Small Scratch to The World

Thursday, September 15, 2011

Menuju Pintu Cerita-cerita

Oleh : Hermanto
from kumpulan Puisi

Aku berjalan menuju pintumu
Lalu kuketuk dengan lembut
Siapakah di luar ? Temanku atau Kekasihku ?”
tanyamu dari dalam.
“Aku adalah Temanmu”, sahutku
“Ini Aku bawakan cerita masa lalu dan sedikit masa depan kita”
Mari duduk di sampingku, ceritakanlah semuanya padaku“, pintamu.
Cerita-ceritapun mengalir dengan sederhana
sehingga wajahmu berubah ceria, tiba-tiba sedih
kemudian tertawa lagi untuk menangis kembali
hingga berulang pada akhirnya,
menyisakan pertanyaan di hati akan
kelanjutan sedikit cerita-cerita masa depan.
Esok aku akan datang kembali”, janjiku

Besoknya aku berjalan kembali menuju pintumu
Lalu kuketuk agak keras.
Siapa di luar ? Temanku atau Kekasihku ?”
tanyamu seperti kemarin.
Aku adalah Kekasihmu”, sahutku
Ini Aku membawa lanjutan panjang cerita-cerita masa depan kita
Masuklah dan duduklah di hadapanku, aku sudah tidak sabar mendengarnya”, pintamu.
Ceritaku-ceritakupun mengalir dengan sederhana
Dengan hanya sebaris kata :
Aku ingin kamu yang menjadi penyempurna dienku
Kamupun tersenyum lalu menangis
dan berkata : “Besok kamu tidak perlu menuju pintu ini, karena pintu ini telah menjadi milik kita
Besoknya kita bersama-sama menuju pintu penyempurna
dien karena inilah saatnya seperti cerita-cerita masa depan kita
Share:

0 comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya

Unordered List


English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

-------------------------------------------------

Blogger competition say it to HIT