan tersebut, coba dijawab dengan dua kata saja. setidaknya pertanyaan tersebut dapat sedikit menguji kemampuan berfikir kita. Karena, untuk bisa berfikir cerdas, kita harus mulai dari yang terkecil dulu.
Berfikir cerdas sendiri merupakan sebuah kemampuan dimana seseorang dapat berfikir dan memecahkan masalah dengan cepat dan tepat. Sehingga tidak perlu membuang-buang tenaga hanya untuk merenung dan berkhayal dalam memecahkan sebuah permasalahan. Iya kalau permasalahan itu menyediakan waktu tenggang dan luang, kalau permasalah itu memaksa kita untuk menemukan solusi secepat mungkin, maka berfikir cerdaslah solusinya. Sebagai seorang pemimpin, berfikir cerdas merupakan syarat wajib yang harus dimiliki. Tanpa hal yang satu ini, apalah jadinya iya....

Monday, May 18, 2009

It's also hard to be a leader

Hi all netters, almost 90% of this blog post is on the theme of leadership which in our language is called leadership science. This was done on purpose, because the blogger himself is very fond of leadership. Cie...cie... promotion is the story he..he...he..., nope, just advertising.....
Even though they post a lot of leadership themes, it doesn't mean that the blogger is a true leader, you know what? Yes...????

Some time ago, there was a new experience that bloggers went through, what was it?, especially if it wasn't related to leadership. Blogger is mandated as the head of the children's dormitory that the blogger has been occupying. Wow... it's exciting.... What's fun, this is just the beginning, bloggers must be able to practice what has always been out of the blogger's brain posted in the taqin journal. "Finally I'm a real leader ha... ha... ha...." that's probably the voice that comes out of the bottom of the blogger's heart. Eit.. wait a minute, after a few days, it turns out that "it's also hard to be a leader" this is proven when we are required to be able to control the people at the same time we must know what is in their hearts, so that every time there is a policy that will be issued, it doesn't clash with the heart conscience of the people (not political slogans you know.. .), which of course the result is, how the policy is accepted, and the hearts of the people are also happy and enthusiastic. So from that, let's learn to be a leader from an early age. So that later there will no longer be the expression "it's really hard to be a leader"