Assalamu'alaikum ... Selamat Datang ... Semoga Blog Ini Bisa Memberi Manfaat ... Jangan Bosan Untuk Kembali lagi ^_^

Sunday, December 12, 2010

1 Muharram vs 1 Januari


Dalam setiap tahunnya, ummat Islam dihadapkan pada dua even tahun baru. Tanggal 1 Muharram sebagai awal tahun Hijriah (tahun qomariyah) dan 1 Januari sebagai awal tahun Masehi (tahun syamsiah). Keduanya sama-sama disebut tahun baru. Namun memiliki dua warna yang berbeda. Yang terpenting adalah, keduanya memiliki latar belakang idiologi dan keyakinan yang berbeda.

Sebagai masyarakat umum yang mengikuti budaya dunia sekarang tentu tidak asing dengan perayaan tahun baru masehi yang setiap tahunnya dirayakan dengan meriah yang terkadang tidak ketinggalan mengundang kontroversi hehehe... Dan sebagai masyarakat Islam kita juga tidak asing dengan perayaan tahun baru Hijriah atau dikenal dengan tahun baru Islam (kalau ada yang masih tidak kenal... "sungguh terlalu" -bang Roma mode on- hehe).Kedua even tahun beru ini sama-sama memiliki nama sebagai tahun baru, namun sebagai seorang Muslim keduanya bisa dikatakan sebagai ujian. Ujian yang seperti apa ? yah ujian dalam berbagai hal, dia bisa menjadi ujian tingkat pemahaman kita terhadap Ajaran agama, terutama dalam ilmu sejarah. Bisa pula menjadi ujian dedikasi, pada tahun baru yang mana kita lebih condong dan mendominasi. Bila ditinjau dari sejarah, keduanya bermula dari dua keyakinan yang berbeda, tahun baru masehi adalah kelahiran "Al-masih" (Nabi Isa as), sedangkan tahun baru hijriah adalah pristiwa hijrahnya Rosul Muhammad saw dari kota Makkah ke kota Madinah. Nah dari situ kita bisa ketahui, yang mana seharusnya yang perlu dirayakan (bila perlu sich), setidaknya untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak kita terhadap agamanya. Tidak ada salahnya kita buat suasana yang berbeda dirumah masing-masing ketika memasuki tahun baru Islam. Agar anak-anak Islam tidak lantas mengagung-agungkan sebuah even yang memang bukan milik kita.
SELAMAT TAHUN BARU HIJRIAH 1432 H

No comments:

Post a Comment

Komentar yang sopan dan bijaksana cermin kecerdasan pemiliknya