Small Scratch to The World

Tuesday, November 29, 2011

Belajar dari Pisang

Pohon pisang merupakan salah satu jenis pohon buah-buahan yang tentunya sangat kita kenal, sebab di sekitar kita saja, pohon yang satu ini tumbuh bebas dan terawat di setiap sudut pekarangan. Buahnya pun sangat lezat rasanya, daunnya merupakan lembaran serba guna, serta bagian-bagian lain yang tidak jauh hebatnya dalam setiap pemanfaatan.

Sebenarnya bukan itu yang hendak kita perhatikan. Bila kita memandang sebatang pohon pisang dengan pandangan Iqro’ seorang kader Islam, maka akan takjub dan tercengang-cengan kita dibuatnya. Mengapa demikian ...?, sebab di dalam sebatang pohon pisang terdapat makna besar yang terkandung bila kita memang benar-benar memikirkannya.
Sebagai contoh nyata adalah, sebatang pohon pisang merupakan salah satu jenis pohon yang berbatang lunak, batabgnya terdiri dari susunan pelepah-pelepah yang tertata rapi membentuk batangan bundar yang indah dan kokoh, namun jangan dikira pohon pisang lunak ini merupakan pohon yang mudah layu dan mati, sungguh dugaan yang salah besar, justru inilah salah satu pohon pejuang yang sangat luar biasa. Mengapa saya sebut pejuang luar biasa, karena batang pisang yang lunak itu bila dipotong maka dalam hitungan jam saja sudah muncul tunas baru yang berguna sebagai penyambung hidup. Dan kejadian ini tidak akan pernah berhenti sampai kapanpun sampai ia benar-benar berhasil hidup dan berhasil menghasilkan setandan buah pisang, setelah itu baru ia akan layu dan mati.
Nah dari contoh kecil tersebut dapat kita ambil sebuah pelajaran penting yaitu tidak akan pernah mundur dan berhenti seelum dapat memberikan manfaat untuk orang lain , apakah selama ini kita sudah cukup bermanfaat untuk orang lain atau justru keberadaan kita malah menbuat orang susah dan serba tidak nyaman. Pelajaran dari pohon pisang ini perlu dimaknai dan diamalkan, karena hal itu merupakan pelajaran langsung dari Allah untuk hambaNya, tinggal kita, mau beriqro’ atau tidak terhadap ayat-ayat alam tersebut.
Salah satu ulama kondang Indonesia pernah mengatakan bahwa, “Manusia yang paling beruntung adalah manusia yang paling banyak memberikan manfaat untuk orang lain, dan kesuksesan seseorang sebagai hamba [un dapat diukur dengan seberapa banya dia bisa memberikan manfaat untuk orang lain. Bila dia berada ditengah-tengah masyarakat maka keberadaannya sangat dibutuhkan, dan bila dia pergi maka kepergiannya sangat disayangkan, seperti ada unsur yang hilang dari sebuah ekosistem. Apakah hal itu sudah kita miliki, kalau sedah ... Betapa bahagianya kita, namun kalau belum maka sudah saatnya kita mempelajarinya dan memilikinya untuk dijadikan dalam daftar sifat-sifat mulia yang harus kita miliki, semoga hal ini dapat kita miliki dengan sempurna. Aaamiiin......

Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT