Small Scratch to The World

Saturday, February 22, 2014

Rumahku Sekolahku

Kalau berbicara tentang sekolah, saat ini sudah berbagai macam jenisnya ada di sektar kita. Mulai dari yang paling unggul sampai yang paling sederhana. Mulai dari yang bercorak nasionalis sampai yang bercorak agamis. Lalu kemana akan kita sekolahkan anak kita. Maka jawabannya adalah sekolah mana yang kita nilai terbaik dan paling cocok untuk anak kita. Namun, sebelum kita titipkan anak kita ke sekolah yang menjadi pilihan kita, perlu kita sadari bahwa, kesuksesan anak kita tidak serta merta menjadi tanggung jawab sekolah. Akan tetapi ada yang paling bertanggung jawab sebelum itu. Tiada lain dan tiada bukan adalah kta sendiri sebagai orang tua di rumah.
Setelah beberapa tahun terakhir, ane ikut serta dalam lembaga penyelenggara pendidikan, yaitu sekolah. Ada prinsip yang menjadi pembelajaran buat ane pribadi, yang ane rasa perlu kita ilmui bersama. Yaitu, hampir rata-rata anak yang memiliki keunggulan diberbagai bidang itu bukanlah berasal dar pencapaian sekolahnya. Akan tetapi merupakan kemampuan bawaan yang ia bawa dari rumahnya. Hal ini menunjukkan bahwa, faktor utama keunggulan seorang anak dalam bidang apa pun adalah rumahnya. Sehingga dapat kita ambil sebuah pelajaran bahwa, sekolah terbaik dan yang pertama bagi seorang anak adalah rumahnya. Yang dikelola oleh seorang guru yang bernama Ibu, dan dipimpin oleh kepala sekolah yang bernama Bapak. Ane pernah ikut sebuah seminar pendidikan, di stu ada pelajaran yang selalu ane ingat yang disamapaikan oleh pematerinya, yaitu "Jangan anda dzolimi/aniaya guru di sekolah anak anda dikarenakan anak anda belum layak masuk ke sekolah itu, maksudnya, anak anda belum anda persiapkan untuk memasuki jenjang sekolah itu, sebelum dia dipersiapkan di rumahnya". Dalam Islam sendiri kita diingatkan bahwa, setiap anak yang lahir adalah ftrah, kemudian orang tuanyalah yang memberi warna. Kemudian dilain hal juga diingatkan bahwa, anak adalah amanah yang harus dijaga oleh orang tuanya. Dan masih banyak pesan yang lain. Sehngga ini harus menjadi perhatan utama bag orang tua dan calon orang tua, bahwa masa depan anak yang dilahirkannya itu tergantung kepada mereka. Bagi calon orang tua, melahirkan anak hebat itu harus sudah terencana sebelum berniat memilikinya. Karena ni adalah proses panjang. Jika ngin mendapatkan yang luar biasa, maka persapannya harus luar biasa pula. Sehingga tidak ada kemudian, harapan tidak sampai, saling menyerahkan dan saling menyalahkan. Dikarenakan tidak paham dengan prinsip yang sangat penting ini. Sekali lagi, SEKOLAH PERTAMA dan UTAMA bagi anak kita adalah RUMAHNYA. GURU PERTAMA dan UTAMA adalah orang tuanya. Setelah itu, jenjang berikutnya akan mudah untuk dilalui. Setiap orang tua harus bisa membuat sebuah konsep RUMAHKU SEKOLAHKU, bahkan sejak awal menikah. Bapak sebagai Kepala sekolahnya, dan Ibu sebagai guru kelasnya. Sehingga akan lahir anak-anak berkualitas dan berkarakter hasil dari sekolah pertamanya. WalLohu'alam
Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT