Small Scratch to The World

Saturday, February 7, 2015

Psikologi Chatting ?

Kalau membaca judulnya, sepertinya terlalu berlebihan. Seakan-akan mau melahirkan mata kuliah atau ilmu baru. Tidak ada maksud kesana tentunya. Sekedar ingin mengaji lebih fakus saja pada apa yang kita tuju. Sebelum lanjut, kita perlu tahu dahulu beberapa konsep dasar yang akan kita bahas. Psikologi berasal dari kata dalam bahasa Yunani Psychology yang merupakan gabungan dan kata psyche dan logos. Psyche berarti jiwa dan logos berarti ilmu. Secara harafiah psikologi diartikan sebagal ilmu jiwa. Istilah psyche atau jiwa masih sulit didefinisikan karena jiwa itu merupakan objek yang bersifat abstrak, sulit dilihat wujudnya, meskipun tidak dapat dimungkiri keberadaannya. Dalam beberapa dasawarsa ini istilah jiwa sudah jarang dipakai dan diganti dengan istilah psikis.

Chatting berasal dari bahasa inggris yaitu “chat” yang berarti obrolan yang dilakukan dua individu atau lebih. Namun Makna kata chatting telah mengalami pengembangan makna, obrolan yang dilakukan dalam sebuah jalur internet yang dilakukan dengan aplikasi tertentu dalam bentuk teks juga disebut chatting. Aplikasi yang dipergunakan untuk melakukan chatting disebut dengan Internet Messanger atau IM. Dan pelakunya disebut Chatter. Nah,

kedua hal ini yang akan coba kita kaji lebih dalam. Harapannya akan menjadi lebih menarik bila kita gunakan judul di atas. Kalau kita yang berpengalaman bergelut dengan dunia chat, maka tentunya kita bisa mengadakan bahwa kondisi dunia chat tidak jauh berbeda dengan dunia nyata. Hanya saja, seakan-akan kita sedang mengobrol dengan orang yang berada di balik tirai. Lantas, bila lawan bicara tidak tapak, apakan kemudian keadaan mental dan jiwa juga tidak tampak. Jawabannya adalah tidak. Sekalipun kita tidak bertatap muka langsung, namun dari tutur kata dan susunan kata yng tertulis, kita sudah dapat menebak-nebak karakter seseorang. Sehingga, untuk melahirkan sebuah komunikasi yang indah dalam dunia chat bukanlah sebuah hal yang susah apalagi mustahil.

Bagi mereka-mereka yang baru memasuki dunia chat. maka terkadang tidak bisa dihindari gesekan-gesekan komunikasi yang diakibatkan oleh gagalnya memahami lawan obrolan.

Sama halnya dengan di dunia nya, intonasi nada bicara sudah cukup untuk menimbulkan pemahaman yang beragam. Kalau di dunia chat tidak menggukanan intonasi suara, namun dalam penulisan ada juga yang namanaya tekanan-tekanan kata yang dapat mewakili tekanan intonasi. Sehingga tidak jarang mengakibatkan bentrokan-bentrokan dalam obrolan. Dan hal demikian merupakan wajar bila dialami oleh para pemula. Namun akan tidak wajar bila dialami orang yang sudah begitu lama menggeluti dunia chat. Bisa jadi, mereka adalah tipe orang yang perasa atau sangat sensitif atau orang yang memang tidak terbiasa hidup bersosial. Sehingga ketersinggungan, gesekan dan sebagainya sangat mudah terjadi. Inilah sedikit pancingan kalau saja ada yang ingin meneliti hal ini lebih mendalam lagi, sehingga bisa masuk ke dalam salah satu daftar mata kuliah ... :-D
Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT